Manajer : Jangan Katakan Tidak, Jika Tidak Terpaksa

Berhati-hatilah memberi nasehat kepada karyawan. Ramalan-ramalan negatif Anda sering-sering malahan akan mencelakakan. “Anda akan mengalami kesukaran kalau berbuat begini” atau “Gagasan ini saya rasa tidak akan memberikan hasil seperti yang diharapkan” adalah dua jenis peringatan yang sering disampaikan para eksekutif kepada rekan-rekan dan karyawan mereka. Maksudnya baik, tetapi peringatan-peringatan itu mungkin mengandung ancaman tersembunyi.

Para ahli psikologi di Universitas California (UCLA) di Los Angeles telah melakukan beberapa riset tentang apa yang disebut “nocebo effect.” Sebagai lawan dari placebo, nocebo adalah akibat negatif yang timbul karena peringatan. Dalam eksperimen yang dilakukan di UCLA, lebih dari dua pertiga ke¬lompok yang dijadikan eksperimen mengeluh sakit pening ketika kepada mereka dikatakan bahwa arus listrik sedang disalurkan melalui kepala mereka, walaupun sebenarnya arus listrik itu tidak ada. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint yang bagus tentang management skills dan leadership, silakan KLIK DISINI ).

Eksperimen dan kenyataan tentu saja berbeda. Dalam dunia kerja, tidak ada eksekutif yang dengan sengaja membohongi bawahannya seperti itu. Bahkan sebaliknya, kalau seorang eksekutif benar-benar meramalkan bahwa sesuatu usaha akan negatif hasilnya, ini biasanya dimaksudkan untuk menolong, untuk nasehat atau saran yang membantu. Sayangnya, akibatnya mungkin akan serupa. Ramalan tentang bencana dapat terwujud semata-mata karena penerima ramalan yakin hal itu akan terjadi.

Lain kali, kalau Anda tergoda untuk memberikan ramalan negatif tentang gagasan atau rencana yang diajukan karyawan atau rekan sekerja Anda, sebaiknya Anda perhati-kan pertanyaan-pertanyaan ini.

• Apakah ada jurang pengalaman antara Anda dan orang yang Anda nasehati? Mungkin Anda lebih berpengalaman, melihat lebih banyak, dan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menilai suatu situasi. Kalau demikian halnya, pertimbangkanlah baik-buruk penonjolan pengalaman Anda terhadap orang yang masih perlu mengembangkan pengalamannya sendiri.

9 Ilmu Online Paling Ampuh yang akan Membuatmu Makin Pintar dan Tajir. Pelajari ilmunya disini.

• Apakah pertimbangannya meragukan? Seorang eksekutif yang efektif harus dapat mempercayai pertimbangan orang-orang di sekitarnya. Kalau Anda meragukan kebijaksanaan/kemampuan seseorang, maka hanya menganjurkan orang tersebut supaya mencari cara lain tidak akan menyelesaikan pro¬blem pokok. Kalau ada orang yang sering membuat kekeliruan, Anda mungkin harus mempertimbangkan kembali apakah ia benar-benar layak untuk posisi yang diberikan kepadanya.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint yang bagus tentang management skills dan leadership, silakan KLIK DISINI ).

Tetapi kalau Anda kenal orang yang biasanya pertimbangannya cukup baik tetapi suatu kali akan mengambil langkah yang meragukan, Anda dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendetail tentang langkah itu, tanpa menunjukkan sikap keraguan. Mungkin ia bertindak berdasarkan informasi yang berbeda dari apa yang Anda punyai.

• Apakah isyu tersebut menyangkut kekuasaan? Seringkali eksekutif menilai sikap karyawan yang berani mengambil langkah baru sebagai ancaman terhadap kekuasaannya. Walaupun memang benar bahwa kebijaksanaan dasar harus ditetapkan di atas, eksekutif perlu meneliti setiap gagasan baru secara obyektif sebelum mengambil keputusan.

Kalau gagasan tersebut bertentangan sama sekali dengan kebijaksanaan lama, Anda mungkin perlu mempertimbangkan kembali nilai-nilai kebijaksanaan tersebut. Kalau nilai kebijaksanaan tersebut dapat dipertahankan; sedangkan gagasan baru itu tidak dapat, Anda harus langsung menolak gagasan itu. Jangan bertele-tele dengan memberikan peringatan-peringatan yang mencemaskan tentang akibat-akibatnya.

Tetapi kalau gagasan tersebut benar-benar tidak mengganggu kebijaksanaan umum, Anda mungkin malahan akan memperkokoh, dan bukan memperlemah, posisi Anda sendiri dengan mencoba gagasan itu tanpa campur tangan yang negatif.

• Apakah problem itu lebih menyangkut gaya dan bukan isi? Orang sering terpesona oleh gagasan-gagasan baru. Yang menggusarkan Anda ialah entusiasme yang berlebihan dan bukannya isi usul itu. Karena itu, sebelum memberikan reaksi cobalah meneliti inti gagasan tersebut dan kemudian meng¬
ambil tindakan.

Kalau Anda khawatir tentang kemungkinan akibat-akibat negatif, pedoman-pedoman berikut ini dapat membantu Anda menanggapi sebuah gagasan dengan cara yang positif dan konstruktif.
Berikan peringatan secara terus terang hanya kalau akibat-akibatnya 100% dapat diramalkan. Cara mengetahui dengan jelas bagaimana situasinya adalah dengan memperhatikan kata-kata apa yang Anda ingin pakai dalam peringatan itu. Kalau terdapat kata-kata bersyarat di dalamnya, seperti “mungkin, dapat, boleh jadi, biasanya, sering”, artinya akibat-akibatnya tidak seluruhnya sesuai dengan ramalan. Karena itu peringatan langsung tidaklah perlu dan malahan berbahaya.

Tetapi peringatan terus terang tentang akibat-akibat nyata seperti “Kalau Anda merokok di sini, akan kebakaran” atau “Ini bertentangan dengan kebijaksanaan perusahaan” atau “Pimpinan menolak gagasan yang serupa” memang membantu dan layak.

Kalau akibatnya tidak 100% teramalkan, ada beberapa cara untuk mengingatkan yang bersangkutan tanpa memberikan akibat negatif.

Bagaimana Saya Menghasilkan 40 Juta Per Bulan dari Internet. My Real Story. Pelajari ilmunya DISINI.

Ajukanlah pertanyaan dan jangan membuat pernyataan. Misalnya: “Apa implikasi gagasan ini terhadap anggaran yang ada?” adalah konstruktif. “Kedengarannya ini akan membuat kita berhutang” adalah kesimpulan yang tidak beralasan dan mungkin mem¬berikan akibat negatif yang tidak perlu.

Biarkan dia mengutarakannya dan Anda mendengarkan dengan sikap netral. Orang di sekitar Anda mungkin mengetahui benar cara kerja organisasi Anda. Karena itu, kalau Anda memberikan kesempatan kepadanya untuk mengemukakan pikiran dan gagasan tanpa membuatnya enggan, mungkin dia sendiri akan melihat apa rintangan-rintangannya. Setelah itu Anda mengajukan saran-saran tentang bagaimana mengatasi masalah itu, jadi bukannya memperbesar efeknya.

Kenali sikap Anda sendiri. Sering seorang eksekutif merasa negatif tentang sesuatu karena khawatir akan akibatnya terhadap orang atau program-program lain yang ingin dilindunginya. Dan bersikap demikian sama sekali tidak salah selama Anda dapat menjelaskan apa yang Anda kerjakan.

Kalau ada yang menyarankan sesuatu yang Anda rasa mungkin akan menimbulkan akibat merugikan terhadap departemen lain, janganlah berkata: “Saya rasa Anda akan menjumpai kesulitan.” Anda harus berterus terang dan mengatakan: “Saya khawatir ini akan benar-benar memusingkan kelompok Johny.” Dengan cara seperti ini, Anda bukan saja menghindari akibat negatif tetapi Anda juga memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk menilai kembali gagasan itu. (Sumber : Majalah Eksekutif, Edisi Suplemen Tengah Tahun, 1987).

(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint yang bagus tentang management skills dan leadership, silakan KLIK DISINI ).

9 Ilmu Online Paling Ampuh yang akan Membuatmu Makin Pintar dan Tajir. Pelajari ilmunya disini.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!