Jenis Penyakit Organisasi

Terdapat beragam jenis penyakit organisasi. Penyakit yang pertama disebut sebagai Perusahan yang Dramatis. Iklim organisasi ditandai dengan hiperaktifitas, impulsif, dan dangkal. Para pengambil keputusan dalam perusahaan tersebut hidup dalam dunia dugaan dan impresi tanpa menatap fakta-fakta yang ada. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang change management dan pengembangan organisasi, silakan KLIK DISINI ).

Kecenderungannya yang dramatis tersebut memunculkan kecenderungan sentralisasi kekuasaan, dengan demikian maka inisiatif petualangan selalu ada pada pimpinan. Para eksekutif cenderung untuk membentuk dunianya sendiri daripada bereaksi terhadap lingkungan bisnis yang ada, sehingga mereka sering keluar-masuk pasaran, selalu mencoba produk baru atau penampilan baru, tanpa pertimbangan yang mendasar. Kenyataan itu, kata Fries dan Miller, adalah cerminan dari kebutuhan narsistik para eksekutifnya; yakni ingin selalu menjadi pusat perhatian, ingin dipandang sebagai eksekutif yang berhasil.

Struktur organisasi yang dramatis biasanya ditandai dengan pertama, kekuasaan terpusat ada pada top ek¬sekutif yang selalu ingin tampil secara pribadi dan ingin dipuji atas keberhasilannya. Kondisi ini menimbulkan ciri kedua, yakni kurang adanya sistem informasi yang efektif sehingga komunikasi intern dalam organisasi tersebut menjadi terganggu. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang change management dan pengembangan organisasi, silakan KLIK DISINI ).

• Perusahaan yang Depresif

Organisasi yang depresif seperti halnya Stevens Corporation dicirikan dengan aktifitas yang lamban, kurang kepercayaan diri, picik, dan konservatif. Ada suasana pasif dan tanpa arah yang jelas. Yang dilakukan ada¬lah apa yang telah diprogramkan tanpa ada inisiatif. Perusahaan ini biasanya ditemukan pada jenis industri dengan pasar yang telah mapan, seperti: industri baja primer, industri pertanian dan industri bahan-bahan kimia, di mana teknik, produksi, dan pola-pola kompetisi relatif tetap selama bertahun-tahun. Derajat perubahan yang rendah, tidak adanya keseriusan dalam kompetisi, dan kon-sumen yang homogen menyebabkan pekerjaan administrasi monoton.

Sementara itu otoritas dan wewenang tidak terlalu dimasalahkan. Kontrol dilakukan lebih sebagai kebijaksanaan formal daripada inisiatif manajerial. Para manajer menghabiskan waktunya dengan pekerjaan yang rutin dan monoton. Kondisi bawahan lebih mencerminkan adanya status quo dengan manajer yang pasif dan tidak ada kapasitas untuk berubah.

• Perusahaan yang Paranoid
Pada tipe ini yang pertama tampil adalah kontrol organisasi yang diwarnai oleh rasa kecurigaan dari pihak pimpinan. Rasa curiga yang berlebihan ini menyebabkan timbulnya iklim was-was akan ancaman keadaan darurat. Dalam bentuknya yang ekstrim hal ini bisa mengarah pada rasa curiga yang dilembagakan menjadi organisasi intelijen.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Kecenderungan paranoid ini juga berpengaruh pada proses pengambilan keputusan. Perasaan was-was yang menghantui para top eksekutif mem-bawa mereka pada kecenderungan untuk selalu melakukan perundingan tentang segala macam informasi, baik tentang keadaan organisasi, kondisi karyawan maupun tentang situasi pasar, sehingga kesannya terlalu banyak konsultasi untuk setiap keputusan. Iklim perusahaan seperti ini pada gilirannya menyebabkan rendahnya moril dan kepercayaan pada bawahan.

Sebagai contoh dapat disebutkan di sini kondisi yang dialami oleh Para-tech Inc., sebuah firma di AS yang memproduksi alat-alat semi konduktor. Sebagaimana biasa kecenderungan paranoid selalu diawali dengan kejadian-kejadian traumatis yang dialami oleh pimpinan perusahaan.

Akan halnya Paratech, kejadian-kejadian traumatis tersebut ialah: Pertama, peristiwa hilangnya salah satu formula alat elektronik — pesanan ba-dan rahasia AS — dicuri mata-mata Rusia. Kedua, beredarnya produk-produk tiruan para saingannya. Dan yang terakhir ialah keadaan jenuh dari pasar barang-barang semi kon-duktor.

Kejadian-kejadian tersebut mengakibatkan mereka berusaha ke¬ras untuk menjaga agar ide-idenya tidak tercuri dan muncullah kecen¬derungan paranoid pada pimpinan Paratech Inc.

Perusahaan paranoid juga cenderung bereaksi dari pada berantisipasi. Jika saingannya menurunkan harga maka ia cenderung meniru. Para top eksekutif pada perusahaan paranoid biasanya dinaungi cemas yang menyebabkan ketakutan untuk melakukan inovasi, terlalu hemat dan tidak berani berisiko. Kalaupun ada diversifikasi produksi itu hanya supaya ada kesempatan mempertajam kon¬trol dan memperketat proses infor¬masi sehingga memenuhi kebutuhan paranoid para pimpinannya.

Orientasi yang reaktif ini membawa mereka pada strategi bisnis yang monoton sehingga cenderung konservatif. Perusahaan paranoid terlalu memperhitungkan kekuatan yang berasal dari luar sehingga tidak mempunyai goal yang jelas untuk dicapai. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang change management dan pengembangan organisasi, silakan KLIK DISINI ).

• Perusahaan yang Kompulsif
Pada jenis ini iklim perusahaan di-warnai dengan suasana kerja yang ritual. Setiap detil pekerjaan direncanakan dengan hati-hati dan dilaksanakan dengan gaya rutin.

Sebagaimana rekannya yang paranoid, perusahaan kompulsif juga menekankan pada kontrol formal dan sistem informasi. Bedanya di sini kontrol dilakukan untuk memonitor secara ketat operasi internal dalam perusahaan, yakni efisiensi biaya dan pelaksanaan proyek. Sementara pada perusahaan paranoid,kontrol dilaku¬kan terhadap kondisi eksternal.

Dengan suasana demikian maka tak dapat dihindari lagi pada perusa-haan kompulsif struktur organisasi menjadi sangat hirarkis. Dalam bebe-rapa hal ini mencerminkan kebutuhan pimpinan akan adanya kontrol. Dalam teori psikologi, seorang yang berpembawaan kompulsif pada dasarnya selalu cemas dengan masa de-pan dan was-was untuk melangkah ke depan sehingga ada kecenderungan untuk preokupasi.

Biasanya hal ini terjadi setelah ada faktor pencetus yakni ancaman yang datang. Untuk itu ia memunculkan reaksi mengurangi ketidakpastian dengan mengarahkan perhatian pada sasaran yang sudah jelas dengan rencana sangat berhati-hati. Pendek kata semua kejutan harus dihindari. Kelebihan dari jenis ini dibanding dengan paranoid ialah bahwa perusahaan masih memiliki orientasi yang relatif jelas. Ambil misal perusahaan yang orientasinya kebanggaan dalam inovasi, maka mereka akan cenderung berinovasi dengan produk-produk baru tak ambil peduli apakah produk itu laku atau tidak. Dan inilah karakteristik neurotiknya: cenderung untuk tidak menatap realitas.

Dalam penelitian ini yang digolongkan sebagai perusahaan kompul¬sif ialah Minutiae Corporation. David Richardson adalah CEO dari perusa-haan yang memproduk komponen kereta api ini selama lebih dari 20 tahun.

Sebagai pendiri perusahaan maka Richardson mengembangkan sistem quality control yang ketat dengan pre-sisi tinggi dan dikenal sebagai sistem yang paling canggih di antara industri yang sama. Tak heran bahwa produk-nya, meskipun mahal, kualitasnya sangat bagus.

Syahdan beberapa tahun belakangan ini muncullah perusahaan ke-cil dengan produk sama, tapi dengan bahan mentah yang baru dan teknologi baru ternyata dapat menjual barang dengan harga lebih murah. Melihat kenyataan itu Richardson dengan kecenderungannya yang obsesif, tidak mau menanggapi, dan tetap bertahan pada keyakinannya dengan fokus utama yakni kualitas produk. Akibatnya pada dekade terakhir ini Minutiae banyak kehilangan pasaran.

• Perusahaan yang Schizoid
Jenis ini hampir mirip dengan yang depresif. Mereka sama-sama menderita fakum dalam kepemimpinan. Eksekutif puncak, mungkin karena pengalaman pribadi yang mengakibatkan gangguan emosi tertentu, berkeyakinan bahwa kontak personal de¬ngan bawahan akan mengurangi beban penderitaannya dan akan menghibur. Sebenarnya itu adalah kepuasan batin yang semu. Itu semua pada hakekatnya kompensasi dari ketidakmampuannya untuk mendapatkan pemenuhan diri (self fulfilment).

Pada perusahaan dengan kecenderungan Schizoid, eksekutif level ke dua biasanya mengambil keuntungan dari situasi itu,demi kepentingannya sendiri; yakni dengan cara rajin menghibur dan menyambut dengan hangat keluhan pimpinan dan memberinya umpan balik yang semu.

Di lain pihak, situasi semacam ini bagi para bawahan bisa dijadikan me-dan pertempuran politik untuk memenangkan simpati atasan yang se-benarnya tidak responsif. Kombinasi kepemimpinan yang fakum dan poli-tiking ini mengakibatkan tidak adanya pengembangan strategi pemasaran.

Sebagaimana simtom Schizoid yang umum, demikian juga dengan perusahaan ini, yang sebenarnya terjadi adalah sistem organisasi yang terbelah atau split, sehingga koordinasi maupun sistem informasi menjadi rusak. Informasi lebih ditanggapi sebagai sumber kekuatan untuk intrik. Fokus perusahaan sangat internal — pada ambisi personal yang diarahkan sesuai dengan selera pimpinan. Akibatnya mereka menutup diri terhadap informasi yang da-tang dari lingkungan bisnis di luar.

Cornis Corporation tadinya se-buah perusahaan konfeksi besar di AS yang dipimpin oleh seorang wanita karier yang sukses, Selma Gitnik. la, yang pernah dianggap sebagai manajer yang amat sukses, pada suatu ketika mengalami kejadian yang menggoncangkan jiwanya. Pertama, putrinya bunuh diri dan disusul dengan perceraian dengan suaminya. Kejadian itu telah sontak mengubah penampilannya. la menjadi wanita yang pemalu, ragu-ragu dan sensitif.

Sebagai pimpinan, ia memang ber-usaha membangun citra bahwa ialah pengambil keputusan utama di per¬usahaan itu. Sayang, usaha ini selalu gagal. la menjadi amat ceroboh dalam mengalokasikan wewenang dan tang-gung jawab. Bawahan, dengan demikian, dituntut untuk mengambil inisiatif di tengah kekaburan wewenang dan tanggung jawab antar mereka sendiri. Akibatnya setiap keputusan yang diambil tak ayal melibatkan “power struggle” antar bawahan. Kini perusahaan itu hanya menjadi ajang pertarungan dua orang eksekutif ke-percayaan Gitnikdan tidak ada tanda-tanda untuk mencapai kemajuan yang berarti.

Sebagai ahli yang melaksanakan riset dalam bidang organisasi dan manajemen, maka Fries dan Miller telah mencoba mengungkapkan berbagai kasus yang benar-benar terjadi itu. Rada mulanya, sebagaimana diutarakannya, ia hanya memusatkan perhatian pada masalah-masalah umum manajemen seperti: mengapa suatu keputusan diambil, apa strategi yang diterapkan, mengapa suatu perusaha¬an memilih struktur organisasi tertentu, juga tentang pemilihan personil Akan tetapi setelah melakukan pengamatan yang lebih mendalam sampailah mereka pada kesimpulan bahwa kesulitan yang dialami oleh organisasi atau perusahaan ternyata tidak terlepas dari gaya maupun fantasi neurotik dari para pemimpinnya.

Kelima tipe patologis yang diajukan tersebut memang akan segera tampak multi facet dan ciri-cirinya pun saling tumpang tindih (overlap). Ada kemungkinan, kesulitan yang dialami oleh perusahaan adalah gabungan dari dua atau lebih kecenderungan patologis itu (perhatikan daftar ciri-ciri), yang tentunya menuntut pemecahan yang tidak sederhana, tidak cukup hanya diatasi dengan seperangkat terapi standar yang disediakan oleh seorang konsultan manajemen.

Sejauh para pemimpin perusahaan masih dinaungi gaya dan fantasinya yang neurotik, maka segala usaha pembaharuan sistem informasi, pengadaan program-program baru, perbaikan kondisi kerja dan lain sebagainya, tidak akan banyak mem-bantu bagi kemajuan perusahaan.

Fries dan Miller tidak pula menyarankan agar gaya neurotik ekse¬kutif tersebut mutlak harus diubah. Adakalanya gaya tersebut malahan sesuai dengan suasana dan kondisi yang ada. Akan tetapi, yang sering terjadi, adalah sebaliknya pimpinan yang neurotik justru menumbuhkan kesulitan yang pada gilirannya menghambat kemajuan perusahaan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang change management dan pengembangan organisasi, silakan KLIK DISINI ).

Sumber : Majalah Eksekutif Edisi Januari 1985

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!