Strategi Pengembangan Merk dan Brand dalam Perusahaan

Sebuah produk adalah sesuatu yang secara potensial dinilai oleh pasar sasaran berdasarkan keuntungan atau kepuasan yang tersedia, yang meliputi objek, jasa,organisasi, tempat, orang dan idea.

Keahlian khas para pemasar profesional adalah kemampuan mereka menciptakan, memelihara, melindungi, dan meningkatkan merek produk dan jasa mereka. Merek adalah suatu nama, kata, tanda, simbol, atau desain, atau kombinasi dari semuanya yang mengidentifikasi pembuat atau penjual produk dan jasa tertentu. Konsumen melihat merek sebagai bagian produk yang penting dan merek dapat menambah nilai produk.

Barangkali ketrampilan pemasar profesional yang paling menonjol adalah kemampuan untuk menciptakan, menjaga, melindungi dan menaikkan citra merek. Asosiasi Pemasaran Amerika (the American Marketing Association) mendefinisikan merek atau brand sebagai nama, istilah, tanda, simbol, desain, atau kombinasinya, yang ditujukan agar dapat mengenali barang atau jasa dari satu atau sekelompok penjual dan membedakannya dari produk dan jasa para pesaing.

Berdasarkan peraturan perundang undangan merek dagang, penjual tersebut diberikan hak eksklusif untuk menggunakan nama mereknya selamanya. Merek berbeda dengan aset lainnya seperti hak paten atau hak cipta yang memiliki tanggal kadaluarsa. (Kotler, 2004).

Berbagai strategi pemberian merk ( Cravens1996) yaitu :

1. Tanpa identitas merk: Perusahaan kecil dan sedang banyak yang tidak memiliki identitas merk yang mapan walaupun nama perusahaan tertera dalam kemasan atau barangnya. Hal ini karena keterbatasan sumber daya finansial dan kemampuan pemasaran mengakibatkan perusahaan sulit nenbangun citra citra merknya. Mereka mengandalkan para grosir dan pengecer untuk mempromosikan produknya.

Download NOW >> Materi pelatihan yang sangat bagus mengenai manajemen pemasaran dan marketing plan.

2. Pemberian merk sendiri: Pengecer dengan nama merk yang sudah mapan dapat mengadakan pernjanjian dengan produsen untuk menempatkan merk-merk pengecer pada produk-produk yang dibuat. Pemberian merk ini sering disebut privat branding sebagai contoh kapas bermerk Alfa.

Hal ini mertujuan untuk membangun loyalitas toko. Bagi produsen mengurangi biaya pemasaran.

3. Pemberian merk perusahaan: Strategi ini membanggun identitas merk dengan menggunakan nama korparasi untuk identifikasi seluruh produk yang ditawarkan. Keunggulannya menggunakan satu periklanan dan program promosi penjualan untuk mendukung semua produk perusahaan.

Kelemahannya adalah kurangnya fokus pada produk tertentu dan efek merugikan pada seluruh portofolio produk jika perusahaan menghadapi publisitas negatif.

4. Pemberian merk lini produk: Strategi ini menempatkan nama produk pada suatu lini produk yang berkaitan .pemberian merk lini produk memberikan lebih banyak perhatian dari pada merk korporasi dan akanlebih efektif bila mempromosikan seluruh produk dari pada satu persatu.

5. Pemberian merk khusus: Strategi pemberian merk pada suatu produk tertentu yang sering dibeli konsumen. Nama merk pada sebuah produk memberikan suatu identitas khusus barang-barang tersebut di pasar. Suatu merk yang berhasil akan membangun loyalitas konsumen yang kuat sepanjang masa.

6. Kombinasi: Perusahaan menggunakan kombinasi strategi pemberian merk di atas.

Merk memang memiliki kekuatan. Dengan merk nilai total produk lebih tinggi dari nilai produk secara objektif. Aaker (1997) menyatakan ekuitas merek adalah “Seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek dan nama yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan”.

Pendapat lainnya Keller (1993) dalam Kim, dkk (2006) menyatakan bahwa ekuitas merek dapat dipandang sebagai nilai tambah terhadap suatu produk.

Langkah pertama dalam suatu proses pembelian adalah menyeleksi merek yang dikenal dalam suatu kelompok untuk dipertimbangkan dan diputuskan merek mana akan dibeli. Merek dengan top mind yang tinggi mempunyai nilai pertimbangan yang tinggi, jika suatu merek tidak tersimpan dalam ingatan, merek tersebut
tidak akan dipertimbangkan, dalam benak konsumen.

Merek merupakan investasi jangka panjang perusahaan yang apabila dikelola dengan maksimal akan memberikan keuntungan besar bagi perusahaan yang mengelolanya.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa merek-merek global yang sudah bertahan puluhan tahun beberapa diantaranya kini berhasil menjadi merek-merek termahal karena dikelola oleh perencanaan manajemen merek yang sukses.

Adakalanya perusahaan berpikir bahwa berinvestasi pada aset seperti gedung, tanah dan mesin adalah investasi riil yang memberikan suatu manfaat bagi perusahaan dibandingkan berinvestasi pada merek.

Dalam jangka waktu yang lebih lama sebenarnya dapat dilihat bahwa berinvestasi pada merek memberikan hasil yang lebih menguntungkan. Ada kalanya perusahaan akan dijual oleh pemiliknya beserta merek yang menjadi portofolio perusahaan kepada investor untuk mendapatkan keuntungan.

Walau berganti pemilik setelah bisnis/perusahaan tersebut dibeli, perusahaan dapat melanjutkan langkah perjalanan merek yang panjang dan terencana, sehingga dapat menghasilkan ekuitas merek yang tinggi dan juga memberi keuntungan lebih besar bagi perusahaan, terlebih lagi bagi investor yang memilikinya. Temukan merek terbaik untuk barang produksi Anda dan lakukan manajemen branding yang terbaik sehingga produk Anda dapat bertahan di pasaran.

Download NOW >> Materi pelatihan yang sangat bagus mengenai manajemen pemasaran dan marketing plan.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!