Mengapa Penerapan Key Performance Indicators Gagal?

Untuk meningkatkan kinerja, banyak organisasi yang sekarang menerapkan sistem key performance indicators untuk menilai dan mengevaluasi kinerja para karyawannya. Key performance indicators sendiri dapat diartikan sebagai indikator kinerja yang terukur yang digunakan sebagai acun untuk menilai keberhasilan pelaksanaan tugas. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang KPI dan balanced scorecard, silakan KLIK DISINI ).

Namun demikian kadang penerapan manajemen kinerja berbasis key performance indicators (KPI) tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ada sejumlah aspek yang menyebabkan penerapan KPI tidak berjalan dengan lancar.

Aspek yang pertama adalah penentuan KPI. Disini banyak karyawan yang secara sengaja memilih jenis KPI yang mudah dicapai; dan menghindari pemilihan KPI yang relatif sulit dicapai. Aspek lainnya adalah pada penentuan target. Banyak manajer yang secara sengaja menentukan target yang terlalu rendah sehingga relatif mudah dicapai. Kedua hal ini akan membuat penerapan KPI menjadi sia-sia.

Selain itu, kegagalan penerapan manajemen kinerja KPI juga disebabkan oleh sistem montoring KPI yang buruk. Artinya, pencapaian data realisasi KPI tidak dicatat dengan tekun setiap bulannya; sehingga data pencapaian banyak yang tidak akurat.

Selain itu, kegagalan KPI kadang juga disebabkan oleh tiadanya tools untuk memonitor pencapaian KPI. Sebagai misal ada KPI mengenai skor kepuasan karyawan; namun ternyata perusahaan tidak memiliki alat ukur atau kuesioner untuk menilai skor kepuasan karyawan. Jadi KPI itu kemudian tidak bisa dihitung.

banner 4

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!