Tipe dan Gaya Kepemimpinan dalam Mengelola Team dan Kinerja

Kita telah banyak menyimak pembasahan tentang pemimpin, dan telah berbicara banyak mengenai hal-hal teknis seperti fungsi pemimpin dan apa yang harus pemimpin lakukan ketika mereka bekerja atas nama organisasi. Fungsi kepemimpinan bukanlah fungsi yang berada di sekitar pemimpin semata, melainkan juga berada di sekitar anak buah, orang-orang yang dimpinnya.

Oleh karena itu, berbicara organisasi bukan semata berbicara tentang pemimpin, melainkan juga berbicara tentang bagaimana hubungan antara pemimpin dan anak buah. Melalui konsep pemimpin sebagai motivation stimulator, kita telah banyak melihat bagaimana mengkomunikasikan motivasi dengan cara selefektif mungkin dan membuatnya terlihat selaras dengan visi dan sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh perusahaan. Sekarang hendaknya kita menengok kembali tentang tipe-tipe pemimpin dan mana yang paling dibutuhkan.

Asumsikanlah bahwa anda adalah seorang pemimpin yang sekarang diserahi tugas untuk membenahi segala hal yang sudah telanjur bobrok. Artinya, anda sekarang berada di tengah situasi di mana anda harus membenahi organisasi yang bobrok dan anak buah dengan mentalitas yang pasif.

Anda pilih Misqien atau Kaya? Dapatkan Ebook yang Sangat Mencekam tentang Jurus Meraih Kekayaaan dan Financial Freedom. Gratis. Download DI SINI sekarang juga.

Berada di tengah-tengah organisasi semacam itu tentu saja menjengkelkan, namun ini adalah juga tantangan bagi anda.

Anda bisa menjadi agen perubahan, atau pemimpin yang mngubah seluruh struktur dan mentalitas dalam organisasi.

Itulah intinya. Sebelumnya kita telah berbicara tipe-tipe pemimpin yang umumnya dibagi menjadi empat tipe, yakni: pemimpin direktif, pemimpin suportif, pemimpin partisipatif, dan pemimpin yang berorientasi pada pencapaian tujuan.

Berada di sebuah organisasi yang bobrok secara struktural, di mana anak buah anda memiliki mentalitas pasif, anda tentu saja bisa menjadi pemimpin yang cenderung direktif. Artinya anda bisa bekerja berdasarkan gaya yang tegas dan sedikit efektif.

Gaya semacam ini sesungguhnya cocok bila anda menghadapi tugas yang penuh ketidakpastian, dan berada di dalam organisasi yang bobrok secara struktural. Biasanya tipe organisasi seperti ini akan menempatkan anda untuk bekerja di dalam situasi penuh tekanan dan konflik.

Gaya yang tegas dan cenderung otoriter akan efektif bila diterapkan di dalam situasi di mana konflik rentan terjadi karena banyak ego yang saling bertabrakan satu sama lain. Karena itu motivasi tidaklah cukup. Anda juga harus bersiap-siap untuk memiliki visi paten dan sikap yang tegas, supaya semua rancangan yang berkaitan dengan sasaran-sasaran organisasi bisa terwujud dengan baik.

Gaya kepemimpinan yang tegas dan cenderung otoriter berguna juga terutama ketika anda memiliki anak buah yang cenderung memiliki mentalitas pasif. Ini hanya ingin menyebutkan satu hal: bahwa gaya kepemimpinan bisa diterapkan secara berbeda, tergantung di mana anda berada. Dalam sebuah organisasi dengan struktur yang bobrok, gaya tegas dan sedikit otoriter akan membantu anda mengubah segalanya menjadi lebih baik di masa depan. Namun harus diingat bahwa di sini anda tidak perlu menjadi pemimpin yang otoriter dan tidak menerima saran apapun dari anak buah anda.

Tipe Pemimpin dengan Gaya Sportif
Dalam sebuah organisasi, terdapat struktur kelembagaan yang jelas, meliputi semua hal yang terkait dengan penerapan tugas dan hubungan pimpinan dan bawahan serta tugas-tugas apa saja yang harus diemban oleh mereka.

Tentu saja dalam sebuah organisasi, pemimpin menempati sentra terpenting, di mana ia bertugas membentuk visi dan menentukan sasaran yang kemudian diaplikasikan secara sistemik lewat anak buahnya. Karena itu bisa dibilang dalam sebuah lini kerja organisasi, pemimpin menempati pucuk, di mana ia bertugas mengatur segalanya. Karena itulah anda perlu mengenali beberapa jenis tipe pemimpin yang dibuat secara umum.

Sebelumnya kita memang telah berbicara tentang tipe-tipe pemimpin, namun akan lebih baik bila kita merinci hal-hal apa saja yang terkait dengan tipe-tipe pemimpin yang sudah tersebut. Setelah membicarakan secara lebih rinci mengenai tipe pemimpin direktif, sekarang saatnya untuk berbicara pemimpin yang bergaya sportif.

Pemimpin bergaya sportif umumnya dibutuhkan oleh sebuah organisasi yang memang sudah tertata dengan rapi, dengan hierarki yang jelas.

Pendek kata, pemimpin dengan gaya sportif cenderung dibutuhkan ketika organisasi sudah mapan dan tidak memiliki kelemahan-kelemahan yang sifatnya struktural.

Dengan kata lain, pemimpin dalam organisasi macam itu hanya tinggal merinci beberapa hal ke dalam spesifikasi tertentu, katakanlah hal-hal yang terkait dengan visi dan sasaran-sasaran yang sudah dibentuk sebelumnya. Apa yang perlu diketahui adalah ciri khas pemimpin sportif yang bekerja di dalam organisasi yang sudah memiliki struktur rapi dan laten. Berikut ciri yang bisa dikenali:

1) Gaya pemimpin yang sportif justru akan menjadi efektif ketika para anggota dalam tim menjalankan tugas yang sudah terstruktur dengan jelas dan rapi. Jelas ciri seperti ini adalah ciri organisasi yang memang sudah rapi dan berjalan efektif. Berbeda dengan tipe organisasi yang kacau balau, organisasi dengan struktur yang pasti mampu memberikan kepastian-kepastian bagi para anggotanya, memimpin mereka sedemikian rupa dengan cara-cara yang efektif.

2) Gaya pemimpin yang sportif umumnya muncul ketika garis otoritas bersifat birokratik dan penuh dengan otoritas formal yang terlihat jelas bentuknya. Gaya seperti ini umumnya lebih mudah diterapkan ketika struktur tugas dan wewenang memang sudah jelas digariskan. Pemimpin tidak perlu bersikap direktif, atau main perintah, karena semua struktur dalam organisasi sudah jelas dan ia tinggal bertindak sesuai dengan kepentingan-kepentingan yang ada.

Jadi jelas bahwa ada perbedaan cukup jelas di antara pemimpin bergaya direktif dan pemimpin bergaya sportif. Keduanya cenderung dibedakan berdasarkan struktur organisasi. Jika salah satu bisa diterapkan dalam organisasi yang kaku dan belum beres, tipe yang kedua bisa diterapkan dalam sebuah organisasi yang sudah mapan. Pembedaan atas keduanya akan membantu anda bertindak dan menerapkan pilihan-pilihan yang terbaik bagi anak buah anda dan bagi organisasi dalam lingkup yang lebih luas.

Ciri Pemimpin Partisipatif
Dalam sebuah organisasi di mana anda menjadi pimpinannnya, penting bagi anda untuk mengenali karakteristik anak buah dan kemudian menerapkan gaya yang sesuai dengan karakteristik yang ada. Telah kita lihat di atas dua gaya yang berbeda satu sama lain, di mana keduanya dinilai berdasarkan tipe-tipe organisasi yang ada. Sekarang ini kita akan membicarakan gaya berdasarkan karakteristik anak buah atau anggota tim, yakni gaya yang cenderung partisipatif.

Karakteristik gaya ini bisa dipahami bila sebuah organisasi memiliki anggota yang berinisiatif tinggi dan memiliki mental yang proaktif. Maksudnya, anak buah/anggota tim cenderung memiliki gairah besar untuk berpartisipasi secara maksimal dalam setiap pekerjaannya. Anggota yang memiliki karakteristik seperti ini cenderung mau untuk maju dan berkembang sesuai dengan perkembangan pimpinannya. Dan biasanya, mereka cenderung proaktif dan mau mengambil inisiatif, walaupun tidak diminta.

Tentu saja anak buah dengan karakter seperti itu akan membahagiakan pemimpinnya. Pemimpin juga akan tertolong jika ia memiliki anak buah yang proaktif dan mampu bekerja sesuai dengan spesifikasi tugas yang diminta. Lalu, ada asatu pertanyaan yang perlu dijawab, bagaimana karakter pemimpin yang partisipatif? Pada intinya, pemimpin yang memenuhi kualifikasi partisipatif akan selalu bersikap proaktif juga, dengan terlibat langsung dengan pekerjaan/tugas yang ia bebankan kepada anak buahnya. Oleh karena itu ciri pemimpin seperti itu bisa dikenali lewat hal-hal berikut:

1) Seorang yang mau berdiri setara dengan anggoatanya

Pemimpin yang partisipatif akan merasa bahwa anggotanya adalah aset dan bukan anak buah yang bisa diperintah sesuka hatinya. Ia akan mau turun ke bawah, menyaksikan anak buahnya bekerja, dan membantunya dengan cara memberikan saran demi kemajuan tugas/pekerjaan. Pemimpin seperti ini biasanya juga mau memberikan saran-saran bernas, yang mungkin berguna bagi kemajuan anak buah dan pekerjaannya.

2) Seorang yang selalu mengamati bersama anak buahnya

Pemimpin yang partisipatif tidak hanya duduk di menara geding sambil sesekali menengok apa yang sedang dikerjakan anak buahnya. Pemimpin yang partisipasif cenderung mengambil keputusan berdasarkan analisis terhadap kondisi riil yang ada di lapangan. Pemimpin bergaya seperti ini cenderung disukai oleh para anak buah, karena ia adalah tipe yang mau bekerja bersama mereka, dan bukan tergolong tipe yang maunya hanya memerintah.

Mana yang akan anda pilih sejauh ini? Tentu saja sekali lagi anda harus menyelaraskan gaya kepemimpinan berdasarkan kondisi organisasi dan struktur yang sudah dibentuk di dalamnya. Namun tampaknya gaya kepemimpinan yang partisipatif cenderung berguna bagi mereka yang ingin menerapkan ide-ide mereka dengan cara berkolaborasi bersama bawahan. Menjadi menarik untuk mengembangkan gaya dan mentalitas yang partisipatif, karena gaya semacam ini juga akan membantu anak buah berkembang. Apakah anda tertarik mengembangkannya?

Pemimpin Yang Berorientasi Kepada Hasil
Di atas telah kita temukan beberapa corak gaya kepemimpinan yang sesungguhnya bisa diselaraskan dengan kondisi organisasi masing-masing. Pemimpin dengan gaya partisipatif cenderung disukai oleh bawahan dan manajemen, sementara pemimpin yang cenderung direktif hanya bisa diterapkan ketika kondisi organisasi memang perlu direformasi demi alasan kemajuan.

Sementara itu, karena sebuah organisasi adalah tempat di mana hubungan antar anggota terselenggara dan juga tempat di mana tugas dan pekerjaan bisa muncul, diperlukan seorang pemimpin yang mau berorientasi kepada hasil pekerjaan dan prosesnya. Jika tipe partisipatif menuntut seorang pemimpin untuk berhubungan baik dengan anak buahnya, maka diperlukan tipe lain, yakni tipe yang berorientasi kepada hasil pekerjaan/penugasan tertentu.

Tipe yang berorientasi kepada hasil umumnya merupakan tipe pimpinan yang memang dari sananya partisipatif. Pemimpin dengan tipe seperti akan selalu menuntut anggotanya untuk berkonsentrasi terhadap pekerjaan yang tersedia di depan mereka. Tipe pemimpin seperti ini juga selalu bersikap proaktif terhadap tugas-tugas yang diserahkan kepada bawahannya.

Artinya bahwa pemimpin yang berorientasi kepada hasil selalu menganggap bahwa hasil pekerjaan terbaik akan dicapai bila anak buah berada dalam kondisi terbaik. Inilah kiranya maksud dari pemimpin yang berorientasi kepada hasil.

Tentu saja akan selalu ada pemimpin yang berpikir bahwa ia adalah seorang sentral. Dan karena ia adalah sentral, maka ia hanya akan bertindak sebatas memberikan tugas, membaginya kepada orang yang tepat, untuk kemudian menunggu hasilnya. Pemimpin dengan karakteristik semacam itu hanya sanggup memberi perintah melakukan kontrol, bukan terlibat dan memberikan rasa percaya diri kepada bawahannya.

Kemudian, bisa dirinci beberapa sifat yang melekat pada diri pemimpin yang berorientasi kepada hasil.

Ini termasuk:

1) Mau melibatkan diri kepada tugas-tugas, tidak sekadar memberikan tugas kepada karyawannya. Pemimpin seperti ini akan selalu memeriksa dan mengontrol apakah karyawannya telah mengerjakan tugas dengan baik, dan apakah progress sesuai dengan yang diharapkan. Ia mau memberikan masukan kepada anak buah seandainya pekerjaan tertentu tidak mengalami kemajuan apapun.

2) Ia selalu berpandangan bahwa anak buah adalah ujung tombak. Tipe pemimpin seperti ini biasanya paham akan kemampuan anak buah dan mampu memberikan kepercayaan penuh kepada mereka. Orientasi kepada kemampuan anak buah berarti pemimpin itu siap memberikan segalanya untuk memandu anak buahnya mencapai kemajuan-kemajuan yang berguna bagi penugasan dan organisasi.

Salah satu kegunaan dari pemimpin dengan tipe yang berorientasi kepada hasil adalah ia mampu memberikan dampak yang baik terhadap rasa percaya diri karyawan, terutama ketika mereka dihadapkan pada rangkaian tugas yang penuh dengan ketidakpastian. Jadi, tipe pemimpin seperti ini dibutuhkan ketika sebuah tim menghadapi rangkaian tugas yang menuntut hasil yang maksimal. Pemimpin dengan orientasi pada hasil dibutuhkan terutama ketika sebuah anggota tim menghadapi ketidakpastian.

Anda pilih Misqien atau Kaya? Dapatkan Ebook yang Sangat Mencekam tentang Jurus Meraih Kekayaaan dan Financial Freedom. Gratis. Download DI SINI sekarang juga. Atau klik gambar di bawah.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!