Standar Gaji dan Bonus kepada Karyawan

(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

Lain lagi di perusahaan Du Pont yang mengambil pendekatan berbeda untuk menjamin agar sistem pembagian risiko dengan karyawan bisa berjalan. Sejak Januari tahun ini, 20.000 karyawan Du Pont dari divisi fiber yang beromzet tahunan US$5,4 milyar, mulai menyisihkan sebagian dari uang kenaikan gaji atau upah mereka, untuk disimpan dalam apa yang disebut “at-risk-pot”. Program ini akan berlangsung untuk tiga sampai lima tahun, sampai tiap karyawan berhasil menyimpan 6% dari pendapatan tahunannya ke dalam “pot”.

Pembagian bonus akan didasarkan pada sejauh mana divisi tadi mampu melampaui target pertumbuhan pendapatan yang disasarkan 4% setahun (setelah diperhitungkan angka inflasi). Bila divisi fiber itu hanya mampu mencapai sesuai target, para karyawan berhak menerima kembali 6% yang mereka simpan tadi. Bila divisi mampu melampaui 25% di atas target, para karyawan mendapatkan yang 6% plus bonus tambahan 6%. Bila mereka dapat mencapai 50% di atas target atau lebih dari itu, mereka berhak atas bonus tambahan maksimum sebesar 12%.

Sebagaimana halnya dalam program-program insentif yang efektif, di sini pun bisa terjadi pendapatan karyawan menurun. Bila divisi tidak mampu mencapai sekurang-kurangnya 80% dari target, para karyawan akan kehilangan semua yang sudah disimpannya dalam “pot”.

Kritik terhadap program di Du Pont adalah: bahwa karyawan yang bekerja di departemen-departemen yang berbeda seperti pembuat yang berkaitan dengan produk tekstil, lantai bangunan atau perlengkapan rumahtangga, masing-masing memiliki kontrol yang kecil sekali pada keseluruhan hasil akhir divisi. Sasaran pelaksanaan kerja tiap bagian pun berbeda. Selain itu, seperti kata Jim Nottke, direktur laboratorium perusahaan tersebut: “Rasa prihatin saya adalah, divisi ini kini cenderung memberi perha-tian lebih besar pada sasaran jangka pendek. Padahal untuk riset, kita berpegang para sasaran jangka panjang.”

Salah satu permasalahan di Du Pont mungkin terletak pada perlunya strategi yang lebih terpadu. Dan memang, merancang suatu program insentif bukan suatu yang mudah. Tapi sebagaimana terjadi pada perusahaan-perusahaan yang berhasil menjalankan program ini, manfaat yang dapat dipetik adalah jauh lebih tinggi dari kesukaran yang harus dihadapi. Mengubah pola pembayaran kepada karyawan mengundang risiko besar, tapi tidak mengubah pun bisa berarti risiko yang lebih tinggi.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, rel=”nofollow” silakan KLIK DISINI ).

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Sumber : Majalah Eksekutif edisi Maret 1989

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!