Teori Z dan Produktivitas Kerja Prinsip Kunci dalam Leadership Skills (Kepemimpinan)

Teori Z dan Kinerja Organisasi

William Ouchi mengidentifikasikan ciri-ciri organisasi itu sebagai berikut:

Tipe Z:
• Kesetiaan sepanjang usia (Lifetime Employment),
• Evaluasi dan promosi diperlambat,
• Jenjang karir tanpa spesialisasi,
• Mekanisme pengawasan tidak implisit
• Proses pengambilan keputusan kolektif
• Tanggung jawab bersama,
• Dan, keprihatinan secara umum.

Tipe A:
• Pekerja tidak tahan lama (Short-term)
• Evaluasi dari promosi cepat,
• Jenjang karir dengan spesialisasi,
• Mekanisme pengawasan secara eksplisit,
• Pengambilan keputusan secara individual,
• Tanggung jawab perorangan,
• Keprihatinan per segmen.

Menurut Ouchi, organisasi perusahaan Tipe Z menumbuhkan produktivitas kerja lebih besar dari Tipe A. Di antara sekian ciri dalam Tipe Z, ciri yang pa¬ling populer dan sering menjadi bahan pembicaraan ialah Lifetime Employment. Di Jepang sendiri ini belum merupakan ciri yang memassal apalagi universal sebab baru diikuti bleh kira-kira 35% masyarakat pekerja Jepang. Tapi angka ini sudah cukup besar sebagai basis yang memudahkan penerapan tiga unsur esensi dalam Teori Z.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang HR Strategy dan Organizational Development, silakan KLIK DISINI ).

Ciri lainnya yang sudah begitu dikenal oleh mitra usaha Jepang di berbagai negara ialah proses pengambilan keputusan yang dijalankan secara konsensus dan partisipatif, yang melibatkan semua lapisan manajemen dimulai dari stratum bawah. Para ilmuwan sosial sudah membuktikan itu sebagai proses manajemen demokratis yang efektif, lawan dari sikap pengambilan keputusan otokratik gaya Barat yang telah usang.

Walaupun nampak terlalu membosankan, ciri-ciri yang melekat pada organisasi manajemen Jepang tidak bisa lagi diragukan telah menjadi kunci-kunci unggulan yang membawa negara itu sukses di ajang pertarungan bisnis-ekonomi internasional.

Lagi-lagi Teori Z terpulang pada kultur Jepang. Tradisi dan iklim telah membentuk budaya masyarakat Jepang yang khas, yang mehjalar pula sampai ke perusahaan. Tidak ada fase pada organisasi Tipe Z yang tidak tersentuh nilai-nilai kultur, bahkan sampai pada kualitas produk Jepang.

Betul, perusahaan-perusahaan Tipe A memiliki tradisi dan kultur yang bertolak belakang. Tetapi nyatanya William Ouchi dalam teorinya membuktikan bahwa perbedaan kultur bukan merupakan persoalan. Secara kebetulan, beberapa perusahaan besar Amerika ternyata menerapkan pola manajemen yang hampir-hampir mirip dengan Tipe Z. Di antaranya, dia menyebut IBM, Procter & Gam¬ble, Hewlett-Packard, Eastman Kodak, organisasi AB AmerikaSerikat (USArmy). Ouchi menggolongkan mereka pada kelompok perusahaan Amerika yang ber-Tipe Z.

Masih ingat hasil identifikasi Peters dan Waterman dalam In Search of Excellence? Perusahaan-perusahaan yang dikelola paling bagus (termaju di AS) juga memiliki ciri organisasi yang sama dengan perusahaan Jepang. Secara sengaja mulai banyak perusahaan Tipe A yang menjiplak pola manajemen Tipe Z dan akhirnya berubah menjadi perusahaan-perusahaan yang mencatat tingkat produktivitas dan keuntungan yang tinggi. Yang mencengangkan pada kelompbk perusahaan yang telah mengubah orientasi manajemennya itu: kemajuannya bisa mengalahkan perusahaan Jepang. William Ouchi mengajafkan: “Kalau mau mengejar kuda, naiklah kuda.”

Sumber : Majalah Eksekutif Edisi September 1987.

Leave a Reply

RP Bawah