Sikap Care dan Perhatian kepada Anak Buah sebagai Wujud Leadership Skills

Ketika anda mengeluh kepada bos anda, apakah anda mendapatkan kemarahan alih-alih kalimat bijak yang menentramkan anda? Jika ya, tentu keadaan semacam itu sangat menjengkelkan. Itu berarti juga bahwa bos anda hanya tahu caranya memerintah, namun tidak mau tahu bagaimana caranya memberikan kepedulian kepada anda. Ini adalah satu contoh bagaimana ikatan antara anak buah dan pimpinan sangat lemah.

Pemimpin tidak mau peduli kepada anak buah, bahkan ketika kesalahan dalam sebuah proyek muncul. Pemimpin seperti itu cenderung bersikap otoriter dan tidak mampu mengayomi anak buahnya.

Ia juga barangkali tidak loyal kepada anak buahnya. Padahal sikap seperti itu haruslah dihindari oleh mereka yang mengaku pemimpin. Di sinilah sebuah kepedulian pemimpin kepada anak buah mesti benar-benar diperhatikan oleh mereka yang mengelola sebuah tim dalam sebuah organisasi.

Pemimpin yang benar-benar peduli kepada anak buahnya bisa menjamin soliditas di masa depan, yang berarti proyek-proyek di masa mendatang akan berjalan dengan baik, dan ekspektasi-ekspektasi bisa terlaksana secara maksimal.

Pentingnya kepedulian pemimpin kepada anak buah juga menjamin terhindarnya konflik antara bawahan-atasan yang justru berpotensi menghambat kemajuan.

Oleh karena itu, pemimpin sebagai team builder mesti sadar bahwa kepedulian kepada anggota tim merupakan sebuah jalan mulus yang bisa membuat semuanya berjalan lancar. Inilah rupanya konseptualiasi dari apa yang disebut membangun kepedulian pimpinan kepada anak buah.

Seorang pemimpin mesti sadar bahwa ia tidak bisa mengerjakan semuanya sendirian, oleh karena itu ia harus membangun hubungan yang solid dengan anak buahnya.

Lalu, sebagai seorang pemimpin, apa yang harus anda lakukan untuk membangun kepedulian demi meningkatkan soliditas di antara anak buah anda? Ada beberapa langkah kecil yang bisa dirintis, antara lain.

1) Sekali-kali, cobalah anda terlibat dalam pembicaraan formal dengan setiap anggota tim, terutama jika terdapat kesempatan yang diberikan untuk anda. Di luar jam kerja, anda bisa membawa anak buah anda untuk makan di restoran, mentraktir mereka, dan terlibat dalam pembicaraan informal yang melupakan hubungan kaku antara bawahan dan atasan.

2) Kantor atau organisasi merupakan semesta kecil di mana anda sebagai pemimpin bisa membangun relasi yang kuat dengan anak buah. Caranya adalah dengan menyapa karyawan dengan cara menyebut namanya setiap anda bertemu dengan salah satu dari mereka di setiap pagi.

Menyapa karyawan pertama kali di setiap pagi akan membantu anda membangun hubungan yang solid dengan mereka.

3) Ketika anda menemukan kesalahan-kesalahan anak buah, cobalah untuk tetap berpikir positif. Artinya, berikanlah harapan yang kuat untuk anak buah anda. Cobalah memotivasi mereka, alih-alih memarahi mereka tanpa kontrol.

Dengarkanlah kesulitan mereka, dan berikanlah harapan-harapan yang kuat kepada mereka. Dengan begitu, komunikasi akan terjalin dengan baik.

Slide1

Slide1