Mengatasi Karyawan yang Jenuh dalam Bekerja

Banyak pengusaha mendapati, segera setelah bisnis mereka menjadi mantap dan dijalankan secara profesional, terjadi perkembangan yang tidak diharap-harapkan. “Esprit de corps”, yang semula mampu membangkitkan semangat para karyawan untuk bekerja keras, tiba-tiba memudar. Akibatnya, tidak mustahil tenaga-tenaga terbaik mulai meninggalkan perusahaan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentai yang bagus tentang management skill dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

Wajar bahwa kebosanan mulai dirasakan ofeh sejumlah tenaga inti. Tahap awal perkembangan suatu perusahaan, ketika semua dituntut untuk memberikan performans maksimal, merupakan saat-saat yang menggairahkan bagi karyawan-karyawan yang dinamis. Tetapi segera setelah perusahaan memasuki tahap pertumbuhan beri-kutnya, mereka mulai bosan dengan kerja rutin. Tenaga-tenaga profesional yang ambisius tidak ragu-ragu untuk pindah kerja tiap 2/2 tahun sekali karena mereka yakin, itulah satu-satunya ca-ra bagi mereka untuk bisa maju. Continue reading

Tahapan dalam Melakukan Coaching Kepada Bawahan

Secara detil, terdapat lima langkah utama dalam melakukan performance coaching, yakni :
1. Memetakan masalah kinerja secara profesional
2. Mendiskusikan penyebab masalahnya
3. Mengenali dan mencatat solusi yang mungkin
4. Mengembangkan rencana kerja secara spesifik
5. Mengelola dan menjadwalkan sesi tindak lanjut (follow up)

Langkah 1 : Memetakan Masalah Kinerja secara Professional
Saat Anda menggambarkan permasalahan, Anda harus lebih spesifik. Sebaiknya menunjuk ke level kinerja yang dapat diterima (kuantitas atau kualitas) dan tunjukkan secara langsung kepada karyawan jika hasil mereka tidak sesuai dengan level tersebut. Dengan mengacu ke data-data yang ada dapat membantu Anda dalam menunjukkan permasalahan yang ada kepada karyawan. Penting bagi Anda untuk membuka diskusi ini dengan cara yang positif, bukan dengan cara mengancam. Continue reading

Desain Pekerjaan yang Memotivasi Pekerja

Dulu, teknik efisiensi Frederick W. Taylor (dengan membagi-bagi pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil yang diulang-ulang) dianggap cara terbaik untuk mendesain pekerjaan manufaktur. Sekarang, fragmentasi pekerjaan semacam itu menyebabkan suasana monoton yang mengurangi motivasi kerja. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus mengenai motivasi dan leadership, silakan KLIK DISINI ).

Meningkatkan motivasi dengan menaikkan gaji, member! jaminan pensiun, dan mempersingkat jam kerja, misalnyar ku¬rang mampu menyingkirkan biang ketidakpuasan. Imbalan-imbalan itu tidak cukup memotivasi pekerja ke arah prestasi tertjnggi. Motivasi kerja harus timbul dari dalam dan dari pekerjaan sendiri. Karena itu desain pekerjaan perlu diusahakan agar menimbulkan motivasi dengan kriteria berikut. Continue reading

Menumbuhkan Motivasi Kerja

Manajemen sumberdaya manusia merupakan potensi yang luar biasa hebat untuk meningkatkan hasil kerja. Konsep “motivasi” penting peranannya. Seorang pekerja pabrik baja menulis di majalah Industry Week, Januari 1974, begini : “Ada tiga kunci penting untuk mendorong kemajuan para pekerja, yaitu: perhatian, umpan balik yang terus-menerus, dan perasaan saling membutuhkan.” (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus mengenai motivasi dan leadership, silakan KLIK DISINI ).

Dengan perhatian pada para pekerja, manajer dapat mengurangi ketegangan, meningkatkan kepercayaan, dan memperbaiki sikap serta semangat kerja. Dengan umpan balik yang terus-menerus manajer dapat mengetahui posisi perusahaannya dalam persaingan dengan pihak lain, citranya atau jasanya di pasar. Kesemuanya mempengaruhi kehidupan kerja karena kaitannya dengan produksi barang atau jasa menentukan sekali. Continue reading

Menciptakan Sistem Mentoring yang Efektif

Sejumlah perusahaan merumuskan proses bimbingan melalui mentor. Penelitian baru-baru ini memberikan gambaran tentang nilai hubungan khusus antara para manajer senior dan junior. Teori tersebut mengatakan: para manajer muda yang potensial untuk mendapatkan promosi dalam sebuah organisasi seringkali kurang mengetahui apa yang seharusnya mereka lakukan untuk mendapatkan promosi itu. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang coaching dan sistem mentoring SDM, silakan KLIK DISINI ).

Manajer-manajer senior yang mengetahui bagaimana rumitnya politik perusahaan, bisa membantu mempermudah proses itu. Mereka bisa memilih para manajer muda bawahan mereka, lalu memberikan nasehat, bimbingan, dan menjadi bapak angkat mereka. Continue reading

Memelihara Loyalitas Karyawan

Kelesuan dunia bisnis membawa aneka akibat pada banyak perusahaan, di antaranya yang dianggap paling serius – ialah mengecilnya cash-flow perusahaan. Kecilnya pemasukan otomatis menuntut peningkatan efisiensi, yang sering mengakibatkan peningkatan jumlah PHK, baik itu pada taraf pekerja kasar maupun taraf manajer. Alhasil, hampir semua karyawan merasa kedudukannya terancam, tidak aman, dan ingin selamat. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang career planning dan HR Management, silakan klik DISINI ).

Dalam keadaan seperti ini, maka pertanyaannya ialah : realitiskah bila perusahaan tetap mengandalkan (bahkan menuntut) loyalitas total dari karyawannya? Hampir semua anggota masyarakat mendambakan tempat kerja yang dapat menjamin kelangsungan hidupnya secara kontinyu dan bebas gejolak. Pekerjaan merupakan jangkar bagi rasa aman dan tenteram dalam ke-hidupannya, dan secara wajar diharapkan berlangsung terus. Continue reading

Gaya Manajemen Otoriter dan Semangat Kerja Karyawan

Ada anggapan bahwa kemerosotan produktivitas terjadi karena struktur manajemen yang terlalu otokratis. Seorang profesor menyebut struktur yang demikian sebagai penyakit “encok organisasi”. Artikel berikut ini menunjukkan bahwa penyakit encok itu timbul karena tidak adanya fleksibilitas dan komunikasi dalam perusahaan.

Walaupun ada mat (yang tidak penuh) di kalangan bisnis untuk membuka kesempatan pada karyawan dan eksekutif junior untuk mempertanyakan kebenaran prosedur dan praktek-praktek perusahaan yang ada sekarang ini, atau untuk mengusulkan pembaharuan yang radikal yang mungkin dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan, ahli-ahli manajemen sependapat bahwa sebagian besar perusahaan umumnya tetap tidak mempunyai fleksibilitas dan bersikap otokratis serta menolak setiap perubahan dan “gagasan yang lebih baik”. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang management skills, leadership dan personal development, silakan KLIK DISINI ). Continue reading

Slide1