Memberikan Nasehat Bisnis yang Cemerlang

Anda tergolong orang-orang yang tak enggan meminta saran atau nasihat? Menurut para ahli psikologi, itu menunjukkan Anda bersikap dewasa. Sebaliknya kalau Anda malu meminta nasihat, padahal sebenarnya perlu, itu mencerminkan Anda kurang percaya diri. Umumnya orang-orang muda termasuk kelompok kedua ini. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang sangat bagus tentang strategi bisnis dan management skills, silakan KLIK DISINI ).

Marilah kita teliti segi-segi positif negatifhya. Pertama-tama kita tanya pada diri sendiri, mengapa kita perlu nasihat. Kedua, siapa yang kita mintai nasihat.

1. Kita perlu tahu apa motif kita meminta sa¬ran atau nasihat orang lain. Jangan sampai kita melakukannya sekedar untuk mencari tahu dari sana-sini, mengumpulkan berbagai komentar dan saran, lalu bingung sendiri tanpa kemudian mengambil keputusan apakah akan bertindak sesuai dengan saran, atau menolaknya.

Ada orang-orang yang meminta nasihat bukan karena mereka bodoh atau lemah. Justru sebaliknya mereka mempunyai keyakinan pada diri sendiri, tetapi mau mengakui bahwa ada hal-hal yang tidak mereka kuasai. Ini jelas mencerminkan sikap dewasa, karena mereka mau menghormati pendapat orang lain. Ingatpepatah, “Knowledge is proud because he knows so much, Wisdom is humble because he knows, no more.”

Tetapi memang ada orang-orang yang suka minta nasihat karena sikapnya lemah, artinya ti¬dak berani mengambil keputusan. Ada juga yang melakukannya untuk menyenangkan perasaan orang yang dimintai pendapat, apakah itu boss atau teman. Motif lain: ingin pendapat atau gagasannya diiyakan pihak lain; atau supaya nantinya tidak disalahkan kalau pendapat atau gagasannya itu temyata keliru.

2. Siapa yang kita mintai nasihat?
Sebaiknya kita ketahui bagaimana kepribadian maupun konsep-konsep yang dipunyai oleh orang yang kita mintai nasihat itu. Seorang konsultan manajemen pernah mengatakan, ada pemberi na¬sihat yang selalu bersikap hati-hati, yang mungkin mau memberi nasihat, tetapi tidak mau bertanggung jawab atas nasihatnya. Jawabannya misalnya diembel-embeli dengan kata-kata, “Saya bukan menyuruh Anda begitu, Iho. Saya hanya membuat persoalan lebih jernih supaya Anda bisa membuat pilihan yang tepat.” ‘Penasihat’ semacam ini tidak ada gunanya didekati.

Yang juga sebaiknya dihindari:

GRATIS - 7 materi presentasi yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

• penasihat yang bersemangat, yang tak peduli apa risikonya bagi kita.
• penasihat yang merasa orang lain selalu memeras pendapatnya, dan dia tidak menyukainya.
• penasihat yang merasa serba tahu apa yang terbaik untuk kita; tetapi kalau disuruh, dia sendiri tidak mau melakukannya.
• penasihat yang selalu siap dengan jawaban, yang mulai, misalnya, dengan mengatakan, “Selalu saya katakan pada anak-anak muda:..”, “Saya tahu jawaban yang tepat untuk persoalan Anda
• penasihat yang memberi nasihat tanpa diminta.
• penasihat yang tidak melihat situasi itu dari perspektif kita.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang sangat bagus tentang strategi bisnis dan management skills, silakan KLIK DISINI ).

Sumber : Majalah Eksekutif Edisi Desember 1989.

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!