Tips Ampuh Menjual Asuransi Jiwa dengan Sukses

Menjadi agen asuransi memang memiliki tantangan yang besar, terlebih lagi asuransi jiwa. Masyarakat sering mengalami kekecewaan tiap kali berinteraksi dengan lembaga asuransi. Alasan inilah yang membuat orang malas untuk membuat asuransi.

Banyak masalah yang sering terjadi sehingga konsumen akhirnya tak tertarik lagi untuk memiliki asuransi. Bisnis asuransi jiwa bisa sangat menguntungkan bagi siapa pun.

Asuransi jiwa adalah salah satu produk yang memiliki komisi cukup tinggi untuk dijual disamping itu juga merupakan salah satu produk yang paling sulit untuk dijual. Continue reading

Kiat Menjual Lewat Telepon

Penjualan boleh meroket. Laba bisa saja tambah terus. Tapi citra perusahaan dan kelak laba maupun penjualan — bisa kandas bila lupa pada hal yang kecil: cara menerima telepon yang ramah.

Menerima telepon bukanlah hal sepele seperti yang lazim dibayangkan. Apalagi bagi perusahaan yang sehari-harinya berhubungan dengan relasi bisnis melalui pesawat telepon ini. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang manajemen pemasaran, silakan KLIK DISINI ).

Bisa saja, bila penerimaan telepon oleh sekretaris atau operator buruk, transaksi yang telah diupayakan susah-susah menjadi bata. Apalagi kalau penelepon baru pertama kali menelepon ke perusahaan, langsung saja ia akan mendapat kesan yang negatif. Bisa-bisa ini lantas memadamkan minatnya untuk berbisnis dengan perusaha¬an yang layanan teleponnya buruk tadi. Dana besar yang telah diluangkan perusahaan untuk membangun dan meningkatkan citranya melalui aktivitas promosi, iklan, kehumasan, dan sejenisnya bisa saja berkurang atau hilang maknanya jika cara menerima telepon tetap brengsek. Continue reading

Mengembangkan Ketrampilan Menjual – Selling Skills

Pintar ngecap dan lincah, sepatu mengkilat, sneyum ramah serta sikap mendesak, bukan lagi dianggap hal yang penting dalam seni menjual. Para spesialis yang mengajarkan teknik menjual (salesmanship) kini lebih menekankan teknik pendekatan cara lain: Seorang salesman memperlakukan langganan atau calon langganan bagaikan teman atau saudara, serta lebih banyak mendengar ketimbang berbicara. Tampaknya teknik ini lebih berhasil.

Untuk sukses dalam bisnis, yang dibutuhkan sebenarnya hanya satu, yaitu pembeli atau konsumen. Teknologi, gedung mewah, neraca, dan segala elemen lain yang dianggap perlu bagi suatu bisnis tidak akan ada artinya kalau tidak ada yang bersedia membayar produk atau jasa yang dihasilkan. Jelasnya, segala upaya harus mendukung tema sentral konsumen. Continue reading

Mengembangkan Salesman yang Produktif

Hari Wicaksana, usia 30-an. Tak perlu diragukan kemampuannya menjual. la pernah mendapatkan bonus tiga bulan gaji karena prestasinya yang jauh melampaui target. Pada resepsi ulang tahun perusahaan belum lama berselang direksi menyebut-nyebut namanya sebagai teladan. Pantaslah bila tersiar rencana manajemen untuk mempromosi dia ke jenjang karir lebih tinggi. Dia salah satu dari tidak banyak “super salesman” di perusahaan itu. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang marketing dan customer service, silakan KLIK DISINI ).

Tapi tiba-tiba beberapa hari berturut-turut dia tidak berhasil membawa tumpukan nota pesanan di meja manajernya. Coba, cari apa penyebabnya. Bisa saja karena tantangan moral. Persoalan pribadi. Masalah kesehatan. Mungkin dia sedang merasa jenuh. Apa pun, temukan inti persoalannya. Continue reading

Meningkatkan Sales Skills (Selling Skills)

Kita tentu sama-sama sepakat bahwa ujung tombak bisnis ada pada bidang penjualan atau sales. Tanpa mejual sesuatu, Anda tentu belum melakukan bisnis. Tapi bagaimana dengan tenaga penjual yang Anda miliki? Prestasi mereka kurang, atau sama sekali tidak memuaskan? Mungkin bukan salah mereka. Anda salah pilih. (Jika Anda ingin mendepatkan slide presentasi bagus tentang customer service dan marketing management, silakan klik DISINI).

Mendapatkan tenaga penjual yang baik memang sulit. Tentu, para pelamar diwawancarai, ditest, dan kemudian dipilih. Tapi yang bisa dilakukan dalam proses itu biasanya tidak lebih dari melihat pengalaman seorang pelamar, kemudian membuat perkiraan ‘ilmiah’ tentang prestasinya di masa datang. Continue reading

Slide1