Tantangan Manajer Masa Depan 4 Gaya Pengambilan Keputusan

Membangun Budaya Perusahaan yang Unggul

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI.

Budaya Perusahaan agaknya belum begitu populer di negara kita, walaupun bukan berarti tidak ada perusahaan yang telah memiliki dan mengembangkan Budaya Perusahaan di sini. Sukses yang diraih PT Indosat maupun perusahaan penerbangan Garuda Indonesia kiranya tak terlepas dari Budaya Perusahaan yang telah dimiliki ke-dua BUMN itu. Maka, pembicaraan tentang Budaya Perusahaan masih sangat relevan dan kontekstual, terutama melihat fakta-fakta masih minimnya perusahaan yang memilikinya di Indonesia.

Dalam buku berjudul “Corporate Cultures, The Rite and Ritual of Corporate Life”, Terrence E. Deal dan Allan A. Kennedy mengatakan bah¬wa sedikitnya terdapat 5 elemen penentu Budaya Perusahaan: 1).Lingkungan bisnis; 2). Sistem nilai (value); 3). Figur panutan (hero); 4). Tata cara Kerja (rite)dan ritual; 5).Jaringan kultural (Cultural Network). Berikut rincian ringkas dari 5 elemen tersebut:

Lingkungan bisnis. Setiap perusahaan menghadapi realitas yang berbeda-beda di pasar tergantung pada produk, pesaing, konsumen, teknologi, pengaruh pemerintah, dan sebagainya. Untuk sukses, masing-masing perusahaan harus melakukan berbagai aktivitas tertentu secara baik. Lingkungan bisnis ini merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi pembentukan Budaya Perusahaan.

Sistem nilai. Ini merupakan konsep dan keyakinan dasar sebuah organisasi. Karenanya me¬rupakan “jantung” Budaya Perusahaan. Sistem nilai ini menentukan sukses dalam bentuk kongkrit bagi karyawan “Jika Anda melakukannya, Anda juga akan sukses” dan menetapkan standar prestasi dalam organisasi. Perusahaan berbudaya kuat mempunyai sistem nilai yang kaya dan kompleks. Dan hal ini harus dijalankan seluruh karyawan.

Figur panutan. Orang ini merupakan personifikasi dari sistem nilai dan menjadi contoh-tauladan bagi karyawan. Sebagian figur panutan dilahirkan dan sebagian lainnya “dibuat” oleh berbagai momen penting yang terjadi dalam kehidupan perusahaan setiap hari. Perusahaan berbudaya kuat memiliki banyak figur panutan. Di General Electric, misalnya, figur panutan termasuk Thomas Edison, sang penemu; Charles Steinmetz, insinyur yang hebat; Gerald Swope dan, sekarang, Jack Welch, CEO terkemuka; dan banyak lagi figur penting yang mungkin kurang dikenal.

Tata cara kerja dan ritual. Hal ini merupakan program rutin dan sistematik kehidupan perusahaan setiap hari: Dalam manifestasi biasa yang disebut dengan ritual hal ini memuat tingkah laku karyawan yang diharapkan. Dan, dalam bentuk ekstravaganza yang disebut dengan upacara-upacara hal ini memberikan contoh nyata untuk apa perusahaan berdiri.

Jaringan kultural. Berdasarkan makna informal komunikasi dalam perusahaan, jaringan kultural bertindak sebagai “carrier” sistem nilai dan mitos heroik perusahaan. Bekerjanya jaringan kultural secara efektif adalah satu-satunya cara agar semuanya bekerja secara baik atau memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Setelah mempelajari ratusan perusahaan, Deal dan Kennedy mengungkapkan bahwa ter-dapat 4 kategori umum atau tipe Budaya Perusahaan. Hal ini didasarkanpada 2 faktorutama: tingkat risiko yang menyertai aktivitas perusahaan, dan kecepatan perusahaan dan karyawannya dalam memperoleh umpan balik (feedback) agar keputusan atau strategi yang telah diambil bisa dievaluasi.

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI.

Sumber : Majalah Eksekutif edisi November 1989.

Leave a Reply