Manajemen Karir dan Top Talents

Tidak jarang potensi besar dalam kemampuan atau beberapa karyawan atau manajer dalam sebuah perusahaan terbuang percuma atau tidak dimanfaatkan maksimal. Adakalanya hanya karena para star performers ini kurang terperhatikan, atau justru ditekan sedemikian rupa sehingga dia tidak bisa berkembang lebih jauh. Dalam hal ini tentunya manajemen yang diharapkan berbuat sesuatu untuk memafaatkan mereka demi keuntungan perusahaan. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang Career Planning dan HR Management, silakan klik DISINI ).

Di tengah santernya berita tentang ‘pembajakan’ manajer dewasa ini, ada satu hal yang belum terungkap banyak: Pentransferan manajer. Sekitar awal tahun lalu, sebuah perusahaan pengolahan bahan makanan rela melepaskan seorang manajernya dengan me-nerima sejumlah uang transfer tertentu. Sang manajer sendiri pasang tarif gaji dan tunjangan tinggi sebagai suatu syarat, dan disetujui. Kini sang manajer transferan tadi dianggap sebagai the rising star manager di sebuah grup perusahaan raksasa di Jakarta.

Dalam menangani orang-orang seperti ini yang juga disebut sebagai the high achievers, yang pertama perlu diketahui ialah mengenali siapa mereka. George Odiome, profesor manajemen dan salah satu pencetus MBO (Management by Objective) menyebut dua karakteristik paling dominan. Pertama, seorang star berprestasi lebih pada setiap tugas yang dilakukan. Kedua, biasanya dia menyelesaikan pekerjaan lebih banyak dengan hasil lebih baik pula. Dengan usia sekitar 30-an, mereka tentu sangat potensial bagi masa depannya sendiri dan perusahaan.

Seorang ‘bintang’ tampaknya juga menetapkan target tinggi, lebih tinggi dibanding dengan pekerja keras. Rintangan waktu dan hal-hal yang bisa membuat frustrasi bisa dia lalui dengan mudah. Mereka memecahkan masalah inovatif dan berbuat sesuatu.

Identifikasi bintang tentunya tidak bisa dilakukan dengan pengamatan sepintas, atau hanya setahun, misalnya, melainkan harus diamati terus-menerus. Mereka yang berprestasi tinggi sebaiknya disatukan dalam satu star group yang keanggotaannya bisa berubah-ubah setiap tahun.

Sedikitnya 8 pertanyaan bisa menjadi petunjuk dalam mengidentifikasi para bintang di lingkungan kerja atau bawahan yang Anda pimpin. (Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang Career Planning dan HR Management, silakan klik DISINI ).

1. Adakah dia memiliki target ambisi?
Seorang ‘bintang’ tentunya memiliki keinginan yang intens untuk sukses. Ini bisa terlihat dari kesediaannya menjelaskan tugas yang lebih besar dari pekerjaannya yang ada. Dia secara terus-menerus mencari kesempatan dengan cara menyelesai-kan pekerjaan lebih baik dari yang seharusnya.

GRATIS - 7 materi pelatihan yang WOW dan 5 ebook yang LUAR BIASA tentang Ilmu Bisnis dan Pengembangan Diri. Download Gratis Sekarang.

2. Dapatkah dia berkembang bersama perusahaan?
Pertumbuhan merupakan suatu proses pencapaian tujuan, proses bertanya, dan belajar. Seorang manajer yang baik akan berbuat lebih dari sekedar berkembang bersama lingkungan. Dia akan tampak tumbuh bahkan lebih cepat.

3. Adakah orang-orang lain membutuhkan bantuannya?
Jawaban terhadap pertanyaan ini merupakan tanda-tanda positif. Kalau Anda menemukan bahwa banyak orang memerlukan nasehatnya, pendapatnya, dan bantuannya, tentu dialah orangnya. Sebab itu berarti bahwa dia selalu mempunyai jawaban, dan metoda pemikirannya dihargai.

4. Dapatkah dia mendelegasikan tugas dan wewenang?
Perhatikan siapa yang bisa menga-rahkan orang lain melakukan pekerjaan untuk mencapai tujuan. Ini menunjukkan kemampuan manajerial karena dia akan mengerjakan tugas lain yang lebih berat dan melakukannya lebih efektif. Mendelegasikan wewenang juga berarti bahwa dia bisa bekerjasama dengan baik.

5. Bagaimana dia mengambil keputusan?
Beri perhatian pada orang yang mampu berubah pikiran dengan cepat dan meyakinkan. Manajer top yang berbakat biasanya mengambil keputusan segera setelah semua fakta yang perlu ada.

6. Apakah dia menyelesaikan masalah?
Kalau dia seorang yang giat, dia tidak akan pernah mendatangi boss dan mengatakan: “Kita ada masalah.” Tapi dia baru akan datang setelah masalah tadi terselesaikan dan mengatakan: “Tadinya ada situasi begini, dan ini yang saya lakukan. Hasilnya begini.”

7. Dia maju lebih cepat?
Seorang bintang biasanya bisa menyelesaikan tugas lebih besar dan lebih baik dari atasannya karena dia rajin membuat “pekerjaan rumah”. Dia selalu siap dengan tugas ekstra, dan mencari instruksi lebih besar. Dia yakin bahwa dia harus menggali lebih dalam dalam tugasnya daripada hanya mengetahui kulit luarnya saja.

8. Bagaimana dia bertanggung jawab?
Di luar semua itu, tanggung jawab tentunya menjadi kunci seorang manajer yang baik. Pemimpin bisnis dan industri masa depan mau agar tujuan tercapai karena mereka ingin bertanggung jawab. Seperti kata seorang eksekutif: “Anda tentunya akan ter-bang tanpa sayap kalau Anda mencoba memimpin tanpa rasa tanggung ja-wab.”

Dari pernyataan-pernyataan tadi mungkin bisa timbul pertanyaan: “Mengapa sumber utama star performers biasanya universitas atau akademi tertentu?” Di banyak negara seperti Inggris dan Amerika Serikat, para pemegang gelar MBA memang mempunyai kesempatan lebih besar untuk menjadi anggota kelompok bintang. Kenyataan yang ada di dunia manajemen profesional menunjukkan, sebagian besar di antara mereka yang menjadi presiden perusahaan yang tergolong well-managed adalah lulusan universitas atau college tertentu.

Namun demikian tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa ada sebagian eksekutif jempolan yang meniti karir dari bawah tanpa didukung oleh gelar akademis yang mernadai. Eksekutif seperti ini biasanya menjadi ‘bintang’ karena prestasi dan kemampuan ekstra secara konsisten dari waktu ke waktu.

Ada baiknya kita perhatikan bagaimana cara perusahaan minyak raksasa The Royal Dutch/Shell mempromosikan manajernya.

Dalam majalah International Management, pernah dimuat bahwa perusahaan minyak ini menitikberatkan penilaiannya pada empat kualitas yang harus dipenuhi untuk bisa mendapatkan promosi.

1. Kemampuan analisa
Dengan kekuatan ini dinilai bahwa kapasitas seseorang dalam menganalisa dan memformulasikan kembali masalah yang rumit agar mudah ter-pecahkan. Atau dengan kata lain, karyawan seperti ini dengan mudah dapat mengidentifikasi masalah secara cepat dan tepat, serta dapat menganalisa masalah tersebut dengan baik, termasuk mengkaji dan menilai segala aspek yang berkaitan secara kritis.

2. Imajinasi
Ini menyangkut kemampuan bersikap obyektif dan mendeteksi kemungkinan-kemungkinan baru. Karyawan yang unggul dalam imajinasi berarti pula memiliki dorongan dan kemampuan melihat berbagai ke-mungkinan dan alternatif yang bisa menjurus pada pengambilan solusi. Mereka selalu siap mengembangkan dan membuat variasi atas usul-usul atau gagasan. Mereka sangat jarang berpendapat bahwa sesuatu tidak bisa dilakukan atau dibuat.

Dalam berhubungan dengan orang lain, mereka menunjukkan perhatian besar dan positif yang menggambarkan sikap mereka yang selalu ingin belajar lebih banyak, dan tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapai.

3. Melihat kenyataan dengan positif
Para calon bintang biasanya berpe-gang pada realita. Mereka meman-dang segala sesuatu sebagaimana adanya, dan bukan sebagaimana diharapkan. Mereka juga dengan instingtif melihat mana yang layak dan yang tidak serta tindakan apa yang paling tepat untuk diambil. Intuisi yang sama akan mereka gunakan pula jika menghadapi situasi atau lingkungan kerja baru.

4. Berkualitas helikopter
Dalam melihat kenyataan atau masalah, mereka selalu bisa membuat jangkauan lebih luas ke masa depan. Orang-orang seperti ini dapat bertindak dan mengambil keputusan dengan cepat. Mampu melihat langsung pada inti masalah sehingga otomatis bisa mengembangkan segala sumber untuk menyelesaikan secara efektif.

Setelah menemukan bintang atau calon bintang di lingkungan perusahaan tentunya kurang bijaksana kalau para eksekutif tidak berbuat sesuatu untuk mengembangkan atau memberikan kesempatan bagi mereka untuk membuktikan. Namun perlu dicatat bahwa orang berkualitas bintang tidaklah mungkin diharapkan bisa mencapai sukses secara universal. Artinya, langkah paling baik adalah mengarahkan mereka semaksimal mungkin sesuai dengan perencanaan karir yang bisa mendukung kemampuan lebih yang mereka miliki tadi.

Bawahan berkualitas bintang memang membutuhkan carier planning yang jelas, dan sebagai eksekutif ini adalah tanggung jawab Anda. Michael Driver, seorang profesor dan penulis manajemen bisnis mengung-kapkan, ada empat pola perencanaan karir yang bisa diterapkan secara umum.

Pola pertama adalah peningkatan vertikal dalam bagian organisasi yang sama. Pola kedua, memberi kebebasan, wewenang, dan tanggung jawab makin besar tapi tetap dalam posisi yang sama. Ketiga adalah helical. Di sini seorang karyawan mendapat promosi sambil berpindah-pindah departemen atau rotasi dinas. Dan pola ke empat adalah pola perencanaan sementara. Ini biasanya dilakukan dalam bagian pemasaran atau pelatihan di mana para karyawan biasanya paling lama bertahan 10 tahun untuk kemudian mencari perusahaan lain yang dianggap bisa memberi mereka tantangan dan tanggung jawab serta penghasilan lebih besar.

Namun demikian, apa pun pola yang ditetapkan, hasil akhir yang diharapkan tentunya adalah mencegah larinya bintang yang ada tanpa disadari, dan memanfaatkan kemampuan lebih mereka demi kemajuan usaha.

(Jika Anda ingin mendapatkan slide powerpoint presentasi yang bagus tentang Career Planning dan HR Management, silakan klik DISINI ).

Sumber : Majalah Eksekutif Edisi Mei 1985

banner 4

Free Slides dan Ebook

Dapatkan 7 Presentasi Wow + 5 Buku Dahsyat tentang Strategi Bisnis, Motivasi dan Financial Freedom secara GRATIS!