Gaya Manajemen Otoriter dan Semangat Kerja Karyawan

Ada anggapan bahwa kemerosotan produktivitas terjadi karena struktur manajemen yang terlalu otokratis. Seorang profesor menyebut struktur yang demikian sebagai penyakit “encok organisasi”. Artikel berikut ini menunjukkan bahwa penyakit encok itu timbul karena tidak adanya fleksibilitas dan komunikasi dalam perusahaan.

Walaupun ada mat (yang tidak penuh) di kalangan bisnis untuk membuka kesempatan pada karyawan dan eksekutif junior untuk mempertanyakan kebenaran prosedur dan praktek-praktek perusahaan yang ada sekarang ini, atau untuk mengusulkan pembaharuan yang radikal yang mungkin dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan, ahli-ahli manajemen sependapat bahwa sebagian besar perusahaan umumnya tetap tidak mempunyai fleksibilitas dan bersikap otokratis serta menolak setiap perubahan dan “gagasan yang lebih baik”. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang management skills, leadership dan personal development, silakan KLIK DISINI ).

Karena tidak ada keinginan untuk mengadakan perubahan inilah maka usaha perusahaan untuk melibatkan karyawan dan eksekutif eselon rendah dalam pengambilan keputusan masih tetap menarik banyak perhatian.

Ketika kalangan bisnis. dan pemerintah Amerika merasa makin khawatir mengenai kemerosotan dalam banyak sektor ekonomi, beberapa profesor menganggap hal itu terjadi antara lain karena struktur manajemen yang terlalu otokratis. John Kennedy, profesor di College of Business Administration Notre Dame menyebut hal itu “organisational arthritis”, penyakit encok organisasi.

“Sebagian dari perusahaan-perusahaan ini pada prakteknya begitu kaku dan lamban karena para eksekutif tingkat