Tantangan Manajer dan Manajemen di Masa Depan

Mengamati kecenderungansaat ini, satu hal yang secara khas akan menandai pekerjaan manajerial di masa depan ialah kompleksitas. Di sana-sini kita akan melihat kecenderungan menurunnya status sosial manajer, suasana ketidakpastian, bahkan kemungkinan timbulnya frustrasi yang parah. Jika kita ikuti skenario ini, maka akan ada beberapa gejala perubahan.

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI.

1. Jenis manusia yang tertarik pada bidang manajemen khususnya manajemen pada perusahaan besar akan berbeda, justru kare¬na perubahan yang terjadi pada hakelqat fung¬si manajerial itu. Menghadapi hal ini perlu langkah antisipatif diambil :

• Pendidikan manaj emen hendaknya bergerak lebih jauh: dari sekedar mengajarkan teknik administrasi, ke arah lebih memperhatikan dimensi-dimensi kemanusiaan dalam manaje¬men bahwa pada hakekatnya sebuah organisasi (dan manusia yang ada didalamnya) memiliki tujuan dan kebutuhan yang harus di-mengerti dan dipenuhi. Pemahaman seperti itu membutuhkan kemampuan teleologis dan pengertian tentang dimensi pencapaian tujuan.

• Pandangan tradisional bahwa seorang manajer tidak ada urusannya dengan filosofi, dan nilai-nilai yang ada di masyarakat, harus dihilangkan. Kenyataan kehidupan semakin jelas membuktikan bahwa seorang manajer, di mana pun dia bekerja, mempunyai hak yang sama dengan pihak-pihak lainnya dalam ikut menentukan corak nilai-nilai sosial dan organisasional suatu masyarakat. Karena sekecil apa pun peranannya, itu merupakan sumbangan yang cukup berartrbagi perkembangan masya¬rakat di mana ia berada.

• Pandangan utilitarianisme masa lalu, bahwa manajer hanya berurusan dengan masalah teknis dan instrumental, harus segera ditinggalkan. Digantikan dengan pandangan baru, yang merangsang kepekaan sosial pada para mana¬jer. Kepekaan sosial ini akan memberikan pengertian bahwa seorang manajer ikut serta dalam proses-proses sosial di luar bidang tugasnya. Komitmen inilah yang nantinya akan memberikan bekal bagi para manajer dalam menghadapi situasi bisnis yang serba keras dan penuh ketidakpastian itu.

2. Karena kompleksitas organisasi yang sema¬kin besar, maka para manajer dituntut untuk lebih inovatif. Hal-hal yang perlu diperhatikan di sini adalah:

• Kreativitas, sebagaimana inteligensi, adalah sebuah potensi yang bisa dimiliki oleh siapa saja. Karena itu, munculnya kreativitas tidak hanya bisa diharapkan dari segolongan elit di wilayah urban, melainkan bisa saja dimunculkan dari berbagai daerahl, juga dari masyarakat berpendapatan rendah.

• Selama kita sepakat bahwa kreativitas itu melibatkan unsur rasionalitas, maka munculnya kreativitas hanya bisa diharapkan dari manusia-manusia yang, di samping imajinatif, kepribadiannya berkembang sehat dan efektif.

• Hal yang kreatif juga tidak harus selalu muncul dari seorarig individu; bisa saja itu adalah hasil dari proses kelompok. Dalam hal ini peranan sangat menentukan dimainkan oleh pro¬gram-program riset dan pengembangan.

• Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kreativitas bisa dilatihkan dan seseorang bisa belajar bagaim