Menumbuhkan Motivasi Kerja Menganalisa Organisasi yang Sakit

Desain Pekerjaan yang Memotivasi Pekerja

Dulu, teknik efisiensi Frederick W. Taylor (dengan membagi-bagi pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil yang diulang-ulang) dianggap cara terbaik untuk mendesain pekerjaan manufaktur. Sekarang, fragmentasi pekerjaan semacam itu menyebabkan suasana monoton yang mengurangi motivasi kerja. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus mengenai motivasi dan leadership, silakan KLIK DISINI ).

Meningkatkan motivasi dengan menaikkan gaji, member! jaminan pensiun, dan mempersingkat jam kerja, misalnyar ku¬rang mampu menyingkirkan biang ketidakpuasan. Imbalan-imbalan itu tidak cukup memotivasi pekerja ke arah prestasi tertjnggi. Motivasi kerja harus timbul dari dalam dan dari pekerjaan sendiri. Karena itu desain pekerjaan perlu diusahakan agar menimbulkan motivasi dengan kriteria berikut.

• Unsur-unsur pekerjaan harus dapat dikenali secara langsung, dalam kaitan dengan karya besar perusahaan. Seorang pekerja di seksi perbekalan tidak akan bersemangat bila tugasnya hanya menelepon pensuplai dan mencek pemenuhan pesanan saja sepanjang hari. la harus diberi motivasi dengan memberikan sejumlah tugas lain. Jenis pembelian diperluas, meliputi pembelian keperluan operasi, misalnya.

Tahapan tugas yang harus dilakukan lebih banyak lagi menawarkan kebutuhan, membandingkan harga, memilih pensuplai, mengeluarkan perintah pembelian dan mengesahkan penerimaan barang. Dengan pemekaran tugas dan tambahan kesibukan ini para pekerja lebih mudah menempatkan did di dalam keseluruhan tujuan dan kegiatan perusahaan.

• Pengelompokan tugas dan tanggung jawab pekerja harus menjadi dasar hubungan dengan orang yang menerima hasil kerja tersebut.

• Desain modul pekerjaan harus memberikan variasi tugas yang cukup serta otonomi pada pekerja. Penciptaan variasi tugas biasanya disebut pembebanan horisontal. Sedangkan tambahan tanggung jawab merupakan pembebanan vertikal. Keduanya dimaksudkan untuk meningkatkan rangsangan semangat kerja.

• Pekerja perlu mendapatkan umpan balik secara teratur dari orang yang menerima ha¬sil kerjanya, dari atasannya, dan dari standar prestasi yang telah ditetapkan.

• Dari pekerjaan itu pekerja harus memperoleh peluang untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan hingga mendapat penghargaan dan kemajuan.

Faktor Sosial Dalam Motivasi.

Hubungan antara supervisor dan pekerja dan di antara teman sejawat mempengaruhi iklim motivasi suatu perusahaan. Hubungan yang merugikan motivasi terjadi bila manajemen tidak mempunyai arah yang jelas dalam hal prestasi perusahaan; bila para supervisor bersikap otoriter, memberi perintah tanpa penjelasan dan tidak sabar menghadapi pekerja yang merasa bosan, bekerja tanpa semangat dan merasa tidak diberi kesempatan untuk maju; bila struktur birokrasi sangat kaku sehingga tidak memungkinkan perubahan apa pun.

Iklim motivasi dapat menjadi baik bila kelompok kerja diciptakan dan diarahkan dengan semangat kerjasama. Sasaran dan tujuan kelompok kerja harus dijelaskan, dan masalah-masalah yang timbul dari hari ke hari harus dipelajari dan diperhatikan. Di dalam kelompok kerja itu dilakukan penggiliran kerja yang dapat mengurangi tingkat kebosanan. Tiap jam pekerja diusahakan ganti tugas agar tidak cepat bosan.

Pemberian Perangsang dan Imbalan Demi Motivasi.

Banyak ilmuwan perilaku berpendapat, uang sebagai faktor motivasi merupakan imbalan yang rendah nilainya. Herzberg menyebutnya bukan motivator, tetapi faktor higiene. Imbalan uang dapat memotivasi orang bila jumlah yang diterima lebih tinggi dari jumlah yang diterima orang lain di dalam maupun di luar perusahaan. Tetapi begitu penerimaan perusahaan merosot, uang imbalan justru merusak motivasi.

Maslow mengemukakan hirarki kebutuhan manusia. Tingkat pertama kebutuhan manusia adalah kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Tingkat yang lebih tinggi adalah kebutuhan akan keamanan dan keselamatan. Tingkat berikutnya adalah kebutuhan untuk diterima dalam pergaulan sosial. Lalu ke¬butuhan akan penghargaan dan gengsi. Akhirnya, kebutuhan akan pernyataan atau pemenuhan diri, yang terletak di puncak hirarki.

Imbalan dapat digunakan untuk memotivasi orang memenuhi tiap tingkat kebutuhannya. Tetapi untuk setiap tingkat kebutuhan ternyata diperlukan bentuk imbalan yang berbeda.

Training.

Training, sekalipun sering dilakukan, diremehkan sebagai faktor motivasi yang ampuh. Peter Drucker menunjukkan bahwa justru dengan training terus-menerus orang Jepang membuat pekerja makin besar tanggung jawabnya terhadap pekerjaan dan alat yang digunakannya. Training membuat pekerja makin mengerti akan prestasinya, prestasi bawahannya, prestasi sejawatnya, prestasi perusahaannya, dan berusaha meningkatkan prestasi itu. Training menciptakan komunitas kerja dan pekerja.

Peluang Untuk Berkembang.
Tidak setiap orang mau maju dan senang menerima tambahan tanggung jawab. Tetapi tidak ada orang yang mau ditempatkan pada posisi yang tidak menjanjikan kemajuan. Tanpa peluang untuk maju pekerja akan menyimpulkan bahwa perusahaan tidak mempedulikan dan tidak membutuhkannya. Hal ini menghambat motivasi dalam jiwa pekerja. Karena itu manajemen perlu menciptakan dan memberikan lebih banyak peluang untuk maju.

Motivasi dan Kemajuan Bisnis.

Jelas bahwa program pemberian motivasi tidak dapat diterapkan dalam suatu perusa-haan secara sembarangan seperti penerapan suatu sistem atau prosedur. Diperlukan lingkungan yang dapat memelihara dan meningkatkan motivasi jiwa di seluruh organisasi, di segala tingkat dan bidang.

Lingkungan yang memberikan dorongan itu diperlukan baik oleh organisasi maupun oleh masing-masing pekerja. Lingkungan itu sulit dibina bila bisnis menghadapi fluktuasi ekonomi, peraturan pemerintah yang ketat, serta kendala-kendala politis dan lingkungan. Peranan modal atau teknologi menggantikan tenaga kerja tidak lagi menjamin keberhasilan. Oleh karena itu memanfaatkan sumberdaya manusia dengan cara yang manusiawi dan efektif dewasa ini merupakan metode yang paling diharapkan organisasi untuk dapat maju terus.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus mengenai motivasi dan leadership, silakan KLIK DISINI ).

Leave a Reply

RP Bawah