Landasan Teori tentang Motivasi Kerja dan Motivasi Karyawan

Dalam dunia kerja, setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya rasa bosan dan jenuh. Ada banyak hal yang menjadi latar belakang permasalahan ini yang pasti harus segera diatasi agar tidak semakin merusak kualitas pekerjaan dan mengganggu suasana dalam bekerja di perusahaan Anda.

Untuk itulah Anda harus paham betul akan pentingnya sebuah teori dari motivasi kerja yang sekiranya bisa digunakan disaat suasana kebosanan dan kejenuhan sedang melanda para bawahan yang bekerja di perusahaan Anda.

Dalam bekerja tentu saja setiap orang berhak atas penyegaran dan pembaharuan untuk memperdalam ilmu dan mentajamkan kemampuan dalam bidang pekerjaannya.

Ada banyak sekali teori motivasi kerja yang salah satunya berbunyi seperti bahwa hal tersebut adalah sebuah proses yang memiliki arah, tujuan juga intensitas dari sebuah ketekunan usaha untuk mencapai sebuah tujuan.

Teori disamping adalah teori motivasi kerja dari Robbins dan Judge di tahun 2007. Nah, bagaimana dengan teori motivasi dalam bekerja menurut diri Anda sendiri?

Mungkin setiap orang memiliki definisi dan arti dari teori mengenai motivasi dalam bekerja yang tertanam dalam pikirannya dengan baik namun tidak ada salahnya kita tahu mengenai teori yang benar itu seperti apa sehingga dalam penerapan di perusahaan dan dunia kerja juga tidak terjadi kesalahan massal.

Lalu kemudian ada juga sebuah teori yang dibuat oleh pakar bernama McCelland yang berbunyi bahwa teori motivasi kerja menurut nya adalah sebuah kebutuhan yang difokuskan dalam 3 jenis hal yaitu kebutuhan hubungan, kebutuhan kekuasaan dan kebutuhan pencapaian.

Teori ini dikembangkan dengan baik oleh McClland dan juga rekan-rekan seprofesinya. Menurut mereka, sebuah motivasi akan berjalan dengan baik jika kebutuhan-kebutuhan tersebut mampu dipenuhi dengan baik. Terkadang manusia bergerak di bawah alam sadarnya yang tanpa disadari ada hasrat untuk memenuhi kebutuhan walaupun itu memang bukan sebuah kebutuhan akan benda namun lebih ke sisi psikologis atau emosional nya.

Tetapi ada juga yang hanya menganggap motivasi dalam bekerja adalah juga semangat. Itulah kenapa ketika kehilangan semangat maka yang terjadi pekerjaan akan berantakan, tidak mood melakukan apapun bahkan bisa berpengaruh dalam suasana bekerja dengan rekan satu dan yang lainnya.

Ini tentu membutuhkan pertolongan agar tidak semakin membuat kacau anggota lainnya karena banyak yang mengatakan bahwa rasa semangat akan menularkan semangat ke orang lain begitu pula rasa malas atau rasa jenuh. Jangan sampai suasana buruk seperti ini terus terpelihara dalam lingkup pekerjaan yang akibatnya bisa berupa kemerosotan profit sampai berujung pada kebangkrutan suatu usaha.

Bicara mengenai motivasi kerja ada banyak teori yang sebenarnya intinya adalah rasa semangat dalam mencapai tujuan akhir dari sebuah pekerjaan yang harus dilakukannya. Ini sebagai contoh misalkan seseorang bekerja sebagai seorang pimpinan maka kewajibannya adalah mendorong bawahannya agar bekerja maksimal untuk membantunya dalam menaikkan profit rata-rata perusahaan.

Tetapi untuk bawahannya yang bekerja di bidang pelayanan konsumen maka motivasinya adalah melayani semua konsumen dengan baik dan memenuhi kebutuhannya selama berada di kantor tersebut yang mana dalam lingkup pekerjaan.

Motivasi itu sendiri bisa berasal dari diri Anda, orang lain seperti pasangan atau rekan kerja juga bisa merupakan suatu impian Anda untuk mencapai sebuah jabatan dalam perusahaan. Ini yang akan membantu Anda untuk mencapai sebuah hasil yang maksimal bahkan luar biasa. Tanpa motivasi tentu hidup dan pekerjaan yang harus kita lakukan dan jalani akan terasa sangat hambar.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!