Mengelola Pekerjaan Secara Efektif

Setelah selesai tugas, ada eksekutif yang mengatakan mereka “loyo”, namun tidak sedikit yang mengatakan mereka gembira, puas, dan mendapat dorongan.

Reaksi yang bertentangan ini menunjukkan, manajemen profesional ada kesukaran-kesukarannya tetapi juga ada imbalannya. Memang, tugas manajemen menuntut banyak, tetapi juga paling banyak memberikan kepuasan atau kebahagiaan. Kalau demikian, apa yang dapat dilakukan oleh eksekutif agar rasa “loyo” itu berkurang, dan rasa puas bertambah?

Salah satu jawabnya hindari lima hantu kerja yang berbahaya, yang bersembunyi di pundak manajer. Yang membuat seorang eksekutif merasa “loyo” bukan banyaknya penggunaan tenaga fisik atau lamanya waktu kerja. Ketegangan dan keraguan yang mem-bonceng pada tugas beratlah yang membuat eksekutif merasa sangat letih dan tidak dapat membebaskan diri ketika tiba saat untuk pu-lang dan bertemu dengan keluarga. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI ).

Dengan belajar mengenal hantu kerja dan melindungi diri dari serangannya, kita akan merasa tugas kita lebih menyenangkan dan bukan merupakan beban berat.

Hantu No. 1 : Kerja Yang Belum Selesai.
Problem, tugas, dan tekanan memburu kita begitu cepat dan ganas pada tiap hari kerja. Setiba di rumah kita mungkin masih merasa dikejar-kejar oleh tugas yang belum selesai. Ketika mencoba bersantai dengan keluarga pada malam harinya, masalah-masalah yang belum terpecahkan tetap singgah di kepala, menuntut pemikiran. Ada beberapa cara untuk menanggulangi hantu kerja seperti ini.

• Susun daftar. Tuliskan problem-problem yang belum terpecahkan di atas sehelai kertas. Ini salah satu cara yang efektif untuk menyingkirkan problem tersebut dari pikiran. Dengan cara ini, kita akan merasa telah menyimpan problem tersebut di tempat yang amah, sampai tiba saatnya kita harus memikirkannya kembali. Kalau telah terbiasa menuliskan apa-apa yang harus dikerjakan pada hari kerja berikutnya, semua tugas itu akan lebih mudah diatur, karena dua alasan.

Pertama, karena kita tidak lagi merasa cemas bahwa mungkin akan lupa tentang soal yang harus dipecahkan. Kedua, menuliskan problem tersebut di sepotong kertas akan membantu menentukan dan kemudian menempatkan masalah itu dalam perspektif. Agar efektif, daftar itu harus memuat tindakan-tindakan yang perlu diambil. Jangan hanya menulis “Proyek Sukimin”, misalnya. Tapi tulislah, “Dapatkan data untuk proyek Sukimin dari Haryo”.

• Tiap hari mulailah dengan sasaran yang mendesak. Tiap pagi sediakan beberapa menit walaupun itu berarti datang ke kantor 15 menit lebih cepat untuk menetapkan sasaran hari itu. Sebagian dari sasaran tersebut mungkin sudah ada dalam daftar yang dibuat pada hari sebelumnya. Sedangkan sasaran lain akan terumuskan pada waktu kita meng-hadapi kerja hari itu.

Tetapkan sasaran hari itu dengan cara yang serupa kita pakai sewaktu membuat daftar. Kalau terlalu banyak yang harus kita selesaikan dalam satu hari, mulailah dengan masalah-masalah yang paling penting. Sasaran dengan prioritas yang lebih rendah dapat diselesaikan esok atau lusa.

• Buatlah penilaian tentang keefektifan kerja kita setiap ada waktu luang hari itu, supaya dapat mengetahui bagaimana perkembangannya. Ini akan memberikan rasa percaya pada diri sendiri bahwa kita melaksana-kan tugas sesuai dengan rencana.

• Tahu kapan harus berhenti bekerja. Akui bahwa kita telah berbuat banyak hari itu, dan waktu untuk pulang telah tiba. Segalanya da¬lam daftar sasaran yang masih belum terpegang harus dipindahkan ke daftar untuk esok harinya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi bagus tentang management skills dan leadership, silakan klik DISINI ).

Hantu no.2: Keragu-raguan.
Setelah mengambil keputusan yang sukar, kita akan dihantui oleh keraguan. Bagaimana seandainya kita mengambil keputusan lain? Apakah kita sudah pertimbangkan semua data yang tersedia? Keraguan senantiasa menyita banyak waktu dan energi, dan keadaan tidak bertambah baik. Kita jarang sekali mempunyai kesempatan mengubah sebuah keputusan, yang dalam waktu singkat akan menjadi fait accompli. Berikut ini beberapa cara sederhana untuk menanggulangi hantu kerja seperti itu:

• Sadari bahwa keraguan tidak ada faedahnya. Seringkali, keraguan membuat kita membuka kembali masalah yang sudah selesai. Pada prakteknya, keadaan begini senantiasa membuat situasi semakin buruk. Karena itu, begitu ke