Pendidikan dan Pengembangan Manajer

Sesuai dengan perkembangan jaman, para manajer pun sekarang dituntut untuk tidak sekedar menggeluti bidangnya melulu. Mereka, menurut John Hutton dari Henley Management College, harus juga mengikuti dan memahami berbagai gejolak dan peristiwa aktual yang terjadi di mancanegara. Baik itu menyangkut politik, ekonomi, sosial, maupun teknologi. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi bagus tentang management skills dan leadership, silakan KLIK DISINI ).

Manfaat dari tambahan pengetahunan tersebut adalah, minimal para manajer dalam melaksanakan tugasnya dapat terhindar dari tindakan yang menyebabkan perusahaan tempat mereka bekerja terisolasi dari lingkungannya dan berbagai kekeliruan lain yang merugikan. Ringkasnya, hal tersebut penting baik bagi kepentingan bisnis mereka, maupun karier mereka sendiri. Bagi manajer di lingkungan perusahaan multinasional, malah meru-pakan sesuatu yang tak dapat ditawar-tawar lagi.

Kecenderungan untuk memperkaya wawasan manajer dengan berbagai materi yang selama ini dianggap di luar bidang manajemen itu, tampak pula pada berbagai lembaga pendidikan manajemen di berbagai negara. Misalnya, dengan memasukkan hal-hal itu ke dalam kurikulum. Sungguhpun begitu, toh sejumlah manajer masih kurang menyadari dan beranggapan bahwa hal itu tidak berpengaruh atas bisnisnya.

Hanya, dalam hal ini, John Hutton mengingatkan, “Adalah lelucon apa-bila ada sejumlah manajer Inggris, misalnya, tidak menyadari implikasi kebijaksanaan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) terhadap aktivitas bisnisnya.” Namun demikian, pengetahuan manajer akan berbagai peristiwa politik, sosial, ekonomi, dan teknologi di dalam maupun luar negeri itu, tidaklah dimaksudkan agar bobotnya sama seperti mereka yang menekuni khusus bidang itu. Sebab, yang penting bagi para manajer adalah mengetahui bagaimana implikasinya terutama terhadap aktivitas dan kesempatan bisnis mereka.

Berdasarkan pengertian itu Hutton lalu menganggap bahwa tiga point berikut perlu digarisbawahi dalam penyelenggaraan program pengembangan dan pendidikan manajemen.

Pertama,
para manajer perlu dianjurkan untuk memonitor — melalui berbagai media massa — berbagai peristiwa dunia secara teratur, dan me-mahami maknanya dalam kaitan dengan profesi mereka;

Kedua
, dan ini yang sulit, adalah mengumpulkan bersama-sama para manajer dari latar belakang yang berbeda, sekaligus berusaha mendorong untuk berpikir luas tentang perkembangan internasional, dan mengam-bil manfaat dari aktivitas-aktivitas yang dilakukannya. Untuk membuat program-program pengembangan yang seimbang di antara manajer tingkat menengah dan senior juga sulit, apabila tanpa perhatian yang seksama terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di dunia internasional;

Ketiga, keliru apabila kita berpikir bahwa hanya ada batas yang sederhana antara topik-topik internasional — yang barangkali menjadi perhatian utama kalangan businessman, dengan pemikiran yang berkembang di kalangan diplomat dan militer.

Pokoknya, para manajer perlu melihat perubahan dalam dunia internasional dengan seksama, seperti: mengapa hal itu terjadi, apa akibatnya, bagaimana kecenderungannya terhadap penduduk di masa mendatang, dan seterusnya. Masalah lain yang juga penting, dan karena itu tak boleh diabaikan, adalah sekuriti, perdagangan internasional, perkem¬bangan teknologi di masa mendatang, peranan negara-negara industri yang baru muncul, suplai dan pasar energi di masa mendatang, dan sebagainya.

Program Pengembangan Manajer

Lantas, bagaimana kita memperluas dan meningkatkan kesadaran dan kepekaan para manajer yang umumnya mempunyai latar belakang yang beragam? Hutton, yang berpengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan manajemen internasional, menjawab, “Dengan memanfaatkan keragaman latar belakang dan pengalaman mereka, dan berdasarkan itu kemudian dibentuk grup-grup manajerial.”

GRATIS - 7 materi presentasi yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

la membagi grup-grup tersebut berdasarkan asal-muasal mereka, seperti grup manajer Afrika, Amerika Latin, Eropa daratan, dan Asia. Setiap grup diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan penalarannya atas berbagai masalah internasional, hingga proses pendidik-an berjalan man tap. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi bagus tentang management skills dan leadership, silakan KLIK DISINI ).

Dalam prakteknya, setiap grup kemudian diharuskan memilih salah satu topik internasional yang sedang aktual, menulisnya dalam bentuk makalah lengkap dengan sumber referensinya, dan menyajikannya dalam suatu forum diskusi. Beberapa tema yang dianggap menarik untuk didiskusikan dan relevan dengan profesi manajer, dapat disebutkan antara lain: masalah kependudukan, pangan, energi, teknologi, multinasional, ideologi, dan agama

Dengan tema kependudukan, misalnya, para manajer didorong untuk mengenal dan menyadari arti pentingnya penduduk dan implikasinya bagi perkembangan dunia bisnis dan industri. Membahas masalah kepen-dudukan, dengan sendirinya akan mendorong para menajer untuk mengetahui pertumbuhan dan proyeksi penduduk dunia, yang diperkirakan akan melonjak dari 6 milyar jiwa saat ini menjadi 10 milyar jiwa tahun 2025.

Pangan sebagai suatu tema juga tak kurang menarik, terutama dihubungkan dengan perkembangan kependudukan yang membengkak, lahan pertanian yang menyempit terdesak oleh pembangunan industri, dan akhirnya mengarah kepada keseimbangan antara suplai dan konsumsi pangan, dan seterusnya.

Dalam tema energi, para manajer bisa menyimak latar belakang lonjakan harganya pada tahun 1973, dampaknya terhadap inflasi dunia, pengaruh perang/gejolak di Timur Tengah terhadap perkembangan pasaran energi, serta terhadap dunia industri, bisnis, dan teknologi di masa mendatang. Hal yang tak boleh diabaikan dalam konteks ini adalah ditemukannya sumber energi berupa minyak bumi di Antartika, Amerika Latin, dan di belahan bumi lainnya.

Tema teknologi. Makin menarik dengan munculnya beberapa negara in-dustri di kawasan Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura; atau di kawasan Amerika Latin, seperti Argentina, Brasil; atau di kawasan Ti¬mur Tengah, seperti Israel dan Mesir. Dengan kenyataan tersebut, lantas apa dan bagaimana dampaknya terhadap peran dan perkembangan teknologi, bisnis, dan industri di negara-negara maju? Betulkah posisi mereka akan tergeser? (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi bagus tentang management skills dan leadership, silakan KLIK DISINI ).

Multinasional. Menyimak kehadiran perusahaan multinasional serta kecenderungannya di masa mendatang, terutama dalam hubungannya dengan perusahaan-perusahaan nasional, kiranya merupakan kajian yang menarik. Di dalamnya ada suatu dilema. Betapa tidak. Di satu pihak, ia oleh pemerintah dan kalangan mana¬jer dianggap partner— karena mendatangkan investasi dan teknologi baru.

Di lain pihak, ia dianggap bisa menje-gal bahkan mematikan ruang gerak perusahaan-perusahaan lokal/nasional yang ada. Mereka memang memiliki kekuatan raksasa — modal, teknologi, maupun manajemen yang canggih. Berasal dari Amerika Serikat, perusahaan multinasional ini kini menular ke berbagai negara industri, dan mereka bisa bergerak leluasa ke berbagai belahan dunia. Lazimnya, ruang-lingkup mereka meliputi bidang usaha elektronik, komputer, otomotif, bahkan juga pangan. Bagaimana kecenderungannya di masa mendatang, masih sebuah pertanyaan yang memerlukan jawaban seksama.

Ideologi dan agama. Konflik di Irlandia Utara yang berkepanjangan merupakan kasus yang tak bisa diabaikan dari agama. Sedang konflik di Timur Tengah, selain melibatkan dimensi agama, juga dimensi ideologi. Lantas, bagaimana dampaknya terhadap masyarakat dunia? Lantas juga, bagaimana dampak kompetisi dan ‘perang-dingin’ antara negara industri blok Barat yangkapitalistis dengan negara industri blok Eropa Timur dan Soviet yang marxistis?

Sebuah lagi kasus yang unik: hadirnya India sebagai negara industri yang relatif berhasil — berkat bantuan blok Barat dan blok Timur, namun masih berada dalam level subsisten, yakni hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Dan masih banyak lagi sisi lain yang menarik, yang berkaitan dan berdampak luas terhadap kelangsungan dunia bisnis. Semuanya memerlukan pemikiran yang mendalam, terutama oleh manajer-manajer kelas dunia — yang kreatif dan progresif.

Dari serangkaian pengalamannya mengelola lembaga pendidikan dan pengembangan manajemen yang berskala dunia (Henley Management College), John Hutton menyimpulkan bahwa cara yang ditempuhnya cukup intensif. “Para manajer yang mengikuti pendidikan umumnya melibatkan dirinya secara aktif, tidak sekedar pasif mendengarkan ceramah, menonton film atau membaca reportase pers,” ujarnya

Setiap kelompok manajer, katanya lebih lanjut, senantiasa berusaha me-manfaatkan kesempatan yang diberikan, serta memberikan respons yang kreatif dan dinamis. Apresiasi semacam itu merupakan faktor penting dalam menyusun strategi bagi pemasaran dan investasi di suatu negara atau daerah, dengan mempertimbangkan risiko atau faktor-faktor: politik, ekonomi, sosial, budaya dan komersial. Dengan demikian, perencanaan yang dibuat oleh manajer mempunyai kadar validitas yang tinggi.

Dengan berbagai masalah tersebut di atas, kata Hutton, kiranya para manajer terutama manajer di Dunia Ketiga, bisa mengatasi problem yang dihadapinya dengan kritis dan benar, hingga mereka bisa meraih kesempatan yang lebih baik, baik untuk kepentingan perusahaan, maupun kariernya yang memang penuh tantangan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi bagus tentang management skills dan leadership, silakan KLIK DISINI ).

Sumber : Majalah Eksekutif Edisi November 1988

7 Ilmu Powerful yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depan Anda. JANGAN DI-KLIK, jika Anda sudah Merasa Sukses.

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!