Prinsip Kunci dalam Menguasai Kecerdasan Emosional

Emosi menjadi salah satu bagian terpenting di dalam hidup Anda sebagai manusia. Seringkali Anda beranggapan bahwa perasaan takut, marah, gembira, cinta, bosan, sedih dan lain sebagainya merupakan akibat dari berbagai kejadian yang Anda temui.

Emosi seringkali memicu keputusan yang akan Anda ambil. Tetapi, karena terpengaruh dengan perasaan atau emosi yang muncul di dalam hati dan pikiran, maka tidak jarang keputusan yang diambil memberikan dampak yang teramat besar, baik secara positif maupun negatif.

Ketika Anda membicarakan dan membahas emosi, maka Anda tidak dapat untuk tidak turut membahas mengenai kecerdasan emosional.

Sebabnya, kecerdasan emosional merupakan daya kemampuan seseorang untuk memberikan motivasi kepada diri sendiri, bertahan menghadapi stress dan rasa frustasi, mengambil alih kendali atas dorongan hati seperti perasaan gembira, marah, sedih, dsb serta untuk tidak melebih – lebihkan kesenangan, mengontrol suasana hati dan menahan stress. Oleh karenanya emosi secara harfiah diartikan sebagai kegiatan atau tata kelola pikiran, nafsu serta perasaan setiap akan keadaan mental yang meluap – luap.

Definisi Kecerdasan Emosional Menurut Ahli
Konsep mengenai kecerdasan emosional sendiri pertama kali muncul di tahun 1990 oleh Peter Salovey dan John Mayer yang kemudian menjadi salah satu topik bahasan paling popular dalam kajian ilmu psikologi. Ada beberapa definisi berbeda mengenai kecerdasan emosional menurut para ahli dapat dirangkum sebagai berikut :

1. Di dalam buku karya Sapiro, Salovey dan Mayer kecerdasan emosional diartikan sebagai himpunan bagian dari kecerdasan yang melibatkan kemampuan diri untuk memantau perasaan serta emosi baik kepada diri sendiri ataupun kepada orang lain, memilahnya dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk menuntun pikiran serta tindakan.

2. Menurut Robert K Cooper memberikan penjelasan di dalam bukunya bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional adalah kemampuan manusia untuk merasakan memahami dan menetapkan daya dan kepekaan emosi secara efektif sebagai sumber informasi, energi, koneksi serta pengaruh manusiawi.

3. Jeane Seagal mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai hubungan pribadi antar pribadi yang bertanggung jawab atas harga diri, kepekaan social, kesadaran diri dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial.

4. Dannies Goleman mengartikan kecerdasan emosional sebagai suatu kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosi yang muncul dari diri sendiri, mampu memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain dan membina suatu hubungan dengan pribadi lain.

5. Usman Najati menyatakan bahwa kecerdasan emosional atau yang lazim pula disebut dengan sebutan EQ atau Emotional Quotient adalah sebuah kecerdasan yang dapat memotivasi kondisi psikologis untuk menjadi pribadi – pribadi yang lebih matang.

Secara garis besar, kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan untuk mengenali perasaan yang dimiliki oleh diri sendiri serta orang lain, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan sekaligus kemampuan untuk me-manage emosi baik pada diri sendiri maupun dalam hubungannya dengan pihak atau orang lain. Oleh karenanya, kecerdasan emosional dapat dikatakan sebagai dasar – dasar pembentukan emosi yang mencakup keterampilan seseorang untuk :

Menunda rasa puas dan memberi kendali atas implus
Menyalurkan emosi – emosi yang kuat dengan cara yang lebih efektif
Merasakan optimis ketika menghadapi satu tantangan atau kemalangan
Menangani kelemahan – kelemahan pribadi
Memotivasi serta menjaga semangat untuk mencapai satu tujuan tertentu
Membangun kecerdasan diri
Membangun pemahaman diri sendiri, dan
Menunjukkan rasa empati kepada orang lain

Saat ini, ada cara – cara khusus untuk melatih dan membangun kecerdasan emosional. Meski hingga saat ini banyak menuai pro dan kontra, namun sejatinya berlatih untuk mengembangkan kecerdasan emosi dapat memberi Anda kemampuan untuk selangkah lebih maju dan menggapai target – target yang ingin Anda raih.

Slide1

Slide1