3 Tujuan Komunikasi Pemasaran yang Efektif

Tujuan komunikasi pemasaran terdiri dari tiga tahap, dimana tiap tahap dirancang untuk tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan tahap-tahap kesaran masyarakat.

Tipe pertama: Informing (Memberitahukan)

Tujuan komunikasi tipe ini adalah untuk memastikan agar masyarakat tahu dulu tentang produk tersebut, terutama jika produknya baru. Dalam kasus listrik pra bayar di atas, tujuan utama tipe komunikasi ini adalah memberitahukan dulu tentang apa itu listrik pra bayar, terutama untuk masyarakat yang belum memahami layanan ini.

Informasi yang diberikan biasanya masih bersifat informatif, namun tetap diusahakan agar bisa menghapus kesan awal yang negatif (bahwa listrik pra bayar kurang praktis, konsepnya terlalu asing dan bahkan tak bisa dipercaya), serta meningkatkan citra perusahaan.

Akan tetapi, tetap saja, tujuan utama informing adalah memberi informasi dasar agar masyarakat yang tadinya tak tahu menjadi tahu. Baru setelah itu, perusahaan bisa meneruskan ke langkah kedua dengan tujuan komunikasi berbeda, yaitu yang sifatnya lebih persuasif dan mulai mengarahkan orang untuk membeli produk.

Tiga Tipe Tujuan Komunikasi: Persuading
Seperti yang telah disebutkan, setelah masyarakat diberi informasi dasar mengenai suatu tipe produk, saatnya melakukan proses informasi yang kedua, yaitu yang sifatnya membujuk agar masyarakat mencoba produk tersebut.

Tipe Kedua: Persuading (Membujuk)
Dalam tahap kedua, tahap komunikasi sudah lebih diarahkan untuk membentuk rasa suka dan preferensi masyarakat terhadap suatu produk, agar membentuk preferensi positif untuk produk ini. Di sini, perusahaan mulai mencoba memengaruhi masyarakat agar beranggapan bahwa produk listrik pra bayar itu baik dan banyak keuntungannya.

Masyarakat yang tadinya beranggapan bahwa produk listrik pra bayar itu tidak meyakinkan dan tak bisa dipercaya harus diubah persepsinya, agar tidak memandang listrik pra bayar sebagai sesuatu yang menyulitkan namun justru menguntungkan.

Pada akhirnya, usaha komunikasi ini dilakukan agar masyarakat mempertimbangkan untuk memilih produk listrik pra bayar. Komunikasi tipe ini akan tetap diteruskan hingga banyak anggota masyarakat banyak yang membeli. Akan tetapi, ketika pembelian sudah terjadi, komunikasi pemasaran tak berakhir sampai di situ.

Tujuan Komunikasi: Reminding
Komunikasi pemasaran yang baik tak akan terhenti walaupun sudah banyak masyarakat yang membeli produk tersebut. Dalam hal ini, tipe tujuan komunikasi pemasaran akan berubah dan menyasar baik masyarakat yang belum maupun sudah mencoba listrik pra bayar. Akan tetapi, ini tetap merupakan komunikasi tahap terakhir dimana masyarakat sebagian besar sudah mengetahui produk ini dan sudah banyak yang menggunakan.
Tipe Ketiga: Reminding (Mengingatkan)

Tujuan komunikasi di sini lebih bersifat ‘mengingatkan,’ maksudnya adalah mengingatkan berbagai fitur dan ketentuan mengenai produk tersebut, dengan tujuan untuk membantu konsumen yang sudah membeli produk agar merasa terbantu dalam hal penggunaan produk tersebut. Misalnya, perusahaan membuat iklan yang memberitahukan tentang lokasi loket pembayaran listrik pra bayar, membuat kampanye hemat listrik dan sebagainya.

Nilai plus dari tipe kampanye ketiga ini adalah: perusahaan juga bisa membuat masyarakat yang belum pernah mencoba agar tertarik dengan produk tersebut, karena rasa penasaran mereka meningkat setelah melihat kampanye lanjutan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!