Mengatasi Karyawan yang Jenuh dalam Bekerja

Banyak pengusaha mendapati, segera setelah bisnis mereka menjadi mantap dan dijalankan secara profesional, terjadi perkembangan yang tidak diharap-harapkan. “Esprit de corps”, yang semula mampu membangkitkan semangat para karyawan untuk bekerja keras, tiba-tiba memudar. Akibatnya, tidak mustahil tenaga-tenaga terbaik mulai meninggalkan perusahaan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentai yang bagus tentang management skill dan leadership skills, silakan KLIK DISINI ).

Wajar bahwa kebosanan mulai dirasakan ofeh sejumlah tenaga inti. Tahap awal perkembangan suatu perusahaan, ketika semua dituntut untuk memberikan performans maksimal, merupakan saat-saat yang menggairahkan bagi karyawan-karyawan yang dinamis. Tetapi segera setelah perusahaan memasuki tahap pertumbuhan beri-kutnya, mereka mulai bosan dengan kerja rutin. Tenaga-tenaga profesional yang ambisius tidak ragu-ragu untuk pindah kerja tiap 2/2 tahun sekali karena mereka yakin, itulah satu-satunya ca-ra bagi mereka untuk bisa maju.

Kepergian tenaga-tenaga profesional yang kompeten bisa merugikan perusahaan, baik ditinjau dari segi produktivitas, morale karyawan, maupun kerugian finansial. Kerugian ini timbul antara lain karena perusahaan terpaksa menge-luarkan biaya lagi untuk merekrut dan mendidik tenaga-tenaga pengganti. Perkembangan seperti