Kepemimpinan yang Efektif dan Kemampuan Memotivasi Anak Buah

Salah satu peran pemimpin yang cukup krusial adalah posisinya sebagai motivation stimulator. Seorang pemimpin tidak bisa menganggap dirinya sebagai pusat segala-galanya, di mana ia dibolehkan untuk bertindak semaunya tanpa memperhatikan kebutuhan anak buah. Singkat kata, seorang pemimpin sesungguhnya tidak diperkenankan untuk bersikap otoriter.

Sebaliknya, akan lebih baik bagi seorang pemimpin apabila ia mampu memotivasi karyawannya untuk bekerja sesuai dengan kemampuan mereka, dan memberi semangat bagi karyawannya untuk mengambil keputusan terbaik yang terkait dengan pekerjaannya.

Cobalah mempercayai bahwa anak buah anda memiliki kemampuan terbaik, di mana mereka bisa mengambil setiap keputusan dengan bijak, tanpa harus anda kontrol sepenuhnya. Namun tentu saja, pembicaraan ini tidak boleh berhenti pada mempercayai seorang anak buah.

Yang lebih penting dari semuanya adalah bagaimana anda menyemangati anak buah anda supaya sang anak buah percaya pada kemampuan dirinya. Inilah satu lagi inti dari motivasi yang kita bicarakan sedari tadi.

Seorang pemimpin yang mampu memberikan ruang sekaligus menunjukkan jalan kepada anak buahnya merupakan tipikal pemimpin yang sadar bahwa kemajuan sebuah organisasi tergantung dari seberapa jauh kualitas individu yang dimiliki oleh masing-masing anak buah.

Di sini seorang pemimpin perlu menyadari bahwa kualitas individu masih bisa dibentuk, dan salah satu cara efektif yang bisa digunakan untuk membentuk kualitas adalah dengan menanamkan kesadaran kepada anak buah bahwa mereka masih bisa berkembang dengan pesat. Namun pemberian motivasi semacam ini harus dibarengi dengan pembukaan ruang bagi mereka untuk berkembang.

Dengan kata lain, seorang pemimpin juga harus menerapkan langkah-langkah konkrit untuk membuka jalan bagi para anak buah untuk berkembang secara maksimal. Setidaknya ada dua hal yang perlu dilakukan pemimpin ketika menerapkan perannya sebagai motivation stimulator.

1) Seorang pemimpin harus bisa menginspirasi dengan contoh yang nyata
Anda tentu saja tidak bisa mengharapkan perubahan dengan hanya berbekal kata-kata mutiara penuh motivasi, bukan begitu? Karenanya di sini diperlukan situasi di mana anda bisa memberi contoh yang baik, terkait dengan bagaimana anda akan menginspirasi orang lain dengan perbuatan nyata.

2) Menciptakan dan mengkomunikasikan sasaran dengan jelas
Sebelumnya kita telah berbicara banyak tentang kemampuan seorang pemimpin yang harus merancang sasaran-sasaran tertentu di mana yang terakhir ini harus diselaraskan dengan visi yang diemban oleh perusahaan. Dalam menciptakan sasaran, tujuan akhir tentu saja penting, namun yang juga tidak boleh dilupakan adalah bagaimana anda akan mengkomunasikan sasaran-sasaran itu dengan jelas.

Seorang pemimpin tidak boleh melupakan bahwa ia adalah inspirator yang memberikan contoh nyata bagi lingkungan di sekitarnya, dan selanjutnya ia harus sadar bahwa ia juga harus mampu mengkomunikasikan sasarannya dengan jelas. Tanpa kesadaran akan dua hal tersebut, seorang pemimpin takkan mampu berbuat yang terbaik.

Seorang pemimpin pun harus mampu mengelola anak buahnya, supaya mereka mampu bekerja penuh semangat dan terencana. Memiliki anak buah seperti ini akan menjamin kemajuan-kemajuan organisasi di masa depan.

Cara seperti ini dipandang lebih efektif dibandingkan dengan mengontrol anak buah secara total. Jadi pada intinya, motivasi adalah soal inspirasional. Motivasi dibentuk dari keinginan pemimpin untuk memberikan ruang bagi anak buahnya untuk berkembang sesuai dengan kemampuan mereka. Jadi pada intinya, motivasi pertama-tama harus berasal dari dalam kedirian pemimpin.

Tanpa semangat untuk menularkan warisannya, seorang pemimpin tidak akan mampu memberikan motivasi dan mengarahkan para anak buah untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Semangat tentu saja tidak hanya berkaitan dengan bagaimana anda memberikan wejangan dan petuah kepada anak buah supaya mereka bersemangat, melainkan juga berkaitan dengan bagaimana anda mampu memberikan contoh nyata kepada anak buah anda. Contoh nyata yang mampu anda wujudkan sendiri akan membuat anak buah anda terinspirasi oleh anda. Karenanya pemimpin perlu memperhatikan beberapa hal berikut ketika mereka bermaksud memberikan motivasi kepada anak buah:

1) Bersikaplah penuh semangat atas tujuan dan sasaran hidup anda sendiri. Dengan cara seperti ini, anak buah anda akan mampu melihat bahwa anda adalah seorang model yang bagus tentang bagaimana pemimpin mesti bersikap. Apa artinya bila anda memotivasi anak buah jika anda ternyata berlaku melenceng dari nasihat-nasihat yang anda berikan ke anak buah anda. Anda yang mampu menyemangati anak buah seharusnya sadar bahwa diri anda perlu bersemangat terlebih dahulu.

2) Pemimpin yang paling inspiratif seharusnya adalah pribadi yang juga mendapatkan inspirasi dan bersemangat dengan cita-cita hidup mereka, apapun bentuknya. Sama seperti poin nomor satu di atas, anda tidak bisa menyemangati orang untuk meraih cita-cita mereka sementara diri anda tidak berlaku sebagaimana mestinya. Artinya adalah, pemimpin yang hanya sanggup bicara tanpa merealisasikan apa yang mereka bicarakan bukanlah seorang pemimpin yang baik.

3) Berbagai kegembiraan bersama anak buah anda. Ini adalah cara efektif bagi pemimpin yang ingin menjadi katalisator bagi anak buah. Supaya bisa menjadi katalisator, pemimpin perlu untuk membagi sikap, semangat, dan kebahagiaan bersama anak buah, supaya mereka bisa mencapai cita-cita dan misi mereka.

Tidak ada yang lebih penting dari bersikap sesuai dengan apa yang telah anda katakan sebelumnya. Orang yang mampu menjalankan kata-kata dan tindakan secara konsisten akan lebih mampu menjadi katalisator, dibandingkan mereka yang hanya mampu berkata-kata tanpa tindakan konkrit, di mana mereka akan melaksanakan kata-kata yang diutarakan sebelumnya.

Ada beberapa hal yang masih bisa dibicarakan lebih lanjut perihal inspirasi dengan contoh nyata. Kita telah mengetahui sampai titik ini, bahwa seorang pemimpin haruslah seorang yang mampu menyelaraskan pikiran dan perbuatannya.

Artinya, bila ia berbicara tentang “tidak boleh membuang sampah sembarangan”, misalnya, maka perbuatannya kemudian harus selaras dengan apa yang telah dikatakannya demikian. Karena pemimpin adalah role model, maka tentu saja keselarasan antara kata dan perbuatan menjadi penting.

Tanpa keselarasan di antara keduanya, anda sebagai pemimpin tidak bisa meyakinkan anak buah anda bahwa apa yang anda lakukan adalah benar. Sebelumnya kita telah berbicara tentang hal-hal yang harus diperhatikan oleh pemimpin, perihal inspirasi dan contoh nyata yang bisa membantunya berkembang. Kali ini kita akan berbicara beberapa hal tambahan dalam kerangka tema yang sama.

Artinya di sini kita masih akan menemukan beberapa hal lanjutan tentang inspirasi yang dibarengi dengan contoh nyata. Anda tentu saja bisa menerapkan banyak hal untuk mewujudkan inspirasi yang anda tularkan ke anak buah anda. Cobalah anda menyuarakan beberapa hal dalam sebuah pertemuan yang tidak terlalu formal. Dalam hal ini, anda bisa menerapkan beberapa contoh sebagai berikut:

1) Berbagilah
Konsep berbagi di sini lebih berhubungan kepada kemauan anda untuk berbagi cerita berdasarkan pengalaman anda sendiri. Dalam sebuah pertemuan kecil, cobalah untuk menceritakan pengalaman anda yang paling penting dan membekas di dalam diri anda.

Ambilah beberapa hikmah yang bisa anda petik dari pengalaman anda itu, dan cobalah untuk meyakinkan ke anak buah anda bahwa pengalaman semacam itu bisa menjadi pelajaran bagus untuk mengemnbangkan diri. Cara semacam ini tentu saja akan memiliki ekses yang baik, khususnya bagi anak buah yang ingin tahu sejauh mana laku kepemimpinan yang dimiliki oleh pemimpin mereka.

2) Berbagi pengalaman kesalahan
Sebagai seorang manusia, pemimpin pernah melakukan kesalahan. Bukan kesalahan yang terkait dengan kehidupan pribadi, melainkan kesalahan yang berhubungan dengan organisasi.

Karena ini bagilah cerita tentang kesalahan-kesalahan organisasi di mana anda terlibat di dalamnya. Bagilah berbagai macam kesalahan dan juga kegagalan, dan apa yang anda pelajari dari keduanya. Menginspirasi orang dengan menceritakan pengalaman kegagalan anda sendiri bisa menjadi cara yang baik.

Pada intinya kita telah melihat bahwa kedua poin di atas semata berhubungan dengan berbagi pengalaman kepada anak buah anda.

Berbagi cerita, pengalaman, dan kesalahan merupakan cara yang baik untuk menjaga dan mengingatkan supaya anak buah anda tidak terjebak untuk melakukan kesalahan yang sama seperti yang pernah anda lakukan di masa lalu.

Penting untuk digarisbawahi, bahwa sebagai pemimpin, anda tidak akan pernah luput dari kesalahan. Namun tentunya anda sudah belajar dari kesalahan yang anda. Oleh karena itu, sekaranglah saatnya untuk berbagi tentang cerita kesalahan yang pernah anda lakukan di masa lalu.

Slide1

Slide1