Judul KPI : Employee Turn Over

Nama KPI : Employee Turn Over

Definisi KPI :
Mengukur jumlah karyawan yang keluar dalam periode tertentu.

Satuan pengukuran KPI : % (persentase)
Frekuensi Pengukuran : Tahunan
Tipe KPI : Minimize – makin rendah angkanya, makin bagus

Formula Perhitungan :
Jumlah karyawan yang keluar dalam periode Januari s/d Desember 2011; kemudian dibandingkan jumlah karyawan pada bulan Januari. Jadi misalnya, jumlah karyawan yang keluar sepanjang periode Januari – Desember 2011 ada 20 orang. Sementara jumlah karyawan pada bulan Januari 2011 adalah 800 karyawan. Jadi angka persentase turn overnya adalah : 20/800 = 0,025 atau kalau di-persentasekan menjadi 2,5 %.

Jika angka turn over Anda sudah diatas 10 % maka itu tergolong sangat tinggi. Pada sisi lain, ada beberapa industri tertentu yang angka turn over-nya cenderung lebih tinggi, dibanding industri lainnya. Misalnya industri retail, angka turn over pegawainya cenderung relatif lebih tinggi dibanding industri lainnya.

Mengapa KPI ini Relevan dan Layak Dipakai?
Angka turn over sebaiknya dikendalikan supaya tidak terlalu tinggi. Mengapa? Sebab jika setiap tahun banyak pegawai yang keluar, maka akan ada biaya yang tinggi untuk melakukan rekrutmen. Selain itu perlu juga ada biaya untuk training, proses adaptasi, dan pengembangan kompetensi para pegawai baru.

Jika Anda ingin mendapatkan katalog KPI lengkap untuk bidang HR, marketing, finance, produksi, dan IT, silakan KLIK DISINI.

Judul KPI : % jumlah manajer yang melakukan kegiatan coaching secara reguler

Jenis KPI : % jumlah manajer yang melakukan kegiatan coaching secara reguler (setiap bulan)

Definisi KPI :
Mengukur jumlah manajer yang telah secara rutin melakukan kegiatan coaching pengembangan kompetens kepada para anak buahnya

Satuan pengukuran KPI : % (persentase)
Frekuensi Pengukuran : Bulanan
Tipe KPI : Maximize – makin tinggi angkanya, makin bagus

Formula Perhitungan :
Jumlah manajer yang telah melakukan kegiatan coaching dibanding jumlah total manajer. Misal : jika ada 10 manajer di dalam sebuah perusahaan; dan yang telah aktif melakukan kegiatan coaching kepada bawahan secara reguler hanya ada 4 manajer; maka persentasenya adalah 40%.

Mengapa KPI ini Relevan dan Layak Dipakai?
KPI ini digunakan untuk mengukur level pembinaan atasan (manajer) kepada para bawahannya. Kegiatan coaching untuk pengembangan kompetensi merupakan salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan. Melalui kegiatan coaching ini diharapkan akan terbangun proses pengembangan kompetensi dan kinerja karyawan secara kontinyu.

Melalui kegiatan coaching, para manajer juga akan memiliki peran dan tanggungjawab dalam proses pengembangan para anak buahnya. Didalamnya akan tercipta dialog, proses penyusunan action plan untuk mengembangkan kompetensi, dan sekaligus kegiatan monitoring serta pemberian umpan balik (feedback) kepada karyawan.

Akan lebih baik jika pihak departemen SDM telah menyiapkan panduan dan tools pendukung untuk membuat proses coaching dapat berjaland dengan lancar.

Jika Anda ingin mendapatkan katalog KPI lengkap untuk bidang HR, marketing, finance, produksi, dan IT, silakan KLIK DISINI.

Slide1