Menumbuhkan Komitmen dan Motivasi pada Karyawan

Organisasi itu tak ubahnya seperti makhluk sosial, tulis Jenneth Schatz dan Linda Schatz. “Maka, sebagaimana makhluk sosial layaknya sukses sebuah organisasi juga tergantung pada rasa saling percaya, subtilitas, dan keintiman para anggotanya. Dan ke tiga hal itu bermuara pada komitmen seseorang pada organisasi,” lanjutnya sambil mengutip pernyataan William Ouchi, penemu teori Z itu.

Dalam bukunya Managing By Influence yang disadur dalam World Executive’s Digest, Schatz kemudian mengemukakan beberapa strategi membangkitkan rasa akomitmen dan motivasi. Berikut ini petikannya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi bagus tentang management skills, leadership dan motivasi, silakan KLIK DISINI ).

Strategi komitmen yang diuraikan di sini memang bervariasi; dari cara-cara informal hingga metode yang formal dan procedural. Beberapa di antaranya, agaknya, akan leih sesuai bagi organisasi atau perusahaan yang Anda pimpin, tapi yang pasti semua cara ini harus disesuaikan dengan situasi khas yang Anda hadapai.

1. Gunakan “Kita” dan “Kami”
Menggunakan kata “Saya” bisa berrati mengesampingkan orang lain sebagai sesama anggota organisasi. Jika Anda berniat membagi rasa ikut bertanggung jawab terhadap kehidupan organisasi dengan karyawan Anda, maka Anda juga harus membangkitkan rasa ikut memiliki, dan, yang sungguh penting, komitmen di antara karyawan.

Pertama kali yang Anda lakukan adalah berlaku jujur terhadap situasi: Bisakah Anda bekerja tanpa bantuan karyawan? Jika jawabnya bisa, maka jangan hiraukan karyawan. Tapi jika jawabnya tidak bisa, maka mulailah berbicara dengan kata “Kita” dan “Kami”.

2. Tunjukkan penghargaan Anda.
Jangan pernah berasumsi bahwa semua karyawan telah mengerti seberapa besar penghargaan yang Anda berikan pada komitmen yang dimiliki oleh karyawan terhadap perusahaan. Penghargaan itu harus Anda tunjukkan, harus diekspresikan. Ucapkan dengan kata-kata, walaupun kadang-kadarig itu terdengar janggal.

Jika ada karyawan mengerjakan sesua-tu dengan baik, berikan penghargaan terhadap komitmen yang diberikan terhadap pekerjaannya, selain, tentunya, penilaian terhadap pekerjaan itu sendiri. Sempatkan waktu untuk berbicara tenting komitmen. Penghargaan Anda terhadap suatu hal tercermin dari kemauan Anda untuk meluangkan waktu untuk hal tersebut.

3. Jangan pernah mengatakan : “Saya akan melindungimu; kamu melindungi saya.”
Setiap kali Anda menerima karyawan baru tekankan pentingnya hubungan erat antara karyawan dengan perusahaan. Katakan padanya, “Yang Saya minta tak lebih dari bahwa Anda akan loyal pada perusahaan. Loyalitas yang Anda berikan kepada saya hanya akan terwujud jika kita sama-sama mempunyai komitmen terhadap perusahaan ini; Anda tidak bekerja untuk menyenangkan saya pribadi.

Selalu berpalinglah pada perusahaan. Untuk itulah kita semua ini lakukan. Jika kita bersama-sama mengerjakan itu, saya yakin kita akan berjalan lancar”. Kalimat, “Saya akan melindungimu: kamu melindungi saya,” tidak saja akan menjerumuskan, tapi juga menjauhkan karyawan dari perasaan komitmen terhadap perusahaan.

4. Hindari ucapan kasih yang pribadi sifatnya.

Cara Anda mengucapkan terima kasih bisa membangkitkan komitmen di kalangan karyawan. Orang biasanya lebih menghargai rasa terima kasih yang pribadi sifatnya, dibanding ucapan terima kasih yang lebih mencerminkan terima ka¬sih perusahaan. Namun demikian, jika Anda membiasakan did memberikan ucapan terima kasih atas nama perusahaan, itu artinya Anda telah membangkitkan sebuah perasaan tertentu: perasaan komitmen terhadap perusahaan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi bagus tentang management skills, leadership dan motivasi, silakan KLIK DISINI ).

Jika Anda menjumpai seorang karyawan yang berprestasi, pertimbangkan apa saja yang ingin Anda nilai. Apa yang menurut Anda perlu diberi penilaian atas prestasi tersebut: kemampuan karyawan, atau komitmen karyawan terhadap perusahaan? Dari pada memfokuskan pada hal yang spesifik lebih baik apabila penilaian itu difokuskan pada komitmen karyawan terhadap perusahaan.

Karena itu rasa terima kasih itu hendaknya ditambah dengan pernyataan:

• Perusahaan mengucapk