Profit Sharing dengan Karyawan

Bentuk kompensasi insentif yang paling lazim dipakai adalah pembagian keuntungan (profit sharing). Lebih dari 30% perusahaan-perusahaan di Amerika menggunakan sistem ini. Sekitar 85% dari jumlah tadi menunda paling tidak sebagian dari pembayaran bonusnya untuk dita-bungkan dalam dana pensiun karyawan; tapi bagian terbesar dari bonus tetap dibayarkan dalam bentuk kontan. Manfaat yang segera dirasakan perusahaan adalah menurunnya tingkat kenaikan gaji dan upah yang harus dibayarkan pada karyawan.

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI.

Program pembagian keuntungan dipraktek-kan dilandasi kepercayaan cara itu akan mening¬katkan produktivitas. Tapi itu bukan motivator yang efektif, kata kebanyakan ahli di bidang sis¬tem kompensasi, terutama karena sebagian be¬sar karyawan hanya punya pengaruh kecil terhadap penciptaan laba. Kata Jerome M. Rosow, pimpinan sebuah lembaga nirlaba, The Ameri¬can Institute: "Banyak hal yang mempengaruhi laba perusahaan seperti kebijaksanaan harga, lingkungan pasar, dan pajak hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan penampilan kerja para karyawan. Satu saja keputusan seperti melakukan akuisisi atau semacamnya, dapat menyapu bersih hasil apa pun yang bisa dilakukan para karyawan."

Bagi perusahaan yang serius ingin mengguna¬kan insentif untuk memotivasi pekerja, pemba¬gian perolehan (gain-sharing) adalah cara bertaruh yang paling baik. Cara ini paling efektif diterapkan di pabrik-pabrik dengan jumlah karya¬wan 500 atau kurang sedikit dari itu, dengan cara memberi hadiah pada hasil kerja yang punya pengaruh langsung seperti prestasi mempro¬duksi baja lebih banyak tiap jamnya, atau keberhasilan meningkatkan tagihan tunggakan piutang. Kalau dirancang secara jitu, pola gain-sharing ini dapat menghemat biaya buruh, menurunkan angka perpindahan kerja (turnover), dan meningkatkan kualitas produk serta mutu pelayanan.

Kendati gain-sharing sudah dikenal sejak 50 tahun yang lalu, baru akhir-akhir ini pemakaiannya tumbuh secara pesat. Edward Lawler, dari Universitas Southern California’s Center, menyatakan bahwa 26% dari perusahaan-perusahaan Amerika memakai salah satu bentuk sistem gain-sharing. Dari jumlah tersebut, sekitar 75%-nya menerapkan sejak awal 1980-an.

Contoh terbaik untuk menunjukkan efektivitas gain-sharing dapat dilihat di perusahaan-perusahaan yang menggunakan sistem ini. Di perusahaan Carrier, produsen perangkat AC dan mesin pemanas, produktivitas di 6 pabriknya selama 8 bulan pertama tahun 1988 menjadi 24% lebih tinggi dari tahun 1986 — dan tingkat rejec¬tion (pengapkiran) sangat menurun. Mengapa? Sejak Januari 1988, semua personel di pabrik-pabrik tersebut diikutsertakan dalam program "Improshare", program gain-sharing yang sangat populer, yang dikembangkan oleh seorang kon-sultan, Mitchell Fein, di tahun 1970-an.

Demikian pula yang terjadi di pabrik ban Firestone Tire & Rubber di Wilson, Carolina Se-latan. Cara gain-sharing diberlakukan di pabrik ini sejak 1977, dan berjalan cukup mulus. Sangat kontras dibanding pabrik Firestone lain yang tidak mengadopsi gain-sharing, pabrik di Wilson tidak mengenal lay offs (pemberhentian kerja sementara). Tingkat perpindahan tenaga kerjanya per tahun kurang dari 0,5%.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI.

Sumber : Majalah Eksekutif edisi Maret 1989.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!