Manajemen Bisnis dan Manajer yang Top

Tiap organisasi bisnis maupun sosial, swasta maupun pemerintah biasanya mempunyai orang yang dapat kita sebut sebagai “superstar” karena kemampuannya dan kontribusinya yang gemilang kepada organisasi. Superstar sebaiknya mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri, dan diberi penghargaan sepadan dengan apa yang dia hasilkan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

Tetapi apa lacur? Seringkali lingkungan superstar ini tidak rela melihatnya bersinar terlalu gemilang. Timbul kecemburuan, mungkin dari atasan, tetapi umumnya dari orang-orang yang setingkat atau di bawahnya. Ada kecenderungan mereka lalu membatasi langkah-langkah superstar ini. Bagaimana reaksi superstar menghadapi ini?

Quasar. Superstar ini akan memberikan reaksi dalam bentuk intimidasi. Karena merasa langkah-langkahnya dibatasi, dia menghentikan komunikasinya dengan lingkungannya. Hanya sekali-sekali dia bersuara; itu pun kalau masalahnya menyangkut kepentingannya. Dalam pada itu dia selalu menunjukkan sikap meremehkan pimpinan, dan bahkan terang-terangan mengemukakan bahwa pimpinan menempuh arah yang salah. Dengan sendirinya, baik atasan maupun bawahan merasa terancam oleh sikapnya itu. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

Super Nova. Karena merasa dibatasi, dia meledak. Kontribusinya kepada organisasi meliputi banyak bidang. Karena terlalu banyak yang dipegang, dia tidak lagi kelihatan gemilang. Pada saat yang sama dia mengganggu yang lain-lain. Akibatnya, superstar ini makin merasa bahwa pendapatnya tidak didengarkan, jerih payahnya tidak dihargai. Atasannya tahu bahwa superstar ini bingung karena kontribusinya kepada organisasi tidak diakui. Manajernya, karena takut akan kemampuan superstar ini, semakin mengabaikannya.

Black Hole. Setelah bersinar gemilang, super¬star ini tiba-tiba dibatasi langkah-langkahnya. Kemampuannya tidak dimanfaatkan lagi oleh organisasi. Mungkin karena misi organisasi berubah atau pimpinannya yang berubah. Kemampuannya mungkin dianggap mengancam orang yang lebih tinggi jabatannya atau sekelompok orang yang secara bersama-sama merongrongnya.

Karena dia merasa ditolak, dia tidak mau aktif lagi. Untuk menyalurkan energinya, dia memilih aktivitas yang berbentuk hiburan; atau keluarganya. Lingkungan kerjanya mungkin bertanya-tanya mengapa perilaku superstar ini berubah, tetapi perhatian mereka tidak cukup besar untuk mau menganjurkan kepada superstar ini untuk mengubah sikap. Bahkan mereka menganggap mundurnya superstar ini akan memberikah kesempatan kepa¬da mereka untuk meningkatkan karier tanpa terancam oleh superstar. Tak ada pilihan lain bagi bintang ini selain meninggalkan organisasi.

Red Giant. Superstar ini tahu cara mengelak dari usaha-usaha membatasi langkah-langkahnya dengan memberi kesempatan kepada yang lain-lain untuk kelihatan terang-benderang karena disinari olehnya. Superstar ini selalu berusaha agar yang lain-lain mendapat penghargaan dan pengakuan untuk ide-ide dan karya-karya me¬reka, Keadaan yang dipaksakan ini tentu tidak bisa langgeng. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Sekalipun tidak ada sikap antipati da¬ri lingkungan, tetapi dalam hati semua tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kemampuan superstar ini begitu menonjol dan usaha-usahanya agar yang lain-lain dapat ikut memanfaatkannya juga kelihatan, dan seringkali mereka tak senang akan kenyataan itu. Akibatnya, suasananya tidak tenang. Hubungan antar pribadi mungkin terganggu keseimbangannya.

White Dwarf. Superstar ini memilih strategi low profile. Dia bersinar secara intens tetapi tidak menonjo secara berlebih-lebihan. Secara konsisten dia memberikan kontribusi yang cemerlang walaupun sikapnya tetap merendah. Dia menggunakan ketrampilan dan kemampuan sepenuhnya demi kepentingan organisasi maupun dia pribadi, tanpa menimbulkan kecemburuan atau sikap negatif hngkungannya. Dengan sikap ini dia bias berkarya dengan baik tanpa membuat yang lain-lain bersikap defensif. Sayangnya; sikap kompromi ini mengakibatkan konflik dalam diri pribadi superstar ini sendiri.

Neutron. Dia mempengaruhi jalannya peristiwa tanpa kentara. Dia tidak menghilang, tetapi tidak pula bersinar. Kehadirannya bisa dirasakan, meskipun tidak kelihatan. Apa pun yang ditanganinya menjadi lebih baik sekalipun tidak terasa oleh yang lain-lain. Dia ingin menyumbangkan lebih banyak, tetapi untuk amannya dia merasa lebih baik memberikan sumbangan yang berarti tanpa banyak diketahui.

RESPONS MANAJER. Apakah para superstar dapat bersinar tanpa membakar yang lain-lain? Apa yang Anda dapat lakukan, sebagai manajer, supaya para superstar itu dapat memberikan yang terbaik dari dirinya?

Yang penting, telitilah apa dampak kecemerlangan orang lain terhadap diri pribadi Anda. Para manajer sebaiknya menyadari, merasa terancam oleh kehebatan anak buah memang wajar; dan bahwa manajer bersikap defensif menghadapi itu, juga wajar. Kalau ada kesadaran ini, itu berarti sudah satu langkah maju. Artinya, kesadaran itu akan membuat sang manajer mempelajari perasaannya dan mengusahakan agar perasaannya dapat diatur supaya tidak merugikan superstar.

Sebaiknya, kalau manajemen bersikap terlalu memuji superstar, itu juga merugikan yang ber-sangkutan. Dengan mengelu-elukan superstar ini, memberi penghargaan, menjadikannya teladan untuk yang lain-lain, hanya akan menimbulkan kecemburuan. Pengakuan tentang kehebatan seseorang adalah masalah sensitif yang haras ditangani secara bijaksana. Tetapi ini tidak lalu berarti manajemen harus mengabaikan kecemerlangan superstar. Superstar harus diberi kesempatan untuk berkembang dengan cara memberikan kepadanya tantangan-tantangan baru. Seandainya sebelum itu superstar ditekan oleh pimpinan lama, maka harus dicarikan jalan bagaimana cara mem¬buat dia tampil kembali.

Setelah kecewa, diasingkan, dan tidak diberi kesempatan untuk memakai ketrampilannya, superstar mungkin tidak percaya lagi bahwa dia diperlukan. Tetapi manusia mempunyai daya tahan yang luarbiasa. Kalau manajemen secara jujur mengajaknya untuk ikut berpartisipasi secara ber¬arti, berangsur-angsur dia akan tampil lagi.

Sebagai manajer, memang tidak mudah menangani situasi tersebut Kecemburaan lingkungan yang membatasi langkah-langkah superstar hanya akan merugikan semua pihak. Tetapi ingat, jika Anda sebagai manajer membantu superstar bersinar, artinya Anda pun akhirnya akan bersi¬nar sebagai manajer.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang management skill, strategi bisnis dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

Sumber : Majalah Eksekutif edisi Desember 1989

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!