3 Elemen Kunci untuk Meledakkan Motivasi Kerja Anda

Apa arti motivasi bagi anda? Tentu bisa bermacam-macam. Biasanya orang tertarik untuk mendengarkan kuliah motivasi atau motivasi yang berasal dari seseorang karena ia sendiri (jiwanya) lapar dan merasa kekurangan. Ketika sedang tidak bersemangat, orang akan membutuhkan motivasi.

Dan dalam sebuah organisasi di mana hubungan antar individu menjadi penting, motivasi tetaplah menjadi sesuatu yang penting. Motivasi dalam hal ini tentu saja berasal dari pemimpin, yang kemudian disalurkan kepada anak buahnya.

Motivasi dalam kerangka kepentingan organisasi menempati peran yang cukup krusial, utamanya untuk mendongkrak mental anak buah ke titik maksimal. Seorang pemimpin yang sanggup memotivasi anak buahnya untuk maju merupakan seorang pemimpin yang peduli akan kemajuan perusahaan.

Motivasi dalam tubuh organisasi diperlukan, mengingat setiap karyawan/anak buah bisa saja merasa jenuh karena rutinitas harian yang terus berulang. Oleh karena itulah diperlukan figur sentral yang sanggup untuk memompa semangat mereka, dan figur tersebut berada dalam diri seorang pemimpin. Pemimpin bisa bertindak sebagai “juru selamat” bagi figur-figur yang dipimpinnya.

“Juru selamat” itu sendiri adalah sebuah kategori penilaian, bukan julukan, yang berada pada tataran di mana seorang pemimpin memberi semangat kepada anak buahnya sesuai dengan masalah yang dihadapi pada waktu itu.

Karenanya, ini bukanlah soal bagaimana anda mampu merangkai kata-kata indah, melainkan juga soal bagaimana anda memberi semangat, solusi, atau pencerahan berdasarkan masalah-masalah spesifik yang menimpa anak buah anda.

Jadi pada intinya, jangan pernah memberi kata-kata indah kepada karyawan yang memang tidak membutuhkannya. Usahakanlah untuk selalu memberi motivasi dalam kerangka yang lebih khusus, artinya yang diselaraskan dengan kebutuhan karyawan anda.

Motivasi bukanlah barang dagangan yang bisa ditukarkan dengan uang. Ia adalah salah satu bentuk wujud sebuah usaha dari anda untuk mendorong anak buah menggapai tingkat yang lebih tinggi. Inilah makna konsep abstrak dari “motivasi” itu sendiri.

Karenanya penting bagi seorang pemimpin untuk mengetahui tiga C dari kata “motivasi” itu sendiri, yang meliputi collaboration, content, dan choice. Masing-masing C akan dijabarkan kemudian, namun sekali lagi pemberian motivasi bukanlah sekadar soal memotivasi anak buah anda dengan kata-kata mutiara dan wejangan tertentu.

Memahami arti motivasi dan menerapkan cara-cara yang tepat dalam memberikan motivasi kepada anak buah berarti: seorang pemimpin harus bersiap mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan benar. Tanpa memahami tiga C yang disebutkan di atas, motivasi hanya akan menjadi kata-kata mutiara semata, tanpa kemampuan untuk membangun individu secara utuh. Kenapa membangun individu secara utuh?

Keutuhan berarti menggapai kesempurnaan. Sebab motivasi sejatinya adalah salah satu cara untuk membangun individu yang berkualitas, sesuatu yang menjadi sumber harta paling berguna bagi sebuah organisasi. Sebagai pemimpin, anda perlu menyadari hal tersebut.

Apa itu Collaboration dan Content
Di atas telah kita lihat pembahasan mengenai tugas C dalam motivasi, sekarang saatnya membahas ketiganya secara lebih rinci lagi. Namun di sini hanya akan disebut dua C yang pertama, yakni collaboration dan content.

Sebelum beranjak membahas keduanya, perlu diketahui lebih dulu bahwa baik collaboration dan content terkait dengan bagaimana pemimpin mengkomunikasikan sesuatu kepada bawahannya lewat cara-cara di mana keduanya saling terhubung dalam sebuah jejaring komunikasi.

Ya, di sini komunikasi memegang peranan penting dalam setiap laku pemberian motivasi dari seorang pemimpin. Tanpa komunikasi yang intens dan intim, orang takkan mendapat berkah apapun. Yang tertinggal hanyalah kata-kata kosong yang walaupun mampu membangkitkan semangat, namun hanya sesaat.

Lalu, apa yang harus dibicarakan ketika kita membahas collaboration dan content? Setidaknya kita perlu merinci beberapa hal secara seksama:

1) Pertama, orang-orang yang berada di sekitar pemimpin, yang bekerja bersamanya, akan merasa lebih termotivasi untuk bekerja keras ketika mereka mendapatkan inspirasi untuk bekerjasama dalam satu tim.

Motivasi di sini dimaksudkan sebagai kesempatan untuk membantu orang lain menggapai kesuksesan secara bersama-sama. Ekses dari konsep motivasi sebagai bagian dari komunikasi menuntut seorang pemimpin untuk memberikan motivasi yang kuat kepada bawahannya. Tanamkan kesadaran kepada mereka, bahwa kerja tim adalah nilai yang utama, yang bisa digunakan untuk menggapai kesuksesan.

Pemimpin yang mampu membantu anak buahnya untuk bekerjasama dengan yang lain akan mendapatkan beberapa kemajuan, termasuk dalam hal pengembangan organisasi. Inilah inti dari collaboration yang dibahas di sini dan juga dibahas di atas.

2) Tentang content, kita perlu memahami bahwa orang-orang dalam sebuah organisasi akan lebih termotivasi untuk bekerja keras ketika mereka memahami bagaimana pekerjaan mereka dapat menambah nilai bagi organisasi. Jadi, satu kunci yang bisa dipegang di sini adalah peran pemimpin dalam rangka memberi pemahaman kepada anak buahnya tentang betapa krusial kerja maupun tugas yang akan mereka emban nantinya.

Tugas dari organisasi merupakan salah satu sasarana bagi perkembangan organisasi, dan pemimpin setidaknya harus memahami hal seperti ini untuk kemudian menanamkannya kepada orang-orang yang bekerja di sekitarnya.

Setelah content, ada choice, sebuah kata yang akan kita bahas kemudian.

Namun sebelum membahas choice, anda sebagai seorang pemimpin mesti paham bahwa diperlukan sarana komunikasi yang efektif sebelum anda mulai memberikan insight kepada anak buah anda, bahwa segala macam kemajuan organisasi takkan mendapat tempat serta takkan menampakkan hasilnya apabila anda tidak mampu menanamkan kesadaran bahwa hasil dari tugas tertentu akan lebih terasa manis dan maksimal bila orang-orang dalam sebuah organisasi mampu bersatu dan bekerja sama dalam meraih tujuan tertentu. Karena itu, tanamkanlah kesadaran bahwa kerja dalam sebuah organisasi adalah kerja tim.

Apa itu Choice

Telah kita bahas di atas, bahwa sentra dalam sebuah organisasi adalah pemimpin. Pemimpin adalah sebuah pusat di mana ia mengontrol organisasi dan melaksanakan tanggung jawab tertentu, serta mengerjakan tugas harian yang berhubungan dengan visi dan sasaran tertentu pula.

Oleh karena itu, orang mesti sadar bahwa pemimpin adalah individu yang bertugas mengatur segala-galanya dengan baik, termasuk tentang hal ihwal memotivasi diri dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Kali ini kita akan membahas elemen C yang terakhir, yakni choice yang intinya memiliki makna bahwa orang-orang akan terasa lebih termotivasi untuk bekerja keras ketika mereka memiliki pilihan atau otonomi guna membuat keputusan tertentu terkait dengan pekerjaan mereka.

Implikasi dari pemaknaan atas choice setidaknya bisa dilihat dari beberapa poin:

1) Jadi telah kita secara sekilas bahwa walau pemimpin adalah orang yang mengontrol segalanya dari hulu ke hilir, namun ia bukanlah individu otoriter yang memiliki segala macam kewenangan untuk mengatur. Pemimpin bukanlah seorang yang otoriter, melainkan orang yang mampu memberi kebebasan bagi karyawannya untuk bertindak kreatif ketika mereka melakukan sebuah pekerjaan tertentu.

2) Jadi intinya adalah pilihan pemimpin untuk membebaskan anak buahnya memilih pilihan apapun yang tersedia, dan mengembangkannya sesuai dengan kepentingan individual. Maksudnya adalah: pemimpin mesti membukakan jalan bagi karyawan untuk bertindak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

3) Kedua poin di atas tentu saja berhubungan langsung dengan konsep motivasi, artinya seorang pemimpin mesti memberikan ruang bagi anak buahnya untuk membuat keputusan sesuai dengan keyakinan dan keputusannya masing-masing. Jika pemimpin mampu memberikan semangat yang sama untuk semua jenis pekerjaan, maka jalan akan terbuka bagi organisasi untuk berkembang seturut dengan perkembangan anak buah yang bekerja di lapangan.

Sampai di sini, konsep choice agaknya erat kaitannya dengan satu kategori pemimpin, yakni orang yang suportif, yang sanggup memberi kesempatan dan mau memberi semangat bagi anak buahnya, supaya mereka bisa mandiri dan sanggup membuat keputusan tertentu terkait dengan pekerjaan mereka.

Choice adalah sebuah konsep dalam mata rantai makna komunikasi, yang pada intinya berhubungan pemberian kesempatan-kesempatan bagi pekerja untuk berkembang sesuai dengan keyakinan dan kemampuan mereka. Sampai di sini, anda harus tahu bahwa sebagai seorang pemimpin, pemberian keyakinan kepada salah satu anak buah, bahwa ia mampu mengambil keputusan terbaik terkait dengan pekerjaannya.

Pemberian keyakinan macam ini justru akan lebih baik dibandingkan anda memilih untuk mengontrol segala hal terkait dengan bagaimana seorang anak buah mesti bekerja, dan memaksa mereka bekerja atas dasar paksaan keyakinan anda sendiri. Cara yang terakhir ini tidak begitu efektif untuk diterapkan dalam sebuah organisasi di mana ada banyak orang yang bergabung di dalamnya, dan ada banyak orang dengan ego dan invidiualitasnya masing-masing.

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!