Key Performance Indicators untuk Manajemen SDM

Key Performance Indicators atau sering disebut sebagai KPI merupakan daftar tolok ukur yang digunakan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan kinerja individu atau suatu departemen/bagian. KPI haruslah bersifat terukur (measurable). Kalau tidak terukur namanya bukan KPI. “Melakukan proses pelatihan karyawan” bukanlah KPI sebab tidak dapat diukur.

Jika ingin dijadikan menjadi KPI, maka kalimat itu bisa diubah menjadi : “Jumlah program pelatihan yang dilakukan dalam satu tahun” atau bisa juga menjadi “Jumlah jam pelatihan per karyawan per tahun”. Dua contoh ini bisa diukur dan bisa dikuantifikasikan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi mengenai HR Management and Strategy, silakan klik DISINI). Continue reading

Meningkatkan Efektivitas Pelatihan SDM

Dalam sebuah kesempatan, muncul pertanyaan seperti berikut : Setiap tahun perusahaan kami mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk training. Namun kami merasakan efektivitas kegiatan training kami selama ini kurang bagus. Apa yang harus dilakukan agar training yang kami lakukan bisa memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja bisnis? (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi mengenai HR Management and Strategy, silakan klik DISINI). Continue reading

Survei Kepuasan Karyawan

Secara garis besar, angket kepuasan karyawan biasanya meng-address lima elemen utama, yakni : 1) kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya (job content), 2) kepuasan karyawan terhadap lingkungan kerja (baik lingkungan fisik seperti tata ruangan ataupun lingkungan non fisik seperti relasi dengan kerja, atau suasana kerja); 3) kepuasan karyawan terhadap atasan, dan 4) kepuasan karyawan terjadap kebijakan perusahaan dalam memberikan remuneration and benefit pada pegawainya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi mengenai HR Management and Strategy, silakan klik DISINI). Continue reading

Faktor-faktor Kunci dalam Penyusunan Strategi Bisnis

Menurut Arthur A. Thompson and Strickland dalam bukunya yang bertajuk Strategic Management: Concepts and Cases, terdapat sejumlah faktor yang perlu diperhatikan ketika kita melakukan proses penyusunan strategi perusahaan. Faktor-faktor itu adalah sbb:

Pertimbangan Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
Semua organisasi beroperasi dalam kelompok masyarakat yang lebih luas. Apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan dalam kebijakan strategi perusahaan selalu dibatasi oleh regulasi, kebijakan dan peraturan pemerintah. Continue reading

Empat Pilar Manajemen Pemasaran

Dalam ilmu pemasaran, dikenal adanya elemen 4 P atau merupakan singkatan dari product, promotion, place dan price. Mari kita membahasnya satu per satu secara renyah, dengan disertai beragam contoh aktual.

Toyota Kijang Innova, Sepatu Nike, ponsel Nokia, Busway, tabungan BCA, ataupun praktek tukang gigi dan jasa paranormal, merupakan contoh beragam produk yang siap dipasarkan. Ada produk yang berupa barang berbentuk fisik (seperti rokok, ponsel, ataupun sepeda motor), dan adapula yang berbentuk jasa, semacam jasa tabungan, jasa telekomunikasi, ataupun jasa perawatan tubuh dan spa. Continue reading

Tahapan dan Evaluasi Pelatihan

Proses penyusunan program pelatihan terdiri beberapa tahapan. Tahapan pertama adalah fase assessment (Analisa Kebutuhan Pelatihan), diimana pada tahap ini ditentukan jenis pelatihan yang diperlukan melalui dua tehnik utama yaitu analisis tugas dan analisis prestasi. Selanjutnya, dalam fase Training Objectives (Menentukan Sasaran atau Tujuan Pelatihan) dilakukan penyusunan tujuan yang jelas dan dapat diukur merupakan hasil dari penentuan kebutuhan pelatihan. Continue reading