Training Balanced Scorecard

Mengelola dan menselaraskan kinerja perusahaan dengan kinerja individu karyawan tak pelak lagi merupakan salah satu elemen penting bagi kesuksesan sebuah entitas bisnis. Toh demikian, dalam kenyataannya mengintegrasikan kinerja perusahaan dengan kinerja individu bukan merupakan proses yang mudah; dan karenanya diperlukan sejumlah pendekatan yang sistematis untuk mengelolanya.

Workshop ini didesain untuk memberikan pendekatan yang komprehensif dan sekaligus praktikal, tentang bagaimana langkah-demi-langkah membangun sinergi antara corporate and employee performance. Workshop juga akan menuntun peserta untuk mengidentifikasi serta memformulasikan sasaran kinerja yang optimal melalui pendekatan balanced corecard. Continue reading

Training Leadership Skills

Pada akhirnya, misi utama seorang manajer/supervisor adalah memastikan bahwa kinerja (performance) dari tim-nya selalu dapat berjalan dengan optimal. Kecakapan untuk mengendalikan kinerja tim agar selalu berada pada optimum performance dengan demikian merupakan sebuah ketrampilan yang perlu dikuasai oleh setiap manajer/supervisor.

Workshop ini didesain untuk membekali para peserta sebuah kemampuan kepemimpinan yang berorientasi pada keunggulan kinerja. Didalamnya akan dipetakan a set of skills yang mesti dikuasai agar seorang manajer/supervisor mampu menjadi a high performance leader. Continue reading

Training KPI – Penyusunan Key Performance Indicators

Penilaian kinerja karyawan acapkali dihadapkan pada problem subyektivitas karena tidak adanya indikator kinerja yang terukur dan obyektif. Tanpa didukung dengan identifikasi key performance indicators secara tepat, pengelolaan kinerja karyawan sering tidak dapat berjalan secara optimal.

Workshop ini didesain untuk memandu para peserta mengidentifikasi key performance indicators secara optimal, berdasar job des dan tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya. Didalamnya juga akan diuraikan mengenai cara mengukur dan memonitor pencapaian KPI serta target kinerja yang telah ditetapkan. Continue reading

Pemasaran Produk Jasa (Service Marketing)

Pengertian jasa memiliki definisi yang berbeda-beda bagi para ahli ekonomi, seperti terlihat berikut ini. Menurut Philip Kotler, pengertian jasa adalah : jasa merupakan aktivitas maupun manfaat apapun yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tanpa wujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun. Jasa tidak menghasilkan kepemilikan apapun seperti produk, karena jasa sifatnya adalah sifatnya tidak terlihat, tetapi berupa pemberian bantuan dalam pemuasan kebutuhan dan atau keinginan pelanggan dengan atau tanpa imbalan tertentu sebagai timbal baliknya.

Menurut Christopher H. Lovelock, definisi dari jasa adalah : “Service is performance rather than a thing. But service, being intangible and ephemeral are experienced rather than owned: customer participated actively in the process of service creation, delivery, and consumption”. Pengertian dari definisi di atas adalah bahwa jasa itu lebih merupakan penampilan kinerja dibanding sebagai suatu benda, dan karena jasa merupakan sesuatu yang tidak berwujud maka jasa hanyalah dirasakan dan dialami bukan dimiliki. Pelanggan diharapkan dapat terlibat secara aktif dalam proses penciptaan pelayanan, delivery, dan pemakaian jasa tersebut. Continue reading

Memahami Produktivitas Karyawan

J. Ravianto, dalam bukunya “Produktivitas dan Manajemen“, mengemukakan pengertian produktivitas sebagai berikut :”Produktivitas mengandung arti pengertian perbandingan antara hasil yang ingin dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan”.

Sedangkan Wayne F. Cascio dalam bukunya Managing Human Resource mengatakan bahwa :”Productivity is a measure of the output of goods and services relative to the input tabor, material and equipment.” Bambang Kusriyanto, dalam bukunya “Meningkatkan Produktivitas Karyawan”; menjelaskan bahwa :”Produktivitas karyawan adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja per satuan waktu”. (Slide powerpoint presentasi yang bagus mengenai productivity dan manajemen SDM dapat dilihat DISINI). Continue reading

Menyusun Program Pelatihan atau Training

Menurut William B. Werther dan Keith Davis dalam bukunya “Human Resources and Personnel Management” (1996:287) mengatakan bahwa langkah-langkah dalam mempersiapkan program pelatihan adalah melalui langkah berikut.

Yang pertama, Need Assessment (Penilaian dan Identifikasi Kebutuhan). Untuk memutuskan pendekatan yang akan digunakan, organisasi perlu mengidentifikasikan kebutuhan-kebutuhan pelatihan. Penilaian kebutuhan mendiagnosa masalah-masalah dan tantangan lingkungan yang dihadapi organisasi sekarang. Selain pendekatan sumber daya manusia dalam mengidentifikasikan suatu tugas, pelatih memulai dengan mengevaluasi gambaran suatu pekerjaan penting yang diperoleh. (Slide powerpoint presentasi yang bagus mengenai training dan manajemen SDM dapat dilihat DISINI). Continue reading

Pola Pengembangan SDM

Tahapan pengembangan SDM sebaiknya dimulai dari tahap pertama, yakni identifikasi kebutuhan pengembangan. Dalam tahapan ini, kita sejatinya hendak menggali proses pengembangan apa yang paling cocok bagi individu tertentu. Dalam proses ini kita melakukan asesmen mengenai strenghts dan areas for development dari tiap individu (karyawan).

Asesmen dapat dilakukan dengan melalui pola assessment center atau juga melalui observasi dan evaluasi dari atasan masing-masing (cara ini lebih praktis dibanding harus menggunakan assessment center). (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi mengenai HR Management and Strategy, silakan klik DISINI). Continue reading