Budaya Kerja Keras Budaya Berani Ambil Resiko

Budaya Kerja yang Fokus pada Proses

Budaya ini dimiliki oleh usaha-usaha yang berisiko rendah dan dengan umpan balik yang lambat, seperti bank, perusa¬haan asuransi, lembaga jasa keuangan, lembaga milik pemerintah, perusahaan utilitas, dan industri yang dideregulasi secara penuh (seperti industri farmasi di Amerika).

Di lembaga-lembaga pemerintah karyawan bahkan tak memperoleh umpan balik. Sebagai akibatnya, mereka tidak mengetahui efektivitas pekerjaan sampai terjadi sesuatu yang memerlukan evaluasi pekerjaan mereka. Kurangriya umpan balik mendorong karyawan untuk memfokuskan pada bagaimana mereka mengerjakan sesuatu, bukan pada apa yang mereka kerjakan.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

Figur panutan. Sikap berhati-hati adalah respon alami karena tiadanya umpan balik. Keberhati-hatian di sini bukanlah bersifat pribadi, tapi lebih karena jabatan yang diemban. Individu yang dihargai dalam budaya ini adalah yang mencoba untuk melindungi integritas sistem lebih dari kepentingan pribadi.

Seorang figur panutan dalam budaya ini belajar untuk hidup dalam lingkungan yang cenderung artifisial ini. Dia biasanya menyukai keteraturan, tepat waktu dan serba detail. Akan tetapi, miskinnya sukses nyata dari individu : dalam budaya ini menyebabkan figur panutan bagi banyak karyawan bukanlah ditentukan oleh individu itu sendiri, melainkan oleh, fungsi yang dijalankan. Dengan perkataan lain, jabatan bisa menghasilkan figur panutan.

Tata cara kerja dan ritual. Individu dalam budaya ini memberikan perhatian yang besar ter¬hadap jabatan dan formalitas. Perusahaan me¬miliki hirarkhi yang ketat. Sangat mirip dengan sistem kelas. Pada sebuah perusahaan asuransi besar, misalnya, hirarkhi mulai dari “kelas 19″ bagi yang berdiploma SMTA sampai pada “Ke-las 49″ bagi jabatan setingkat wakil presdir.

Ritual dalam budaya ini terpusat pada prosedur dan pola kerja. Biasanya prosedur dan pola kerja itu secara intensif didiskusikan. Reorganisasi merupakan ritual terpenting dalam Budaya Proses selain upacara melepas pensiun untuk menghormati mereka yang akan pensiun.

Kelemahan utama budaya ini terletak pada birokrasi yang ketat. Tapi, di lain pihak, Budaya Proses yang baik sangat bermanfaat bagi dunia, terutama agar berbagai usaha yang terkait bisa berjalan secara bernas.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

Sumber : Majalah Eksekutif edisi November 1989.

Leave a Reply

RP Bawah