Leadership Skills dan Pemimpin Sebagai Motivation Stimulator

Kali ini kita akan berbicara fungsi terakhir, yakni pemimpin sebagai motivation stimulator. Mengapa fungsi ini termasuk dalam satu mata rantai yang krusial bagi seorang pemimpin?

Tidak lain karena posisi pemimpin itu sendiri yang berada di tengah-tengah. Sebagai seorang yang menjadi pusat, seorang pemimpin akan selalu dimintai nasihat dan pandangan-pandangan tertentu atas berbagai fenomena yang terkait dengan organisasi yang dipimpinnya.

Oleh karena itu tidak heran bahwa seorang pemimpin merupakan “manusia super” di mana orang-orang akan datang kepadanya, meminta nasihat, atau berbincang anak buahnya. Pemimpin juga adalah seorang yang mampu menciptakan kondisi di mana visinya akan menjadi panduan bagi organisasi yang dipimpinnya.

Karena hal-hal itulah, pemimpin menjadi sebuah sentra penting bagi kelangsungan hidup organisasi.

Meskipun demikian, kita telah mengetahui bahwa pemimpin tidak bisa bekerja sendirian mengembangkan organisasi. Harus ada orang-orang yang membantunya mengurus segala hal, segala tetek bengek yang berkaitan dengan tugas/proyek tertentu yang mesti dikerjakan secara bersama-sama. Ini bukan berarti bahwa sebuah organisasi merupakan tipe ruang yang cair, atau tempat di mana orang-orang bisa berdiri sejajar bersama pimpinannya.

Bagaimanapun, hierarki tetap perlu dijaga, meskipun pada hakikatnya pemimpin tetaplah sebagai sentral yang mengatur segala hal, termasuk di sini bagaimana ia akan memotivasi orang-orang yang berada di sekitarnya.

Di awal kita sudah berbicara banyak tentang peran pemimpin sebagai seorang visioner. Artinya ia harus menetapkan visi tertentu yang bisa digapai oleh anak buah yang berada di sekitarnya. Visi inilah yang menjadi kunci pemahaman utama ketika kita berbicara tentang pemimpin sebagai motivation stimulator.

Dalam peran sebagai seorang motivation stimulator, ada beberapa hal yang bisa dibicarakan di sini, meliputi:

1) Peran itu sendiri
Maksudnya adalah, seorang pemimpin memang harus menetapkan visi dan merancang strategi tertentu supaya visi tersebut bisa tercapai. Ini merupakan sebuah hal umum yang perlu dipahami seorang pemimpin.

Namun yang perlu diperhatikan adalah setelahnya, yakni bagaimana pemimpin menginspirasi dan memotivasi orang lain supaya mereka tetap berada di jalur yang benar. Tidak perlu bersikap otoriter supaya orang lain berada di jalan yang benar, sebab pemimpin hanya perlu bersikap mengayomi dan menganggap pekerjaannya adalah untuk membantu orang lain berkembang.

2) Motivasi = keutamaan
Sebagai motivator, pemimpin harus punya keinginan untuk mendayagunakan berbagai sumber daya yang tersedia guna membantu organisasi mencapai tingkat yang lebih tinggi. Tentu saja perkaranya adalah juga soal bagaimana seorang pemimpin berusaha untuk memotivasi orang dengan cara semaksimal mungkin. Motivasi menjadi penting dalam kaitannya dengan pencapaian sasaran-sasaran tertentu.

Jika diibaratkan, pemimpin adalah lokomotif yang akan membawa gerbong di belakangnya menuju kemajuan/perubahan. Bahan bakar utama dari lokomotif adalah motivasi yang disalurkan lewat gerbong di belakangnya.

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!