Teknik untuk Melakukan Negosiasi dalam Sales Process

Apakah anda dihadapkan dengan transaksi bisnis atau interaksi pribadi, negosiasi menjadi pendekatan yang terbaik untuk secara efektif menangani konflik kepentingan tersebut. Hasil dari negosiasi memiliki potensi untuk mengubah arah bisnis, karier, atau kehidupan.

Semua perlu meningkatkan keterampilan negosiasi dalam kehidupan pribadi dan sosial mereka terutama dalam kehidupan profesional. Setiap kali anda berkomunikasi dengan orang lain ada potensi untuk negosiasi. Negosiasi menggambarkan keterampilan hidup yang penting, bukan hanya kemampuan yang digunakan dalam situasi komersial. Dalam pasar yang semakin kompleks dan kompetitif saat ini, keterampilan negosiasi yang efektif menjadi kunci keberhasilan pribadi, perusahaan maupun organisasi.

Anda bisa mendapatkan keuntungan jika meningkatkan proses negosiasi, metodologi, strategi, dan taktik.

Sales negotiation merupakan negosiasi penjualan yang memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar ketika masalah ini dilepaskan sehingga bisa waktunya lebih baik di pasar untuk mendapatkan tingkat keuntungan terbaik.

1. Tujuan Sales Negosiation
Dua pihak atau lebih terlibat dalam permasalahan tertentu, semua memiliki sudut pandang yang berbeda dan solusi untuk masalah mereka sendiri. Mereka akan bernegosiasi yang melibatkan semua posisi mereka untuk mendapatkan keputusan akhir dan umum dan manfaat dari dalam satu cara atau lain, ketika hal itu terjadi maka pertemuan kan berakhir.

Tujuan dari negosiasi adalah untuk mendapatkan kesepakatan terbaik untuk organisasi

Dan tidak ada keraguan bahwa untuk mendapatkan kesepakatan yang baik adalah sangat penting dan negosiasi yang merupakan cara utama untuk mendapatkan kesepakatan tersebut. Namun, dalam kondisi saat ini, negosiasi lebih dari permainan untuk menentukan pemenang.

Karakteristik menonjol dari lingkungan bisnis terutama produsen saat ini adalah fokus pada pengembangan hubungan produsen yang sehat untuk keunggulan kompetitif. Hubungan persaingan yang sehat akan dimulai dari meja perundingan. Sisi baik yang yang melekat dalam negosiasi memungkinkan anda untuk mengamati beberapa hal tentang lawan negosiasi anda. Pengamatan tersebut dapat membantu anda memutuskan apakah lawan negosiasi adalah mitra jangka panjang yang tepat.

Seperti yang anda lihat, negosiasi telah mendapatkan peran baru. Jadi anda bisa melihat negosiasi berikutnya sebagai langkah pertama dalam hubungan jangka panjang. Hal ini akan membantu anda memilih klien yang terbaik untuk masa depan organisasi anda.

2. Kesalahan negosiasi oleh Sales

Kebanyakan sales memerlukan bernegosiasi dengan calon pelanggan dan pelanggan mereka. Tapiyang dihadapi saat ini adalah konsumen dan perusahaan pembeli yang jauh lebih agresif ketika bernegosiasi dengan persyaratan penjualan.

Sales sering berfokus pada negosiasi, banyak sales tidak memiliki tingkat yang sama kecanggihan saat bernegosiasi dengan pembeli yang cerdas. Ini berarti bahwa mereka membuat kesalahan yang berhubungan dengan biaya dan mengurangi penjualan mereka.

Berikut adalah beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan sales saat bernegosiasi:

a) Percaya bahwa harga adalah alasan utama mengapa orang membuat keputusan untuk membeli
Meskipun harga adalah faktor dalam setiap penjualan, itu hanyalah faktor pendorong di balik keputusan akhir seseorang untuk memilih produk.
b) Tidak meminta cukup pertanyaan bernilai tinggi.

Saat ini masih sedikit sales yang meluangkan waktu untuk mengajukan pertanyaan banyak selama proses penjualan yang membuat mereka lebih sulit untuk secara efektif melakukan penawaran kepada calon konsumen.

c) Tidak mengumpulkan informasi dengan baik
Sangat penting untuk mengajukan pertanyaan kepada calon konsumen yang tepat sehingga anda dapat bernegosiasi lebih efektif.

d) Terjerumus ke pemikiran bahwa semua pesaing anda selalu lebih murah

Sales lain di suatu tempat akan selalu dapat menjual produk serupa yang lebih murah Namun,ketika anda menjual dengan harga tertinggi maka tidak semua pesaing anda menjual dengan harga murah.

e) Gagal untuk menetapkan nilai produk
Nilai produk juga berhubungan dengan layanan atau solusi. Anda perlu menentukan hal apa yang penting bagi setiap pembeli atau pelanggan. Kemudian, posisikan produk anda dan biarkan pembeli menawarkan sesuai keinginan mereka terlebih dulu.

f) Membiarkan ego mereka untuk mendapatkan produk
Negosiasi adalah bagian dari bisnis tetapi banyak orang yang memenangkan kesepakatan yang baik karena ego mereka yang terlalu berlebihan.

g) Gagal untuk tetap objektif selama proses penjualan dan negosiasi
Banyak individu yang kehilangan objektivitas dan penjualan mereka meskipun pada satu titik ia bernegosiasi persis dengan apa yang dia inginkan.

h) Mengabaikan negosiasi dengan otoritas yang terbatas
Jangan ragu untuk memberitahu prospek bahwa anda perlu persetujuan dengan atasan sebelum anda setuju untuk memberikan produk kepada prospek. Hal itu memberi anda ruang gerak dan memungkinkan anda untuk menggambarkan bahwa anda bekerja atas nama pelanggan.

i) Gagal untuk merencanakan
Kegagalan untuk merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Investasikan waktu untuk merencanakan pendekatan anda kepada prospek, pilih taktik yang akan anda gunakan, dan informasi apa yang masih perlu anda negosiasikan untuk hasil terbaik

j) Tidak mengambil waktu untuk berpikir
Keputusan yang penting kadang-kadang dibuat tanpa pemikiran yang tepat, sering dalam keadaan emosi atau dalam rangka untuk mendapatkan kesepakatan bersama. Mengambil waktu untuk berpikir tentang implikasi dapat menghemat uang dan menambahkan keuntungan yang perlu anda garis bawahi.

GRATIS - 7 materi presentasi yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!