Pengaruh Negatif Atasan yang Buruk terjadap Motivasi Kerja Karyawan

Pernahkah Anda dimarahi atasan hingga membuat Anda benar-benar ingin keluar dari perusahaan?

Atasan memang bisa memarahi Anda ketika pekerjaan yang diberikannya kepada Anda tidak sesuai dengan keinginannya. Namun, bukan berarti setiap kemarahan atasan Anda harus dimasukkan kedalam hati.

Ibarat Anda sebagai pembantu, dia sebagai majikan Anda, bos Anda akan menyuruh apa saja yang dia inginkan sekalipun hal itu membuat Anda benar-benar emosi. Tapi, kendalikan emosi Anda karena Anda butuh pekerjaa, Anda butuh uang untuk keluarga.

Banyak karyawan yang juga merasakan apa yang Anda rasakan, dimarahi atasan, dan semua pekerjaan yang Anda lakukan tidak ada benarnya. Tapi, apakah Anda akan mengakhiri pekerjaan ditempat itu hanya karena kemarahan bos?

Sekali lagi, Anda tidak sendiri, masih banyak karyawan lain yang senasib dengan Anda, jadi mengapa harus keluar dari pekerjaan? Seorang pemimpin perusahaan, dia memang bisa menyuruh karyawannya namun tidak seharusnya juga dia memaki bawahannya dengan kata-kata yang menyakitkan. Ingat, karyawan juga manusia, bukan komputer.

Kesalahan itu wajar, namun memperbaiki kesalahan itulah yang harus dilakukan.

Jika Anda bertindak sebagai atasan, apapun yang Anda lakukan, tentunya harus didapatkan pada aturan yang berlaku. Atasan seharusnya bsia memberikan kenyamanan pada karyawannya, jika karyawan potensial Anda hengkang dari perusahaan karena kemarahan Anda, tentu hal ini sangat merugikan Anda sendiri. Menjadi seorang pemimpin memang bukan hal yang mudah, bahkan sangat sulit dilakukan.

Bagaimana atasan yang disukai karyawan?
Menjadi atasan yang disukai karyawan tentu sangat menyenangkan, tapi tidak semudah itu.

Ada tidak hanya memimpin satu orang saja namun ada puluhan bahkan ratusan karyawan yang akan membantu kerja perusahaan. Mengatur dan menyatukan mereka untuk bekerja dalam satu tim yang kompak bukanlah hal mudah. Kadang Anda menegur mereka, namun mereka menganggap teguran tersebut adalah kemarahan Anda, menjadi atasan juga harus bisa mengendalikan emosi. Atasan yang baik tidak akan marah-marah di hadapan karyawan lainnya, atau bahkan marah-marah di hadapan konsumen dan kliennya.

Kendalikan emosi Anda karena perilaku Anda adalah cermin dari sikap Anda sendiri.

Beberapa kriteria atasan yang disukai bawahannya adalah sebagai berikut:
• Bijaksana
• Mau mendengarkan keluh kesah bawahan
• Mau membantu bawahan saat mereka menghadapi masalah
• Mampu menahan emosi saat terjadi perselisihan dengan karyawan

• Mampu memecahkan masalah pekerjaan maupun masalah perselisihan antar karyawan
• Bersikap adil dalam mengambil keputusan
• Suka memberikan motivasi kepada bawahan

Jika Anda bisa menerapkan beberapa poin tersebut maka Anda akan menjadi atasan idola karyawan. Pada kenyataannya masih sedikit atasa yang memiliki sikap seperti itu, bahkan banyak atasan yang hanya bersikap baik ketika bawahannya bisa bekerja dengan baik, saat mereka membuat kesalahan, atasan langsung memaki habis-habisan.

Motivasi kerja dan atasan
Adakah hubungan yang erat antara motivasi kerja dan atasan? Atasan yang baik akan memberikan pengaruh motivasi yang baik bagi karyawannya, namun atasan yang menang sendiri akan memberikan pengaruh penurunan motivasi kerja yang rendah pada karyawan.

Seorang atau beberapa karyawan yang memiliki atasan sangat baik, mengerti keinginan karyawan dan bisa memimpin anak buahnya, hal ini akan meningkatkan motivasi kerja bagi karyawan.

Selain gaji yang tinggi, karyawan juga butuh suasana kerja yang nyaman, kenyamanan tersebut bisa didapatkan ketika mereka mendapatkan perlindungan, penghargaan dan fasilitas yang memadai dari atasannya.

Jika karyawan mendapatkan kenyamanan tersebut, mereka akan lebih termotivasi untuk giat bekerja, bahkan mereka akan terus berkarir di perusahaan lebih lama. Sebaliknya, motivasi kerja karyawan akan menurun bahkan hilang ketika mereka tidak mendapatkan perlindungan dari atasan, mereka tidak mendapatkan gaji yang memadai dan tanpa adanya fasilitas.

Motivasi karyawan akan tinggi jika atasan mereka bisa memahami apa yang mereka inginkan. Ketika atasan tidak bisa menjadi apa yang diinginkan karyawan, motivasi kerja karyawan akan hilang.

Hilangnya motivasi mereka tentu akan membawa dampak buruk bagi perusahaan, bahan perusahaan berpeluang besar kehilangan karyawan yang berprestasi. Ssebagai atasan, Anda bisa memberikan hak karyawan sesuai dengan pengabdiannya pada perusahaan, dan jadilah motivator diantara karyawan untuk membangkitkan motivasi kerja yang tinggi pada karyawan.

Slide1

Slide1