Menganalisa Organisasi yang Sakit

Suasana atau iklim tidak sehat yang diciptakan oleh top eksekutif dalam suatu perusahaan ternyata dapat mengakibatkan jalannya perusahaan tersendat-sendat. Iklim tak sehat itu biasanya diakibatkan oleh status emosi pimpinan yang tidak stabil, sehingga mendatangkan masalah pada strategi, struktur, maupun iklim manajerial perusahaan tersebut. Dalam keadaan seperti itu, dapat dikatakan perusahaan sedang mengalami gangguan neurotic, gangguan kejiwaan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang Diagnosa Organisasi dan Change Management, silakan KLIK DISINI).

Dari serangkaian penelitian yang dilakukan oleh sebuah badan penelitian di AS, tampaknya ada hubungan yang menyolok antara tingkah laku neurotik pim-pinan dengan hambatan yang dialami oleh perusahaan.

Dalam organisasi atau perusahaan yang neurotis, maka iklim yang ada adalah cerminan dari gaya dari fantasi pimpinan perusahaan. Lebih khusus lagi: ternyata sifat dan pembawaan neurotik top eksekutif suatu perusahaan akan mewarnai kultur perusahaan itu. Bahkan seringkali pembawaan neurotik tersebut bisa ditularkan pada bawahannya. Itulah sebagian kesimpulan yang ditulis oleh Manred F.R. Kets de Fries, profesor dalam bidang Organizational Behavior, dan Danny Miller, seorang doktor dalam ilmu manajemen, atas se¬rangkaian studi yang dilakukan ter¬sebut.

Hasil studi yang kemudian dibuku-kan dengan judul “Neurotic Organization” itu mengungkapkan perkembangan beberapa perusahaan di AS (yang disebut dengan nama samaran) dengan kecenderungan neurotiknya. Dikemukakan, ada 5 tipe perusaha¬an yang neurotik, sebagaimana dikenal dalam teori psiko analisa dan psi-kiatri: Dramatis, Depresif, Paranoid, Kompulsif, dan Schizoid.

Kelima tipe tersebut memiliki iklim tertentu yang pada dasarnya pantulan dari ciri-ciri dan fantasi-fantasi neurotis pimpinannya. Pembawaan neurotik itu mendasari tampilnya perilaku tertentu yang mendatangkan akibat buruk terhadap strategi, iklim perusahaan maupun struktur organisasi itu. Meskipun, menurut Fries dan Miller, kondisi itu tidak selalu mengakibatkan kebangkrutan, akan tetapi minimal menimbulkan hambatan untuk maju.

Misalnya situasi yang terjadi pada perusahaan Pyrax Intl. dan Stevens Corporation, keduanya menampilkan gaya neurotik yang berbeda. Pyrax yang dipimpin oleh Alex Herzog, seorang wirausaha yang angkuh, ambisius dan dominan, dikenal sebagai perusahaan raksasa yang berkembang cepat. Herzog memimpin perusahaan dengan gaya tiran. la memperlakukan bawahan dengan keras, selalu mengambil porsi terbesar dalam setiap pengambilan keputusan.

Penampilannya yang agresif ter-sebut diilhami oleh mimpi dan ambisinya yang kadang tidak realistis, sehingga tampaknya ia terlalu memaksakan sumber daya yang ada di perusahaan itu. Dalam kerangka pengertian “Organizational Neurosis”, maka Pyrax digolongkan dalam tipe perusahaan yang dramatis.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Lain halnya dengan Stevens Corporation. Sebelum diambil alih Pyrax, perusahaan yang memproduksi alat-alat berat ini berkembang secara baik. David Morse, pimpinannya, selalu berusaha menseimbangkan antara inovasi dan pertumbuhan di satu pihak, dengan efisiensi dan kekuatan keuangan perusahaan di lain pihak.

Stevens dikenal sebagai perusahaan dengan produksi berkualitas prima. Segala sesuatu berubah setelah akuisisi dilakukan oleh Pyrax. Herzog, dengan pembawaannya yang domi-nan tidak suka dengan manajer yang kuat seperti Morse. Dan menggantinya dengan Byron Gorsuch sebagai Chief Executive yang baru, seorang dengan pembawaan birokrat yang insecure, pemalu, dan takut. Kelebihannya yang menonjol hanyalah ketaat-annya pada apa yang dikehendaki oleh Herzog yang ambisius dan dominan.

Yang terjadi kemudian memang dapat diduga. Para manajer yang baik keluar dari perusahaan itu dan yang tinggal hanyalah eksekutif-eksekutif yang pasif dan penuh rasa cemas akan masa depan perusahaan. Fungsi ma¬najer menjadi hanya semacam peng-awas, dan mereka terjebak dalam suasana pekerjaan yang ritual tanpa berani mengambil inisiatif. Dan bersamaan dengan stagnasi yang dialami oleh perusahaan Stevens, maka angka penjualan dan profitabilitasnya pun menjadi jatuh merosot.

Apa yang dialami oleh Stevens tidak dapat ditolong oleh Pyrax yang bersibuk diri dengan ambisi-ambisi Herzog yang tak terkendali. Sementara itu para manajer yang depresif dan pasif di Stevens tidak cukup punya keberanian untuk berbuat sesuatu.

Kasus yang terjadi di dua perusahaan itu adalah salah satu bukti bahwa kepribadian eksekutif puncak, Herwgd and Gorsuch, dengan jelas dan keras terefleksikan pada problematik yang menghinggapi baik strategi, struktur, maupun iklim manajerial perusahaan tersebut.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang Diagnosa Organisasi dan Change Management, silakan KLIK DISINI).

Sumber : Majalah Eksekutif edisi Januari 1985

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!