Konsultan Balanced Scorecard - Konsultan Bsc Pelatihan Leadership - Info tentang Pelatihan Leadership Skills

Indikator Kinerja Utama - Contoh Indikator Kinerja Utama

INDIKATOR KINERJA UTAMA atau key performance indicators adalah serangkaian indikator kinerja yang terukur dan memberikan informasi mengenai sejauh mana kita telah berhasil mencapai target. INDIKATOR KINERJA UTAMA yang baik menggambarkan dengan jelas dan terukur result atau hasil kerja yang diharapkan.

Contoh INDIKATOR KINERJA UTAMA untuk bagian SDM yang lazim digunakan antara lain adalah sbb. Pertama, employee turn over atau INDIKATOR KINERJA UTAMA yang mengukur seberapa banyak jumlah karyawan yang resign dalam setahun.

Angka targetnya adalah makin rendah makin baik, misal sekitar 2 – 4 %. Diatas 5 % tergolong kurang baik; meski dalam industri tertentu, tingkat turn over karyawan bisa tinggi, seperti dalam industri call center atau retail; dimana angka turn over bisa lebih dari 8 %. Tingkat turn over yang tinggi menyebabkan biaya rekrutmen yang mahal.

Jika kantor Anda membutuhkan konsultasi penyusunan INDIKATOR KINERJA UTAMA karyawan dan INDIKATOR KINERJA UTAMA korporat, silakan dapatkan informasi lengkap mengenai tahapan kegiatan dan sampel projeknya DISINI.

Contoh INDIKATOR KINERJA UTAMA bagian SDM lainnya adalah sbb:

1. % jumlah rekurtmen yang dapat dipenuhi dengan tepat waktu (misal maksimal 45 hari sesudah adanya order). Target angka harusnya 100%, artinya setiap ada order kebutuhan karyawan baru selalu bisa dipenuhi dalam jangka dibawah 45 hari).

2. Skor kepuasan karyawan. INDIKATOR KINERJA UTAMA ini mengukur tingkat kepuasan karyawan, sebuah hal yang penting untuk menjaga motivasi dan produktivitas karyawan. Targetnya dalam skala 1 – 5 dimana 1 adalah sangat tidak puas dan 5 = sangat puas. Target yang lazim digunakan adalah pada angka 4. INDIKATOR KINERJA UTAMA ini mensyaratkan kita memiliki tool kuesioner untuk mengukur skor kepuasan karyawan.

3. Tingkat absensi karyawan. INDIKATOR KINERJA UTAMA ini mencoba mengukur tingkat kehadiran karyawan; dimana angka targetnya adalah sebaiknya 100 %. Artinya tidak ada karyawan yang mangkir dan tidak masuk tanpa alasan.

4. Jumlah profit per karyawan (baik karyawan permanen ataupun kontrak). Digunakan untuk mengukur produktivitas karyawan.

5. Jumlah on the job training yang diselenggarakan dalam setahun. Digunakan untuk melihat jumlah OJT yang dilakukan oleh perusahaan.

6. Rata-rata skor kompetensi karyawan (dilakukan melalui proses asessmen kompetensi baik yang dilakukan secara internal ataupun eksternal untuk sejumlah key positions).

Contoh tabel INDIKATOR KINERJA UTAMA HRD Manager bisa di-download DISINI.

Leave a Reply

RP Bawah