Apakah Semua Pelanggan adalah Raja? Aspek Kunci dalam Analisa Jabatan (Job Analysis)

Apa itu Assessment Center?

Assessment center merupakan proses sistematis untuk menilai/meng-ases kompetensi individu yang diangap kritikal bagi keberhasilan kinerja yang unggul. Kegiatan asesmen menggunakan beragam materi atau instrumen tes, dimana instrumen didesain dengan mengacu pada indikator-indikator perilaku kompetensi. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang assessment center dan HR management, silakan KLIK DISINI ).

Kegiatan asesmen juga melibatkan lebih dari satu asesor (penilai) yang terlatih. Para asesor kemudian melakukan melakukan observasi terhadap perilaku para peserta asesmen. Hasil observasi dan penilaian dari para asesor diintegrasikan untuk menentukan skor final dan digunakan juga sebagai dasar untuk membuat laporan asesmen.

Tahapan dalam Melakukan Assessment Center
1. Kandidat berpartisipasi dalam serangkaian tes yang mengacu pada situasi kerja riil
2. Asesor yang terlatih secara seksama mengobservasi dan mendokumentasikan perilaku yang ditunjukkan oleh para kandidat. Setiap asesor setidaknya mengamati setiap kandidat yang terlibat dalam proses asesmen
3. Setiap asesor secara individual menulis laporan evaluasi berdasar hasil observasi dan penilaian atas kinerja kandidat
4. Para asesor berdiskusi untuk memperoleh konsensus mengenai hasil akhir asesmen
5. Kandidat memperoleh laporan asesmen dan umpan balik dari salah satu asesor atau dari manajer assessment center

Validitas Assessment Center
• Tingkat validitas assessment center dalam memprediksi potensi kinerja masa depan kandidat tergolong tinggi
• Longitudinal survei (berlangsung selama 16 tahun) yang dilakukan AT&T menunjukkan tingkat akurasi sebesar 90 % dalam memprediksi potensi kandidat untuk menjadi manajer
• Studi yang dilakukan Society of Human Resource Management menunjukkan level korelasi antara 80 - 94% antara hasil rating AC dengan rating untuk potential performance in the real setting works

Manfaat Assessment Center
• Sebagai metode untuk melakukan seleksi posisi-posisi strategis
• Sebagai salah satu tahapan yang harus dilalui dalam proses promosi
• Sebagai metode pengembangan karyawan — mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang assessment center dan HR management, silakan KLIK DISINI ).

TUGAS POKOK Asesor
Tugas poko asesor dapat dirumuskan dalam singkatan O R C E - Observe, Record, Classify and Evaluate

Observe behaviors and Read responses
Melakukan observasi perilaku pada beberapa jenis tes atau membaca respons yang dituliskan kandidat pada sejumlah tes lainnya. Hendaknya asesor hanya mengobservasi perilaku dan bukan melakukan evaluasi atau judgement

Record
Melakukan recording atau membuat catatan/notes
atas perilaku-perilaku yang diamati atau terhadap respons tertulis dari para kandidat. Disarankan agar asesor melakukan note-taking sedetil mungkin serta melakukan proses recording bukti-bukti perilaku secara benar.

Classify
Melakukan klasifikasi dan mengkategorikan recorded behaviors
atau respon dari kandidat ke dalam jenis kompetensi/
indikator-indikator kompetensi yang relevan. Disini seorang asesor harus mengidentifikasi perilaku/respon kedalam kategori negativeatau positive evidences.

Evaluate
Melakukan evaluasi dan memberikan rating untuk tiap
kompetensi berdasar hasil dalam fase klasifikasi. Evaluasi dan judgement untuk memberikan rating didasarkan
pada bukti-bukti perilaku yang diperoleh — baik yang positif
maupun negatif. Setelah melakukan evaluasi secara individual, para asesor kemudian bertemu untuk melakukan ‘score integration’ guna memperoleh konsensus mengenai skor final asesmen

Penentuan ASESOR
• Dapat dilakukan oleh atasan kandidat (idealnya dua level diatas kandidat). Juga dapat dilakukan oleh ‘dedicated assessors’
• Tidak ada perbedaan validitas yang signifikan antara asesor yang berlatar belakang psikologi dan yang tidak
• Dalam proses asesmen, sebaiknya setiap asesor berkesempatan untuk meng-ases setiap kandidat (lihat table berikut)

Pedoman untuk Menjadi Asesor yang Baik
• Melakukan persiapan secara menyeluruh
• Menjaga konsentrasi dan perhatian terhadap detil
• Bersikap fair dan obyektif terhadap semua kandidat
• Fokus pada bukti-bukti perilaku atau respon; dan bukan pada perasaan subyektif
• Menunda judgement hingga semua tes selesai
• Menuliskan bukti-bukti untuk mendukung rating

Aspek-aspek dalam Penulisan Laporan Asesmen
Laporan asesmen diperlukan baik bagi pihak HR sebagai
bahan untuk membuat keputusan; dan juga untuk asese
sebagai bahan umpan balik. Laporan asesmen dapat digunakan selama periode dua tahun.

Laporan asesmen merangkum hasil evaluasi yang dilakukan selama proses asesmen. Laporan asesmen harus disusun berdasar bukti-bukti perilaku dan respon dari para peserta. Selain itu evaluasi untuk tiap jenis kompetensi sebaiknya disertai dengan bukti-bukti yang ditampilkan peserta. Bukti-bukti ini dirangkum dari beragam instrumen tes yang relevan.

Dengan kata lain, informasi dan bukti yang diperoleh dari beragam instrumen tes harus dirangkum dan disatukan dalam satu jenis kompetensi tertentu. Pada sisi lain, rating yang diberikan untuk tiap jenis kompetensi harus merefleksikan bukti-bukti yang ditulis untuk mendeskripsikan penguasaan atas kompetensi tersebut. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang assessment center dan HR management, silakan KLIK DISINI ).

Leave a Reply

Dapatkan secara gratis ebook - PANDUAN menjadi ENTREPRENEUR SUKSES DISINI.