Sejarah Bisnis dan Strategi Pemasaran Astra Honda Motor di Indonesia

Sepeda motor merupakan alat transportasi pribadi yang paling sering terlihat di jalanan. Kendaraan roda dua ini memiliki body jauh lebih ramping dibandingkan mobil, sehingga lebih leluasa untuk melewati jalan-jalan sempit dan menerobos kemacetan.

Harganya pun jauh lebih terjangkau dari kendaraan roda empat. Terlebih lagi dengan kemudahan pembelian secara kredit sehingga tidak jarang setiap rumah memiliki minimal satu atau dua sepeda motor.

Indonesia adalah pangsa pasar potensial bagi kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Tingkat kepemilikan kedua jenis alat transportasi pribadi tersebut terus meningkat.

Masyarakat juga dimanjakan dengan berbagai pilihan model serta merek. Salah satunya adalah rangkaian jenis sepeda motor yang ditawarkan oleh sebuah brand ternama, Honda.

Nama Honda tentu sudah sangat familiar di masyarakat. Hal tersebut tidak lepas dari perjuangan pendirinya yang selalu gigih mewujudkan ambisinya dalam bidang otomotif. Soichiro Honda adalah seseorang yang berada diawal perjalanan perusahaan pembuat mobil dan motor ini.

Berasal dari kelaurga miskin, dengan nilai sekolah tidak terlalu bagus dan bahkan mengalami DO dari bangku kuliah bukan menjadi penghalang bagi Soichiro untuk mewujudkan cita-citanya. Dengan bakat yang ia dapatkan dari ayahnya yang seorang pemilik bengkel sepeda, Soichiro berjuang mengasah ilmu dan kemampuan sehingga mampu mendirikan perusahaan yang berperan besar di industri otomotif dunia termasuk Indonesia.

PT Astra Honda Motor (AHM) menjadi pelopor industri sepeda motor di Indonesia.

Bernama awal PT Federal Motor, perusahaan ini didirikan pada 11 Juni 1971. Pada mulanya PT Federal Motor hanya merakit komponen-komponen yang diimpor langsung dari Jepang dengan jumlah produksi di tahun pertama sekitar 1500 unit.

Setelah pemerintah menjalankan regulasi mengenai lokalisasi produksi, maka perusahaan ini mulai membuat komponennya di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan yang masing-masing membuat komponen dasar dari sepeda motor Honda.

Sampai akhirnya pada tahun 2001, PT Federal Motor dan anak perusahaannya bergabung menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor (AHM).

Meskipun sebagai pelopor, bukanlah hal mudah bagi AHM untuk tetap mempertahankan posisinya di tengah persaingan yang ketat antara banyak produsen kendaraan roda dua. Terlebih lagi, kebijakan pemerintah yang pernah membuka peluang perusahaan luar untuk mengekspor langsung produk jadi ke Indonesia, semakin menjadi kendala perkembangan perusahaan dalam negeri.

Produk dari China misalnya, membanjiri pasar otomotif Indonesia dengan sepeda motor dengan kualitas hampir sama yang dihargai relatif lebih murah.

Peluang yang menggiurkan dalam industri sepeda motor di nusantara juga menarik perhatian produsen asal Italia, India dan Swedia.

Kondisi ini mau tidak mau mendorong perusahaan asal Jepang, Honda untuk lebih meningkatkan kualitas produk demi memperlancar penjualan unit sepeda motornya. Strategi penjualan dibuat fleksibel dengan selalu mengkaitkan konsumen dalam konsepnya. Hal ini mengikuti daya beli dan keinginan masyarakat yang terus bertambah.

Didukung dengan promosi hebat, seperti menggandeng artis ternama di setiap iklan produknya, volume penjualan sepeda motor Honda semakin meningkat. Honda juga selalu mengikutsertakan konsumen dalam setiap event pameran yang diselenggarakan.

Strategi penjualan jitu lainnya adalah pembentukan komunitas sesama pengguna sepeda motor merek Honda yang secara alami mendekatkan perusahaan ini dengan konsumennya.

Loyalitas pelanggan yang baik memang menjadi faktor yang membuat sebuah perusahaan mampu mempertahankan posisinya di tengah persaingan yang ketat. Honda sepertinya memahami hal tersebut.

Itulah mengapa perusahaan ini selalu menghadirkan inovasi menarik untuk tetap dekat dengan konsumennya baik dengan terus memperbaiki kualitas produk ataupun mengikutsertakan mereka dalam berbagai acara.

Slide1

Slide1