Tahapan dalam Pengembangan Produk Baru

Proses perencanaan produk baru melibatkan sejumlah tahapan seperti berikut ini. Tahapn yang pertama disebut sebagai Idea Generation. Tahapan ini merupakan pencarian peluang produk baru secara terus menerus dan sistematik. Tahapan ini dilakukan untuk menemukan gagasan-gagasan baru dan segara mengenai penciptaan produk. Metode untuk menciptakan gagasan baru meliputi brainstorming (sesi kelompok kecil untuk menstimulasi gagasan), melakukan analisa atas produk yang sudah ada, ataupun melalui survei konsumen. Continue reading

Strategi Meraih Kesuksesan

Menetapkan tujuan yang jelas dan fokus memberikan pengaruh yang amat besar dalam proses kita meraih keberhasilan dalam kehidupan profesional kita. Dibawah ini kita akan mendiskusikan sejumlah aspek yang layak diperhatikan ketika kita merumuskan sebuah tujuan. Continue reading

Membangun Leadership Skills

Menjadi inspiring leader jelas merupakan salah satu langkah yang amat kritikal bagi pengembangan kinerja tim/organisasi. Setiap anggota tim akan lebih mudah merasa termotivasi dan tertantang, jika mereka menemui sosok pemimpinnya sebagai figur yang inspiratif. Perusahaan kita mungkin bisa membayar setiap pegawainya untuk menggunakan pikiran dan badannya dalam pekerjaan. Namun mereka hanya akan menggunakan segenap hati dan jiwanya jika mereka sudah merasa terinspirasi. Orang yang sudah terinspirasi akan lebih betah bekerja, lebih keras berusaha, dan mengibarkan spirit antusiasme. Continue reading

Kompetensi dalam Merancang Program Pengembangan SDM

Berdasar kajian Jerry Gillet and Steven Eggland dalam bukunya yang amat menarik berjudul, Principles of Human Resource Development, terdapat lima kemampuan dasar yang perlu dijadikan acuan oleh praktisi Human Resources Development (HRD) : (1) penilaian kebutuhan, (2) desain, pengembangan, dan evaluasi program (termasuk evaluasi individu), (3) pemasaran program HRD, (4) cost and benefit analysis, dan (5) kemudahan pembelajaran.

PENILAIAN KEBUTUHAN
Praktisi HRD harus pandai mendesain dan melakukan penilaian kebutuhan sebelum mendesain dan mengembangkan program pembelajaran dan aktivitas pelatihan. Alasannya adalah : (1) untuk mengidentifikasi bidang permasalahan tertentu dalam organisasi; (2) untuk mengidentifikasi kekurangan pembelajaran gunda dijadikan sebagai dasar program dan aktivitas; (3) untuk menentukan dasar dari evaluasi learner di masa yang akan datang; dan (4) untuk menentukan cost dan benefit dari program dan aktivitas untuk memperoleh dukungan dari organisasi. Continue reading