Enam Tahapan dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan

Enam tahap dalam proses pemberian coaching and counseling, yakni :
Langkah 1 : Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah kinerja
Langkah 2: Menjelaskan dampak masalah
Langkah 3: Menganalisa penyebab masalah
Langkah 4: Mendefenisikan standar kinerja yang diharapkan
Langkah 5: Menggali gagasan untuk menetapkan solusi
Langkah 6: Menyusun rencana perbaikan dan tindak lanjut. Continue reading

Cara Memberikan Umpan Balik Kinerja Karyawan – Feedback Skills

Jika kita mampu memberikan umpan balik yang bertipe advice, maka dampaknya akan positif bagi kinerja, antara lain berupa : Meningkatkan percaya diri; Membina hubungan kerja yang konstruktif dan Meningkatkan kinerja karyawan.

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI.

Pedoman dalam memberikan umpan balik yang positif atau pujian, yakni berisi hal berikut :
• Spesifik
• Secepatnya
• Berhubungan dengan proses dan hasil kinerja
• Sampaikan juga langsung kepada yang bersangkutan
• Tulus
• Berikan weekly reinforcement, jika memang ada pekerjaan yang layak dipuji
• Puji proses kerja, bukan hanya hasilnya saja Continue reading

Mendiskusikan Masalah Kinerja Karyawan

Salah satu percakapan paling sulit yang pernah sebagian besar manajer lakukan adalah ketika mereka harus bertemu dengan seorang karyawan untuk bicara masalah kinerja. Kebanyakan manajer, baik membiarkan diskusi ini lepas sama sekali (hanya berharap hal ini akan lenyap), atau begitu jelas salah kelola dalam diskusi membuat karyawan merasa kehilangan semangat dan tidak termotivasi. Namun, tiga strategi berikut dapat membantu Anda di lain waktu untuk menemukan diri Anda yang perlu untuk melatih seorang karyawan untuk memperbaiki diri. Continue reading

Cara Melakukan Penilaian Kinerja Karyawan

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI.

Karena manajemen kinerja dijalankan terus-menerus, tindakan itu dapat membantu karyawan mengerti sifat dan kualitas kinerja yang baru saja mereka lakukan, menentu-kan apa yang harus mereka lakukan untuk mem-perbaikinya, dan memotivasi mereka untuk memperbaikinya. Manajemen kinerja yang efektif mempunyai tiga komponen pokok: pe¬rencanaan, manajemen, dan penilaian kinerja.

Perencanaan kinerja adalah proses mengidentifikasi kinerja yang diinginkan, dan mendapatkan komitmen karyawan untuk melaksanakan apa yang diharapkan darinya. Continue reading

Evaluasi Kinerja Karyawan

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI.

Membuat evaluasi tentang kinerja karyawan memang perlu. Tugas tersebut bukan tugas mudah bagi pihak manajemen; apalagi kalau evaluasi itu dilakukan terus-menerus maka kerumitan akan bertambah, dan bisa membingungkan. Evaluasi kinerja sebaiknya dilakukan setahun sekali. Yang dilakukan terus-menerus adalah manajemen kinerja. Dalam hal ini evaluasi dan manajemen merupakan dua hal yang harus dibedakan.

Evaluasi kinerja karyawan dilakukan untuk dua tujuan membantu karyawan mengerti kualitas kinerja mereka dan mengidentifikasi hal-hal apa yang perlu diperbaiki. Jelas, tujuannya menyangkut usaha mengubah perilaku karyawan. Selian itu juga memberi motivasi kepada karyawan supaya mau meningkatkan kinerja mereka. Ini juga berarti usaha mengubah perilaku yang bersangkutan. Continue reading

Tahapan dalam Melakukan Coaching Kepada Bawahan

Secara detil, terdapat lima langkah utama dalam melakukan performance coaching, yakni :
1. Memetakan masalah kinerja secara profesional
2. Mendiskusikan penyebab masalahnya
3. Mengenali dan mencatat solusi yang mungkin
4. Mengembangkan rencana kerja secara spesifik
5. Mengelola dan menjadwalkan sesi tindak lanjut (follow up)

Langkah 1 : Memetakan Masalah Kinerja secara Professional
Saat Anda menggambarkan permasalahan, Anda harus lebih spesifik. Sebaiknya menunjuk ke level kinerja yang dapat diterima (kuantitas atau kualitas) dan tunjukkan secara langsung kepada karyawan jika hasil mereka tidak sesuai dengan level tersebut. Dengan mengacu ke data-data yang ada dapat membantu Anda dalam menunjukkan permasalahan yang ada kepada karyawan. Penting bagi Anda untuk membuka diskusi ini dengan cara yang positif, bukan dengan cara mengancam. Continue reading