Mengatasi Karyawan yang Jenuh dalam Bekerja

Banyak pengusaha mendapati, segera setelah bisnis mereka menjadi mantap dan dijalankan secara profesional, terjadi perkembangan yang tidak diharap-harapkan. “Esprit de corps”, yang semula mampu membangkitkan semangat para karyawan untuk bekerja keras, tiba-tiba memudar. Akibatnya, tidak mustahil tenaga-tenaga terbaik mulai meninggalkan perusahaan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentai yang bagus tentang management skill dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

Wajar bahwa kebosanan mulai dirasakan ofeh sejumlah tenaga inti. Tahap awal perkembangan suatu perusahaan, ketika semua dituntut untuk memberikan performans maksimal, merupakan saat-saat yang menggairahkan bagi karyawan-karyawan yang dinamis. Tetapi segera setelah perusahaan memasuki tahap pertumbuhan beri-kutnya, mereka mulai bosan dengan kerja rutin. Tenaga-tenaga profesional yang ambisius tidak ragu-ragu untuk pindah kerja tiap 2/2 tahun sekali karena mereka yakin, itulah satu-satunya ca-ra bagi mereka untuk bisa maju. Continue reading

Manajer : Jangan Katakan Tidak, Jika Tidak Terpaksa

Berhati-hatilah memberi nasehat kepada karyawan. Ramalan-ramalan negatif Anda sering-sering malahan akan mencelakakan. “Anda akan mengalami kesukaran kalau berbuat begini” atau “Gagasan ini saya rasa tidak akan memberikan hasil seperti yang diharapkan” adalah dua jenis peringatan yang sering disampaikan para eksekutif kepada rekan-rekan dan karyawan mereka. Maksudnya baik, tetapi peringatan-peringatan itu mungkin mengandung ancaman tersembunyi. Continue reading

Mengelola Pekerjaan Secara Efektif

Setelah selesai tugas, ada eksekutif yang mengatakan mereka “loyo”, namun tidak sedikit yang mengatakan mereka gembira, puas, dan mendapat dorongan.

Reaksi yang bertentangan ini menunjukkan, manajemen profesional ada kesukaran-kesukarannya tetapi juga ada imbalannya. Memang, tugas manajemen menuntut banyak, tetapi juga paling banyak memberikan kepuasan atau kebahagiaan. Kalau demikian, apa yang dapat dilakukan oleh eksekutif agar rasa “loyo” itu berkurang, dan rasa puas bertambah? Continue reading

Slide1