Konsep Kunci tentang Problem Solving and Decision Making

Problem solving secara kreatif atau yang juga dikenal dengan sebutan creative problem solving merupakan suatu bentuk pengembangan dari metode pemecahan masalah konvensional. Metode ini menitikberatkan pada unsur – unsur kreativitas serta daya inovasi.

Hal tersebut memiliki tujuan untuk membuka sudut pandang yang lebih luas terhadap kemungkinan – kemungkinan yang mungkin muncul ketika menggunakan metode penyelesaian sebelumnya. Banyak pihak menyatakan bahwa metode creative problem solving dapat sangat bermanfaat, termasuk ketika diaplikasikan untuk memecahkan masalah yang sulit dipecahkan dengan metode konvensional yang biasa dilakukan oleh banyak orang.

Konsep Problem Solving Secara Kreatif
Ada tiga konsep dasar yang digunakan di dalam metode problem solving secara kreatif, yaitu:

Konsep ini berkaitan earat dengan perubahan – perubahan yang mesti dilakukan.

Hal – hal baru diperlukan di dalam konsep ini sehingga sudut pandang berbeda bisa didapat. Seseorang yang memiliki dorongan inovatif akan berfikir secara kreatif dengan sendirinya. Hal itu terjadi karena inovasi tidak dapat dilepaskan atau hanya dapat dihasilkan melalui cara berfikir kreatif. Individu yang menemukan hal baru sejatinya melihat hal yang sama seperti yang dilihat oleh semua orang, yang menjadi pembeda hanyalah pada cara berpikir.

Berfikir secara kreatif dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berpikir dengan cara yang berbeda atau istilah populernya thinking outside the box. Dalam hal ini, individu berusaha untuk menanggalkan kelaziman, kebiasaan maupun hal – hal yang sudah umum untuk menemukan sesuatu yang berbeda dan baru yang mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya.

Menurut ahli, suatu gagasan kreatif tidaklah muncul secara mendadak atau serta merta, melainkan melalui tahapan tahapan tertentu yang berkembang secara gradual.

Keberanian mengambil resiko. Ini merupakan salah satu komponen penting dari creative problem solving.

Resiko merupakan ketidakpastian yang mungkin akan terjadi dan mungkin akan menimbulkan suatu kerugian. Oleh karena itu, untuk meminimalisir resiko yang mungkin muncul, adanya manajemen resiko atau risk management sangat diperlukan. Manajemen resiko sendiri meliputi identifikasi, evaluasi dan pengendalian resiko.

Fungsi Problem Solving Secara Kreatif
Pada konteks yang lebih luas, problem solving tidak harus selalu diartikan sebagai pemecahan masalah, namun juga dapat berupa tantang, suatu situasi atau peluang. Untuk digolongkan sebagai suatu masalah atau bukan pada umumnya dikembalikan kepada individu masing – masing atau menurut pendapat secara subjective.

Artinya, suatu hal mungkin dianggap sebagai masalah namun belum tentu demikian bagi orang atau pihak lain meskipun kondisi dan faktor yang melingkupinya mungkin relatif serupa atau bahkan sama.

Problem solving secara kreatif secara prinsip tidaklah berbeda dengan metode penyelesaian masalah yang telah Anda kenal selama ini.

Namun, ada tahapan – tahapan tertentu di dalam creative problem solving yang pada umumnya harus diaplikasikan, yang paling sederhana adalah seperti yang diperkenalkan oleh Edward Deming yakni Plan atau perencanaan, do atau langkah pertama, check atau mengevaluasi dan act atau mengambil langkah lanjutan untuk perbaikan selanjutnya.

Apabila dikaji lebih rinci, maka keempat langkah tersebut dapat dijabarkan menjadi 7 langkah penyelesaian masalah yakni analisa situasi, pengumpulan data, analisa data, pencarian ide atau solusi, penetapan solusi, penerimaan solusi dan terakhir pembuatan rencana tindakan. Creative problem solving saat ini menjadi bagian kompetensi yang wajib dimiliki oleh suatu organisasi untuk menjembatani teori dan praktek hingga visi dan misi yang telah dicanangkan dapat diwujudkan.

Kaos Vertikal

Kaos resize

Pakar resize

Slide1

Slide1