Survei Kepuasan Karyawan

Kepuasan karyawan merupakan salah satu elemen yang penting dalam menunjang tingkat produktivitas dan juga kreativitas karyawan. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya korelasi kuat antara tingkat produktivitas dan kreativitas karyawan dengan level kepuasan karyawan. Karyawan yang puas cenderung akan lebih produktif dalam bekerja, dan lebih banyak menghasilkan gagasan yang inovatif.

Sebaliknya, karyawan yang kurang puas atau kecewa dengan kondisi pekerjaan atau lingkungan kantornya cenderung akan mengalami stagnasi dalam bekerja. Ia akan mudah bosan, lelah, dan ujungnya akan menggangu level produktivitas yang bersangkutan.

Melihat hal diatas, maka perusahaan selayaknya melakukan proses untuk melihat lebel kepuasan karyawannya secara reguler. Salah satu caranya adalah melalui survei kepuasan karyawan. Disini, para karyawan diminta untuk mengisi kuesioner mengenai beragam hal di lingkungan pekerjaannya, dan ia kemudian diharuskan untuk mengisi skor kepuasannya atas beragam hal tersebut. Skornya mulai dari angka 1 atau sangat tidak puas hingga angka 5 atau sangat puas. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang employee satisfaction, silakan KLIK DISINI ).

Secara garis besar, angket kepuasan karyawan biasanya meng-address lima elemen utama, yakni : 1) kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya (job content), 2) kepuasan karyawan terhadap lingkungan kerja (baik lingkungan fisik seperti tata ruangan ataupun lingkungan non fisik seperti relasi dengan kerja, atau suasana kerja); 3) kepuasan karyawan terhadap atasan, dan 4) kepuasan karyawan terjadap kebijakan perusahaan dalam memberikan remuneration and benefit pada pegawainya.

Selain empat elemen utama diatas, biasanya ada faktor tambahan lain yang ditanyakan seperti : kepuasan karyawan terhadap kebijakan pengembangan karir, kepuasan karyawan terhadap program pelatihan yang diberikan, ataupun kepuasan karyawan terhadap kualitas kepemimpinan secara umum di perusahaan tersebut.

Pada tahapan selanjutnya, elemen-elemen yang ingin ditanyakan tersebut kemudian dijabarkan dalam serangkaian pertanyaan. Misalkan setiap elemen dijabarkan dalam bentuk 4 – 5 pertanyaan. Sebagai misal untuk untuk faktor mengenai kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya, dua contoh pertanyaan yang lazim diberikan adalah sbb:
• Saya puas dengan pekerjaan saya dan jenis tugas yang saya kerjakan.
• Pekerjaan saya menantang dan menarik.

Untuk faktor kepuasan terhadap atasan, dua contoh pertanyaannya adalah sbb:
• Atasan saya melakukan tindakan perbaikan yang tepat dan adil pada karyawan yang tidak dapat menampilkan prestasi kerja yang memuaskan.
• Atasan saya memberikan pengarahan dan instruksi yang jelas.

Untuk faktor kepuasan terhadap relasi dengan kelompok/tim kerjanya, contoh pertanyaan yang dapat diberikan adalah :
• Saya merasa puas dengan cara-cara anggota kelompok kerja saya memecahkan masalah.
• Kelompok kerja saya memiliki kerja sama yang baik.

Setiap pertanyaan tersebut kemudian dilengkapi dengan jawaban dalam skala 1 – 5, dimana deskripsi skalanya adalah :
(1) Sangat Tidak Setuju
(2) Tidak Setuju
(3) Tidak Tahu
(4) Setuju
(5) Sangat Setuju

Jawaban dari para karyawan terhadap angket dan skala jawaban itu kemudian di-olah dan di-analisa untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat kepuasan karyawan saat ini.

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!