Profil Eksekutif Manajemen di Asia Tenggara Cara Melakukan Penilaian Kinerja Karyawan

Evaluasi Kinerja Karyawan

Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI.

Membuat evaluasi tentang kinerja karyawan memang perlu. Tugas tersebut bukan tugas mudah bagi pihak manajemen; apalagi kalau evaluasi itu dilakukan terus-menerus maka kerumitan akan bertambah, dan bisa membingungkan. Evaluasi kinerja sebaiknya dilakukan setahun sekali. Yang dilakukan terus-menerus adalah manajemen kinerja. Dalam hal ini evaluasi dan manajemen merupakan dua hal yang harus dibedakan.

Evaluasi kinerja karyawan dilakukan untuk dua tujuan membantu karyawan mengerti kualitas kinerja mereka dan mengidentifikasi hal-hal apa yang perlu diperbaiki. Jelas, tujuannya menyangkut usaha mengubah perilaku karyawan. Selian itu juga memberi motivasi kepada karyawan supaya mau meningkatkan kinerja mereka. Ini juga berarti usaha mengubah perilaku yang bersangkutan.

Sekarang kaitkan tujuan-tujuan itu dengan apa yang kita ketahui mengenai usaha mengu¬bah perilaku manusia. Untuk bisa mengubah secara efektif perilaku seseorang, feedback atau pendapat tentang kinerja harus dilakukan segera setelah karyawan melakukan sesuatu yang ingin kita ubah itu. Memarahi anjing kecil tiga bulan setelah dia buang kotoran di karpet bukan saja tidak mungkin menghentikannya berbuat demikian, tetapi juga tidak mungkin membuatnya mengerti ataa mendapatkan motivasi.

Apakah ini berarti kita harus mengubah sistem pemberian evaluasi tahunan? Tentu tidak. Yang perlu diperhatikan, sistem pemberian evaluasi seperti yang dilakukan di negara-negara maju, yang mirip dengan rapor anak sekolah, ti¬dak mungkin dipakai sebagai feedback untuk mengubah perilaku karyawan. Yang bisa meng¬ubah perilaku mereka adalah manajemen kinerja.

Beda antara kedua hal itu dapat dianalogikan dengan beda dua aktivitas penting dalam dunia bisnis: manajemen keuangan dan audit tahunan. Audit tahunan memberikan kesempatan kepada para manajer keuangan untuk mengetahui gambaran situasi keuangan yang bisa dipelajari, dianalisa, dan dievaluasi. Para manajer menggunakan peristiwa itu untuk mengidentifikasi gejala-gejala yang ada dalam kinerja keuangan, membangun kekuatannya, membangun strategi, mengatasi masalah, dan menetapkan sasaran. Semua itu dimaksudkan untuk memperkuat organisasi dan menyehatkan situasi.

Tetapi audit itu sendiri bukanlah bagian dari proses manajemen kinerja keuangan organisasi. Tidak ada yang berpendapat bahwa untuk bisa efektif, audit yang biasa diadakan setahun sekali itu kemudian dilakukan terus-menerus setiap hari.

Sama halnya, evaluasi kinerja hanyalah satu langkah dalam proses manajemen kinerja yang efektif. Sama dengan audit keuangan yang dilakukan setahun sekali, maka evaluasi kinerja hanyalah memberikan gambaran umum yang dapat diteliti, dianalisa, dan dievaluasi.

Para manajer menggunakan peristiwa itu untuk mengidentifikasi unsur-unsur atau gejala-gejala yang ada dalam kinerja, membangun kekuatan, menyusun strategi, mengatasi masa¬lah dan menetapkan sasaran. Semua usaha itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan dan, dengan sendirinya, kinerja organisasi.

Jadi, tujuan pokok evaluasi kinerja, yang ditempatkan sebagai satu langkah dalam sistem manajemen kinerja, adalah memberikan landasan data untuk perencanaan dan perubah-an-perubahan kinerja yang akan datang. Memusatkan perhatian pada sasaran pokok ini juga akan mengurangi banyak keluhan yang diajukan para manajer maupun karyawan tentang evaluasi tahunan.

Sumber : Majalah Eksekutif edisi Juni 1989

Leave a Reply

RP Bawah