Judul KPI : % jumlah manajer yang melakukan kegiatan coaching secara reguler

Jenis KPI : % jumlah manajer yang melakukan kegiatan coaching secara reguler (setiap bulan)

Definisi KPI :
Mengukur jumlah manajer yang telah secara rutin melakukan kegiatan coaching pengembangan kompetens kepada para anak buahnya

Satuan pengukuran KPI : % (persentase)
Frekuensi Pengukuran : Bulanan
Tipe KPI : Maximize – makin tinggi angkanya, makin bagus

Formula Perhitungan :
Jumlah manajer yang telah melakukan kegiatan coaching dibanding jumlah total manajer. Misal : jika ada 10 manajer di dalam sebuah perusahaan; dan yang telah aktif melakukan kegiatan coaching kepada bawahan secara reguler hanya ada 4 manajer; maka persentasenya adalah 40%.

Mengapa KPI ini Relevan dan Layak Dipakai?
KPI ini digunakan untuk mengukur level pembinaan atasan (manajer) kepada para bawahannya. Kegiatan coaching untuk pengembangan kompetensi merupakan salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan. Melalui kegiatan coaching ini diharapkan akan terbangun proses pengembangan kompetensi dan kinerja karyawan secara kontinyu.

Melalui kegiatan coaching, para manajer juga akan memiliki peran dan tanggungjawab dalam proses pengembangan para anak buahnya. Didalamnya akan tercipta dialog, proses penyusunan action plan untuk mengembangkan kompetensi, dan sekaligus kegiatan monitoring serta pemberian umpan balik (feedback) kepada karyawan.

Akan lebih baik jika pihak departemen SDM telah menyiapkan panduan dan tools pendukung untuk membuat proses coaching dapat berjaland dengan lancar.

Jika Anda ingin mendapatkan katalog KPI lengkap untuk bidang HR, marketing, finance, produksi, dan IT, silakan KLIK DISINI.

Nama KPI : Jumlah Sales Revenue per Karyawan

Jenis KPI : Jumlah sales revenue per karyawan.

Definisi KPI :
Mengukur rata-rata pendapatan (revenue) per karyawan.

Satuan pengukuran KPI : Rupiah
Frekuensi Pengukuran : Bulanan
Tipe KPI : Maximize – makin tinggi angkanya, makin bagus

Formula penghitungan KPI :
Jumlah penjualan (revenue) dalam satu tahun dibagi jumlah karyawan. Jumlah karyawan bisa mengambil angka rata-rata jumlah karyawan, atau jumlah karyawan pada akhir tahun. Karyawan disini hanya merujuk pada karyawan tetap.

Sebagai misal : jumlah penjualan dalam satu tahun adalah Rp 100 milyar, sementara jumlah karyawan ada 500 orang, maka angka revenue per employee = Rp 100 m/500 = Rp 2 milyar. Makin tinggi angka-nya berarti makin bagus level produktivitas karyawan di perusahaan tersebut.

Mengapa KPI ini Relevan dan Layak Dipakai?
KPI diatas lazim digunakan untuk mengukur produktivitas karyawan. Untuk melihat level produktivitas karyawan Anda, maka sebaiknya dilihat angka revenue per employee perusahaan lain pada industri yang sejenis, dan kemudian lakukan perbandingan.

Jika Anda ingin mendapatkan katalog KPI lengkap untuk bidang HR, marketing, finance, produksi, dan IT, silakan KLIK DISINI.

Mengapa Penerapan Key Performance Indicators Gagal?

Untuk meningkatkan kinerja, banyak organisasi yang sekarang menerapkan sistem key performance indicators untuk menilai dan mengevaluasi kinerja para karyawannya. Key performance indicators sendiri dapat diartikan sebagai indikator kinerja yang terukur yang digunakan sebagai acun untuk menilai keberhasilan pelaksanaan tugas. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang KPI dan balanced scorecard, silakan KLIK DISINI ).

Namun demikian kadang penerapan manajemen kinerja berbasis key performance indicators (KPI) tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ada sejumlah aspek yang menyebabkan penerapan KPI tidak berjalan dengan lancar. Continue reading »

Daftar Key Performance Indicators

Key performance indicators atau sering disingkat menjadi KPI dapat diertikan sebagai ukuran atau Indikator yang akan memberikan informasi sejauh mana kita telah berhasil mewujudkan sasaran strategis yang telah kita tetapkan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang sangat bagus tentang Performance Management dan Balanced Scorecard, silakan KLIK DISINI ).

Dalam menyusun KPI kita harus sebaiknya menentapkan indikator kinerja yang jelas, spesifik dan terukur (measurable). KPI juga sebaiknya harus dinyatakan secara eksplisit dan rinci sehingga menjadi jelas apa yang diukur. Pada sisi lain, biaya untuk mengidentifikasi dan memonitor KPI sebaiknya tidak melebihi nilai yang akan diketahui dari pengukuran tersebut. Hindari pengukuran yang berlebihan yang tidak banyak memberi nilai tambah. Continue reading »

Balanced Scorecard : Kunci Sukses Mengelola Kinerja Perusahaan

Balanced scorecard (bsc) merupakan model pengelolaan kinerja perusahaan pada empat aspek utama, yakni aspek keuangan, aspek pelanggan, aspek proses bisnis internal (operasional) dan aspek learning and growth. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang balanced scorecard, silakan KLIK DISINI ).

Aspek keuangan merujuk pada pencapaian finansial yang dituju oleh perusahaan. Aspek ini merupakan aspek yang fundamental sebab tanpa meraih laba secara berkesinambungan, sebuah perusahaan bisa jatuh bangkrut. Aspek pelanggan merujuk pada sejauh mana, produk perusahaan bisa meraih kepercayaan dari para pelanggan; dan ujung-ujungnya bisa terus meningkatkan jumlah pelanggan baru. Continue reading »

Key Performance Indicator dalam Manajemen Pemasaran

Key performance indicators adalah indikator kinerja yang terukur untuk menilai keberhasilan strategi dan program pemasaran yang dijalankan. Key performance indicators sering juga disingkat sebagai KPI. Dalam tulisan ini akan diuraikan sejumlah KPI dalam area pemasaran.

Tabel contoh KPI bidang pemasaran yang lebih lengkap, bisa DI-DOWNLOAD DISINI.

Sales revenue : ukuran yang sangat lazim digunakan sebagai acuan utama dalam mengukur efektivitas program pemasaran. Ukuran ini juga merupakan hal yang paling penting bagi kinerja bisnis. Ukuran ini sering ditulis dalam bentuk rupiah (misal : sales = Rp 200 milyar per tahun) ataupun dalam bentuk persentase pertumbuhan sales (misal : sales revenue tumbuh 10 % dibanding tahun lalu). Ukuran ini kadang disebut juga sebagai omzet atau perputaran uang (pendapatan) yang diterima oleh perusahaan. Continue reading »

Training KPI - Penyusunan Key Performance Indicators

Penilaian kinerja karyawan acapkali dihadapkan pada problem subyektivitas karena tidak adanya indikator kinerja yang terukur dan obyektif. Tanpa didukung dengan identifikasi key performance indicators secara tepat, pengelolaan kinerja karyawan sering tidak dapat berjalan secara optimal.

Workshop ini didesain untuk memandu para peserta mengidentifikasi key performance indicators secara optimal, berdasar job des dan tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya. Didalamnya juga akan diuraikan mengenai cara mengukur dan memonitor pencapaian KPI serta target kinerja yang telah ditetapkan. Continue reading »

Key Performance Indicators untuk Manajemen SDM

Key Performance Indicators atau sering disebut sebagai KPI merupakan daftar tolok ukur yang digunakan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan kinerja individu atau suatu departemen/bagian. KPI haruslah bersifat terukur (measurable). Kalau tidak terukur namanya bukan KPI. “Melakukan proses pelatihan karyawan” bukanlah KPI sebab tidak dapat diukur.

Jika ingin dijadikan menjadi KPI, maka kalimat itu bisa diubah menjadi : “Jumlah program pelatihan yang dilakukan dalam satu tahun” atau bisa juga menjadi “Jumlah jam pelatihan per karyawan per tahun”. Dua contoh ini bisa diukur dan bisa dikuantifikasikan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi mengenai HR Management and Strategy, silakan klik DISINI). Continue reading »