Mengelola Resistensi dalam Manajemen Perubahan

Dalam setiap proses perubahan pasti akan datang resistensi. Resistensi ini datang baik dari sisi individu maupun dari sisi organisasi. Dari sisi individu, resistensi ini misalanya berujud persepsi yang apriori terhadap rencana perubahan. Artinya, secara dini seseorang telah menolak keras rencana perubahan, meskipun orang tersebut belum menerima informasi dan data yang lengkap. Ia telah secara apriori memberikan judgement atau cap bahwa proses perubahan pasti akan merugikan dirinya; meskipun kenyataannya mungkin tidak demikian. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang change management, silakan KLIK DISINI ).

Dari sisi organisasi, resistensi muncul dalam beragam bentuk. Salah satunya adalah penentangan dari kelompok yang konservatif; dan hal ini akan lebih rumit, jika kelompok itu kebetulan tengah berada pada posisi yang memiliki kekuasaan.

Dalam menghadapi proses perubahan biasanya terdapat sebuah siklus. Siklus ini diawali dengan siklus penentangan atau resistensi, yang biasanya dimulai dari menyangkal, kemudian menentang, lalu diikuti dengan menjajaki serta diakhiri dengan memberik komitmen. Adapun sikap dalam setiap fase itu adalah sbb:

Penyangkalan:
“Betapa baiknya keadaan di masa lalu”
“Hal itu tidak mungkin terjadi di sini”
Sikap seakan semua berjalan seperti biasa
Menolak untuk mendengar informasi baru

Penentangan:
Kemarahan
Kehilangan & sakit hati
Sikap keras kepala
Sikap menyalahkan orang lain
Sikap mengeluh
Menjadi sakit
Ragu akan kemampuannya
Merenung akan masa lalu

Komitmen:
Visi
Fokus
Kerja Tim
Kerja sama & keseimbangan

Penjajakan:
“Apa yang akan terjadi pada saya?”
Melihat kemungkinan
Tidak dapat memutuskan
Kerja yang tidak terfokus
Melihat sumber daya
Menyelidiki alternatif
Mempelajari ketrampilan-ketrampilan Baru

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Dalam setiap fase seperti yang diuraikan diatas, diperlukan jenis respon yang berbeda-beda. Dibawah ini diuraikan mengenai jenis respon yang efektif untuk setiap fase :

Respon untuk Fase Penyangkalan (Denial)
• Hadapi dengan pemberian informasi yang jelas
• Informasi bahwa perubahan akan terjadi
• Jelaskan apa yang diharapkan dan tindakan apa yang perlu mereka lakukan untuk beradaptasi dengan perubahan
• Beri mereka waktu, dan kemudian skedulkan pertemuan untuk berdiskusi kembali

Respon untuk Fase Penentangan (resistance)
• Listen, listen, listen
• Berikan apresiasi terhadap penolakan mereka dan berikan empati
• Jika diperlukan, gunakan enforcement dan punishment
• Diperlukan ketrampilan untuk mengelola konflik

Respon untuk Fase Menjajaki (Exploration)
• Sediakan training dan program pengembangan yang dibutuhkan
• Tetapkan sasaran jangka pendek dan menengah

Respon untuk Fase Komitmen (commitment)
• Tetapkan sasaran untuk jangka yang lebih panjang
• Bangun kerjasama tim
• Berikan reward
• Memelihara momentum perubahan

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!