Materi Kunci dalam Pengembangan Leadership Skills

Setelah menjelaskan berbagai macam elemen-elemen yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Sekarang saatnya untuk menjelaskan dengan lebih rinci tentang masing-masing elemen. Di sini perbincangan akan dimulai dari peran pemimpin sebagai vision creator. Umumnya pemimpin memang mesti memiliki visi, selain memiliki pengetahuan tentang bidang pengetahuan yang dimilikinya.

Visi penting terutama untuk menjaga alur kerja dan tugas, dan diperlukan supaya tugas dan kerja sesuai dengan visi yang telah dibentuk sebelumnya.

Jadi, pada intinya tugas dan kerja adalah pengejawantahan visi. Pada tugas dan kerja tim, visi diterjemahkan ke dalam bentuk-bentuk konkrit. Itulah kenapa seorang pemimpin perlul memiliki visi yang bagus, tentang bagaimana sebuah organisasi akan berjalan dan apa yang akan dihasilkan olehnya di masa depan.

Karena itu bisa dibilang bahwa pemimpin adalah seorang visioner. Ia adalah orang yang memiliki kecakapan untuk membuat visi, kemudian menerapkannya ke dalam sistem organisasi. Tanpa visi, organisasi apapun tidak akan bekerja.

Dan visi hanya bisa dihidupkan oleh mereka yang memang benar-benar paham bagaimana mengejawantahkan visi ke dalam setiap tujuan dan kegiatan organisasi (perusahaan, partai, dan lain sebagainya). Sebagai seorang vision creator, seorang pemimpin dituntut untuk menjalani empat tahap terlebih dahulu: creating vision, setting goal, developing acting plan, serta monitoring action plan execution. Keempat elemen ini harus diperhatikan benar-benar, karena fondasi sebuah organisasi berada pada visi yang dimilikinya.

Sebagai seorang kreator visi, seorang pemimpin mestilah memahami tingkatan-tingkatan analisis tertentu yang tentu saja berguna untuk menciptakan visi. Tingkat analisis yang pertama adalah mencermati peluang dan ancaman eksternal sebaik-baiknya.

Analisis ini kemudian menjadi penting supaya seorang pemimpin mampu memperhatikan berbagai macam hambatan dan kemudian mencermati peluang-peluang yang tersedia, kemudian mengalasisi kemungkinan yang ada. Visi dibentuk dengan cara memperhatikan kekurangan/hambatan dan menyadari kelebihan/kekuatan.

Dengan menyadari hal-hal tersebut, seorang pemimpin bisa menciptakan visi yang paten, efisien, dan efektif untuk kemudian diterapkan dalam pengelolaan organisasi.

Tentu saja diperlukaan kepekaan untuk melihat segala jenis kekuatan dan kelemahan sebuah organisasi, maupun hal-hal yang potensial menghambatnya di masa depan.

Analisis kedua yang juga diperlukan berkisar pada kemauan seorang pemimpin untuk melakukan penilaian pada area pengembangan dan juga pada kapabilitas internal. Artinya, seorang pemimpin menyusun visinya berdasarkan kepemilikan sumber daya internal organisasi.

Selain itu, seorang pemimpin juga perlu mencermati area di mana ada kemungkinan untuk memberdayakan sumber-sumber internal secara maksimal. Visi juga bisa muncul dari bagaimana seorang pemimpin memperlakukan segala jenis potensi dan nilai yang berlaku di dalam organisasinya.

Tidak sulit bukan? Mungkin, karena semua yang dikatakan di atas tampak mudah. Namun pada hakikatnya, analisis adalah sesuatu yang harus dijalankan berdasarkan sumber-sumber daya internal maupun eksternal yang tersedia di depan mata.

Kreasi Visi Kepemimpinan dan Penciptakan Tujuan
Seperti yang sudah dijabarkan di atas, orang harusnya sudah cukup paham bahwa dalam menciptakan visi, seorang pemimpin mula-mula harus melakukan analisis eksternal dan analisis internal. Visi merupakan arahan yang sangat berguna untuk menjalankan organisasi sesuai dengan apa yang telah digariskan. Tentu saja, kepekaan ketika menganalisis merupakan kunci lain yang juga harus didapatkan.

Dengan menghasilkan analisis-analisis yang laten dan terstruktur, seorang pemimpin bisa menghindarkan dirinya dari visi-visi yang tidak sesuai dengan sumber daya internal maupun eksternal yang mempengaruhi hidup sebuah organisasi. Ketika menciptakan sebuah visi, orang (dalam hal ini, pemimpin) harus bertanya: kemana sebuah tim dalam organisasi akan diarahkan nantinya; kinerja seperti apa yang bisa diharapkan dari sebuah tim.

Sekali lagi, jawaban atas dua pertanyaan di atas tidak mudah dirumuskan. Oleh karena itu, orang harus kembali kepada sumber-sumber internal dan eksternal yang dimiliki.

Tanpa mengenali semua itu, sebuah visi yang dibentuk tidak akan sesuai dengan ekspektasi-ekspektasi yang diharapkan di masa depan. Terlebih lagi, visi sebuah organisasi haruslah terkait dengan tujuan-tujuan si pembentuk visi.

Oleh karena itu, penciptaan tujuan organisasi menjadi penting juga. Penetapan tujuan menjadi kunci lain yang harus diperhatikan. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan ketika seorang pemimpin menetapkan tujuan:

1) Tujuan (goal) mesti dipahami sebagai sarana untuk mengkonversi visi tim menjadi target spesifik, yang berhubungan dengan kinerja.
2) Menentukan target kinerja berarti mengukur pencapaian. Hal ini pada gilirannya akan sangat membantu pemimpin mengukur seberapa jauh kemajuan/perkembangan yang sudah dicapai oleh tim.

Dilihat dari dua poin di atas, semua muara mengarah pada kinerja. Visi dibentuk untuk memberi fondasi pada kinerja, dan yang terakhir ini akan dievaluasi berdasarkan visi yang telah dibentuk. Jadi, rupanya visi adalah bandul yang selalu mengayun ke kedua titik.

Ia mengakomodasi sumber-sumber daya, dan lebih jauh lagi, visi juga menjadi ukuran untuk menilai kemajuan/kemunduran.

Sampai di sini orang tentu saja sudah bisa membayangkan posisi sentral sebuah visi untuk sebuah organisasi. Tanpa visi sebagai penggerak, sebuah organisasi tidak akan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Kita harus membayangkan visi sebagai bahan bakar yang tanpanya sebuah organisasi takkan bisa hidup.

Status visi sebagai penggerak memudahkan seorang pemimpin untuk menyadari betapa pentingnya subjek yang satu ini. Sebaliknya merumuskan visi juga tidak mudah. Hal paling penting yang harus disadari adalah sumber-sumber daya yang dimiliki oleh organisasi, dan bagaimana mereka akan menopang kinerja perusahaan. Selanjutnya, visi bukanlah tujuan, melainkan panduan.

Sedangkan tujuan harus selalu bercermin dari visi. Ulang alik pengertian semacam ini mungkin rumit, namun pada intinya seorang pemimpin harus mengetahui sejauh mana dia mampu memberdayakan segala apa yang ada untuk mewujudkan tujuan-tujuannya melalui visi yang tersedia.

GRATIS - 7 materi presentasi yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.