Mengatasi Karyawan yang Jenuh dalam Bekerja Headhunter dan Pembajakan Karyawan

Menyusun Buku Peraturan Perusahaan dan Pedoman Karyawan

Tiap perusahaan, betapa pun kecilnya, memerlukan peraturan-peraturan tertulis. Komunikasi langsung semakin tidak dapat lagi dilakukan, bahkan dalam perusahaan-perusahaan yang berkaryawan hanya 10 atau 12 orang. Para manajer mungkin sulit mengingat-ingat apa peraturan-peraturan yang ada, berlaku untuk siapa, dan kapan berlakunya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentai yang bagus tentang management skill dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

Peraturan tertulis yang dengan jelas memaparkan apa hak dan kewajiban karyawan maupun peraturan-peraturan perusahaan akan membantu karyawan mengetahui apa yang dapat mereka harapkan dan apa yang diharapkan dari mereka. Perusahaan yang tidak memiliki buku pedoman untuk karyawan mudah disalahkan kalau sampai terjadi perselisihan antara perusahaan dan karyawan, yang mungkin saja bisa sampai ke meja pengadilan.

Peraturan administrasi yang tidak konsisten sering menimbulkan kecurigaan di kalangan karyawan bahwa pimpinan berlaku tidak adil. Ini bisa menyangkut soal cuti, soal tunjangan, soal ganti rugi, dan sebagainya.

Sebuah pedoman bagi karyawan yang disusun dengan tepat dapat menjadi sarana penting dalam komunikasi dengan karyawan. Dokumen ini harus bisa menjadi bimbingan bagi karyawan baik dalam menjalankan hak maupun kewajib-annya bagi perusahaan. Isinya juga meliputi:

• keterangan tentang mengapa perusahaan didirikan dan bagaimana sejarahnya, pertumbuhannya, rencana masa depannya, dan produk yang dijual.
• keterangan tentang kebijaksanaan perusahaan mengenai sikap sama yang diberikan oleh perusahaan terhadap semua karyawan, tentang masa percobaan, hari libur, cuti, jaminan atau tunjangan, rahasia dokumen perusahaan, prosedur tindak disipliner dan hubungan dengan masyarakat.
• penegasan tentang perlakuan yang adil dan konsisten dengan cara secara rinci mengemukakan standar performans, kebijaksanaan tentang tindakan disipliner maupun prosedur pengaduan kepada perusahaan. Karyawan harus tahu mereka mempunyai hak untuk didengar.
• penegasan bahwa perusahaan menghargai para karyawan, menghormati karyawan dan mem-perhatikan karyawan.
• pemberian kesempatan kepada karyawan untuk mengatur keuangannya untuk jangka panjang dengan secara rinci memuat keterangan tentang tunjangan pensiun, tunjangan sakit, kematian dan sebagainya.

Sebenarnya tidak ada format atau gaya buku pedoman karyawan yang dianggap tepat untuk semua karyawan. Karena itu masing-masing perusahaan akan menerbitkan buku pedoman tersebut menurut gayanya yang mencerminkan jumlah tenaga kerja, apa jabatan-jabatan yang ada, tingkat sofistikasinya, falsafah perusahaan, dan struktur organisasinya.

Sebuah buku pedoman yang kedengaran amat resmi tidak akan sesuai untuk perusahaan yang bersikap dan berperilaku tidak formal; demikian pula sebaliknya.

Banyak yang berpendapat bahwa buku pedoman karyawan dapat dianggap sebagai dokumen kontrak, padahal bukan. Karena itu dalam buku itu harus ditegaskan bahwa pedoman tersebut bukannya kontrak sehingga tidak bersifat mengikat secara hukum.

Adakalanya kalau karyawan dikenai tindak disipliner dia akan mengadu ke pengadilan karena perlakuan terhadap dirinya melanggar isi pedoman karyawan. Untuk menghindari kasus seperti ini, dalam buku tersebut hendaknya juga difnuat pasal yang menyatakan bahwa sekalipun buku pedoman itu memaparkan kebijaksanaan dan peraturan yang menyangkut hubungan kerja antara pimpinan dan karyawan perusahaan, teta-pi harus juga ditegaskan bahwa pimpinan perusahaan berhak meninjau kembali, menambah atau mengurangi isinya, dan bahkan tidak mematuhi isi buku pedoman itu, jika dianggap perlu.

Karena undang-undang perburuhan mungkin mengalami perubahan-perubahan, buku pedoman tersebut perlu ditinjau kembali secara berkala untuk menjamin agar isinya sesuai dengan undang-undang perburuhan.

Menyiapkan atau menyusun kembali sebuah pedoman karyawan barulah langkah awal dalam proses komunikasi dengan karyawan. Mungkin setelah disusun rancangannya perlu diadakan diskusi dengan wakil-wakil karyawan untuk menjamin agar isinya tidak menimbulkan salah tafsir pada kedua pihak. Dan sekali lagi perlu ditegaskan bawah buku pedoman tersebut adalah dokumen berisi peraturan dan kebijaksanaan perusahaan, dan bukan kontrak.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentai yang bagus tentang management skill dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

Sumber : Majalah Eksekutif Edisi April 1989.

Leave a Reply

Dapatkan secara gratis ebook - PANDUAN menjadi ENTREPRENEUR SUKSES DISINI.