Strategi untuk Membangun Budaya Pelayanan Prima dan Excellent Service

Pelayanan prima atau excellent service merupakan suatu pelayanan yang terbaik dalam memenuhi permintaan dan kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain, pelayanan prima merupakan pelayanan yang memenuhi standar kualitas dimana pelayanan tersebut dapat memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan/masyarakat.

Terdapat dua elemen yang saling berkaitan dalam pelayanan prima yaitu pelayanan dan kualitas. Keduanya sangat penting untuk selalu diperhatikan oleh para pemberi pelayanan (jasa maupun barang). Konsep pelayanan prima ini dapat diterapkan diberbagai organisasi, instansi, pemerintah, ataupun perusahaan bisnis.

Kemajuan sebuah Negara tercermin dari standar pelayanan yang mampu diberikan kepada penduduk lokal maupun pendatang. Sebaliknya, di Negara-negara miskin pada umumnya kualitas pelayanan yang diberikan di bawah standar minimal. Pada Negara berkembang, kualitas pelayanan biasanya telah memenuhi standar minimal. Berbeda dengan Negara-negara maju kualitas pelayanannya terhadap rakyatnya sudah di atas standar minimal. Continue reading

Budaya Kerja yang Fokus pada Proses

Budaya ini dimiliki oleh usaha-usaha yang berisiko rendah dan dengan umpan balik yang lambat, seperti bank, perusa¬haan asuransi, lembaga jasa keuangan, lembaga milik pemerintah, perusahaan utilitas, dan industri yang dideregulasi secara penuh (seperti industri farmasi di Amerika).

Di lembaga-lembaga pemerintah karyawan bahkan tak memperoleh umpan balik. Sebagai akibatnya, mereka tidak mengetahui efektivitas pekerjaan sampai terjadi sesuatu yang memerlukan evaluasi pekerjaan mereka. Kurangriya umpan balik mendorong karyawan untuk memfokuskan pada bagaimana mereka mengerjakan sesuatu, bukan pada apa yang mereka kerjakan. Continue reading

Budaya Kerja Keras

Budaya kerja keras dimiliki oleh organisasi penjualan yang hiperaktif: real estate, perusahaan komputer, distributor otomotif, usaha penjualan door to door, penjualan produk massal seperti McDonald atau Frito-Lay, produsen peralatan kantor seperti Xerox atau Pitney Bowes, dan sebagian besar toko eceran.

Para karyawan pada perusahaan ber-Budaya Kerja Keras umumnya bekerja dengan risiko yang kecil plus umpan balik yang cepat dan intensif. Selama karyawan melaksanakan kegiatannya terlepas dari apakah mereka berhasil memperoleh order pembelian atau tidak aktivitas bisnis akan terus jalan. Yang penting disini dituntut ketekunan karyawan untuk terus menjajakan dagangan atau datang kepada kon-sumen tanpa bosan. Continue reading

Membangun Budaya Kerja dan Budaya Perusahaan

Budaya Macho (keras seperti anak muda). Perusahaan di sini dihadapkan pada usaha yang penuh risiko dan umpan balik yang cepat. Tipe ini merupakan Budaya Perusahaan yang paling keras. Dalam usaha, keberuntungan dan kegagalan bisa da tang sekejap. Lembaga Kepolisian dan dokter bedah termasuk tipe ini. Dalam skala yang lebih luas, usaha-usaha berikut ini tergolong ber-Budaya Macho: konstruksi, kosmetik, konsultan manajemen, venture capital, perusahaan iklan, televisi, bioskop, percetakan, olahraga dan beberapa industri entertainment lainnya. Continue reading

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!