Strategi Penjualan dan Pemasaran Toyota Astra di Pasar Otomotif Indonesia

Memiliki mobil adalah impian banyak orang. Kendaraan bermotor roda empat ini menawarkan keleluasaan sebagai tumpangan pribadi.

Walaupun bagi sebagian masyarakat, alat transportasi ini masih tergolong barang mewah, tingkat penjualan mobil tetap terus bertambah. Bahkan perusahaan-perusahaan otomotif terus mengeluarkan produk baru demi memanjakan keinginan dan memenuhi kebutuhan konsumennya.

Salah satu produsen kendaraan roda empat yang merajai pasar Indonesia adalah Toyota. Sebagai pemain lama, perusahaan ini terus memantapkan posisinya sebagai brand ternama. Grafik penjualannya terus meningkat dari waktu ke waktu.

Di tahun 2014 sendiri, terdapat peningkatan double digits yang signifikan di hampir semua model kendaraan, mulai dari sedan, compact car, SUV, kendaraan 4×4, pickup, kendaraan niaga 2 ton serta commercial van.

Sejarah Toyota tidak dapat dilepaskan dari nama pendirinya. Industri Toyota didirikan oleh Sakichi Toyoda yang kemudian menciptakan mesin tenun manual dan otomatis untuk menghasilkan kain yang baik dalam jumlah besar.

Ide awalnya sangat sederhana, bagaimana ia melihat sesuatu seperti perkerjaan penenun tradisional, yang kemudian muncul keinginan untuk mengembangkan hal tersebut agar jumlahnya semakin banyak namun tetap dapat dikerjakan dengan lebih mudah. Iapun mulai memproduksi mesin tenun dibawah naungan perusahaannya yang bernama Toyoda Automatic Loom Works, Ltd pada tahun 1926.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kiichiro Toyoda, putra Sakichi, selalu mengingat nasehat ayahnya.

Ia pun terinspirasi untuk menciptakan produk otomotif setelah melihat mobil di Inggris. Setelah mempelajari detailnya dan sepeninggal ayahnya tahun 1930, ia mengembangkan Toyota Industries menjadi Toyota Group dan menghasilkan mobil.

Produksi mobil awalnya dilakukan dengan teknologi sangat sederhana dimulai pada tahun 1935 sebanyak 20 unit.

Kini, dibawah kepemimpinan anak Kiichiro, yaitu Akio Toyota, perusahaan otomotif asal Jepang ini terus berkembang dan telah mampu memproduksi total 200 juta unit dari awal berdiri sampai dengan saat ini. Perkembangannya pun dapat dirasakan di Indonesia, dimana Toyota mendirikan pabrik mesin pertamanya pada tahun 1982 dan mulai beroperasi tahun 1985 dengan nama PT. Toyota Astra Motor (TAM).

Sebagai market leader di industri otomotif Indonesia, Toyota terus mengembangkan strategi penjualan sesuai dengan kondisi pasar. Didukung dengan teknik pemasaran berupa promosi menarik, volume penjualan unit mobil Toyota terus meningkat dari waktu ke waktu. persaingan yang ketat pun tidak mempengaruhi perusahaan ini untuk tetap memberikan yang terbaik.

Ada beberapa strategi khusus yang dijalankan agar penjualan ritel terus meningkat. TAM menjamin penjualan kepada konsumen melalui gimmick promosi dimana terdapat diskon menarik saat pembelian.

Selain itu, TAM juga menggelar event trade in yang menjual stok mobil keluaran tahun sebelumnya dengan harga spesial. Penjualan kredit dengan bunga menarik serta pemberian hadiah langsung juga menjadi kelebihan dari strategi penjualan yang dijalankan.
Bukan hal yang mudah bagi Toyota untuk mempertahankan reputasinya sebagai market leader di industri otomotif Indonesia.

Persaingan semakin ketat dimana setiap produsen sama-sama meningkatkan kapasitas produksi dan ditambah lagi masuknya produk impor yang membanjiri pasaran.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, TAM telah mempersiapkan diri dengan strategi-strategi terbaik seperti memperkuat kualitas produk, memperkuat jaringan dan ekspansi, serta menyediakan pengalaman kepemilikan yang terbaik.

After sales service yang termasuk dalam program Best Ownership Experience (pengalaman kepemilikan terbaik), terbukti membawa Toyota memperoleh penghargaan ICSA tahun 2014.

Pengembangan produk tetap menjadi prioritas utama bagi Toyota karena hal itu akan mempengaruhi tingkat kepuasan dan pengalaman pengguna mobil keluaran produsen tersebut.

Demi terus memberikan yang terbaik, TAM juga menyediakan pelayanan purna jual yang home dan public service sehingga perusahaan tetap dekat dengan konsumen.

Slide1

Slide1